Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Volkswagen Akan Ciptakan Bahan Baterai EV yang Lebih Ringan dan Aman, Ini Buktinya

Kerjasama ini untuk menciptakan bahan baterai mobil listrik yang lebih ringan.
Berita
Kamis, 20 Oktober 2022 19:55 WIB
Penulis : Afrizal Abdul Rahman


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Volkswagen membuktikan bahwa sangat serius dalam perkembangan mobil listrik di dunia. Terbukti mengambil beberapa langkah strategis, seperti bermitra dengan perusahaan teknologi kuantum Kanada Xanadu. 

Tujuan bermitra ini guna membangun program penelitian untuk meningkatkan kinerja algoritma kuantum agar dapat mensimulasikan bahan baterai, yang akan diimplementasikan di kendaraan listrik. 

Selain itu, yang menarik dari kerjasama ini yakni bertujuan untuk mengembangkan bahan baterai yang lebih aman, ringan dan hemat biaya. 

"Dengan strategi baru ini akan menjajaki peluang rantai nilai baterai kendaraan listrik dengan proses elektrokimia yang menjadi bahan utama untuk generasi berikutnya," kata kepala Inovasi Grup Volkswagen Dr. Nikolai Ardey, dikutip dari laman Carscoops.com.

BACA JUGA

Lebih lanjut ia mengatakan, mitra yang dilakukan ini juga dapat menghadirkan revolusi baru dalam material dan pengoptimalan baterai listrik untuk Volkswagen. Serta dapat mengatasi masalah yang akan berdampak signifikan. 

Kemitraan dengan Xanadu mendukung tujuan pabrikan mobil untuk menjadi penyedia mobilitas berkelanjutan berbasis data dan perangkat lunak. 

"Kemitraan kami dengan Xanadu adalah contoh yang bagus dari komitmen Volkswagen untuk memanfaatkan teknologi inovatif seperti komputasi kuantum untuk mempercepat menuju solusi mobilitas listrik 100 persen," ujar Dr. Arne-Christian Voigt dari Future Research di Volkswagen AG.

Tentunya langkah ini mempertegas Volkswagen untuk bersaing di segmen EV yang memang menjadi fokus setiap pabrikan otomotif di dunia. 


Tags Terkait :
Volkswagen Baterai Listrik Kendaraan Listrik Otomotif Jerman
A

Afrizal Abdul Rahman

Kontributor

Kontributor

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
VW Indonesia Segera Main Mobil Listrik, Ini Bocorannya

VW tidak mau ketinggalan bermain mobil listrik di tanah air. Ini faktanya

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
SUV Listrik Pertama Volkswagen di Pasar Asia Dijual Rp 500 Jutaan

Volkswagen akhirnya memasukkan jajaran listrik terbaru mereka ke pasar Asia. Simak kelebihan mobil tersebut

3 tahun yang lalu


VIDEO: Crash Test Volkswagen ID.3 (Euro NCAP)

Volkswagen ID.3 sukses menjalani uji tabrak dengan baik.

Crash Test | 5 tahun yang lalu


Berita
Charger Mobil Listrik VW Harganya RP 6 Jutaan

Charger mobil listrik rumahan VW bikin pengisian daya lebih praktis.

5 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Harga Solar Di SPBU Swasta Turun Lagi Di Awal Juli Ini

Pasokan untuk stok masih belum lancar meskipun memakai kuota impor solar tersendiri.

2 jam yang lalu


Bus
Karyawan Swasta Juga Bisa Gratis Naik Transjakarta

Bagi yang memiliki rentang pendapatan bulanan maksimal UMR Jakarta.

3 jam yang lalu


Berita
HUT ke 5 Kagama 4x4 Adventure, Tetap Setia Dengan Semboyan Guyup, Rukun dan Berguna Bagi Sesama

Wadah berkumpulnya alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) lintas fakultas dan angkatan yang memiliki minat pada kendaraan 4x4 yakni Kagama 4x4 Adventure merayakan hari jadinya ke 5.

8 jam yang lalu


Berita
Update Harga BBM 1 Juli 2026, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Turun

Harga BBM per 1 Juli 2026 mengalami penyesuaian. Berikut updatenya.

9 jam yang lalu


Berita
CBU Dari Thailand, Deepal S05 Bisa Dipesan Mulai Rp 500 Jutaan

Changan Indonesia membuka pemesanan Deepal S05 dengan estimasi harga Rp 500 jutaan. Model CBU asal Thailand ini hadir dalam varian BEV dan REEV.

10 jam yang lalu