OTODRIVER – Volkswagen Group berencana mengurangi hingga 50 persen portofolio model mobil globalnya pada 2030, merestrukturisasi bisnis untuk mempertahankan posisi di tengah persaingan yang semakin ketat.
Seperti dilansir Carscoops pada Jumat (10/7), perusahaan menyatakan bahwa mereka telah mencapai target utama dalam bidang produk, teknologi, dan wilayah selama tiga tahun proses "penyelarasan ulang fundamental" serta mengatasi hambatan keuangan eksternal.
Walau demikian, Grup VW menyatakan bahwa masih ada pekerjaan yang harus dilakukan sebelum Volkswagen menjadi perusahaan yang "lebih tangguh, efisien, dan gesit."
CEO Oliver Blume dan CFO Arno Antlitz menjelaskan bahwa perusahaan melakukan restrukturisasi untuk menurunkan biaya dan mengarahkan tingkat pengembalian grup menuju target 8 hingga 10 persen.
Guna mencapai target tersebut, VW tidak hanya akan memangkas jumlah model mobil yang ditawarkan, tetapi juga berencana memangkas 75 persen kompleksitas.
Pemangkasan kompleksitas akan dilakukan dengan mengurangi jumlah pilihan sistem penggerak, varian trim, dan paket perlengkapan yang tersedia serta menghapus "struktur paralel" yang memungkinkan beberapa merek dalam grup mengembangkan teknologi yang sama secara terpisah.
VW juga akan menyesuaikan kapasitas produksinya agar sesuai dengan permintaan global dan tingkat persaingan, dengan target produksi 9 juta kendaraan per tahun, kurang lebih sama dengan jumlah kendaraan yang dikirim Grup VW pada 2024 dan 2025.
Tekanan akibat restrukturisasi perusahaan juga kemungkinan akan dirasakan oleh tenaga kerja.
VW dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan hingga 100.000 pemutusan hubungan kerja (PHK) serta penutupan empat pabrik di Jerman. Kalau benar terjadi, maka langkah tersebut akan menjadi restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif.
Grup Volkswagen adalah perusahaan induk otomotif asal Jerman yang menaungi merek kendaraan seperti Volkswagen, Audi, Porsche, Skoda Auto, SEAT, CUPRA, Lamborghini, Bentley Motors, dan Ducati.
Jadi, mobil-mobil yang laris seperti Polo, Golf, T-Roc, dan Tiguan kemungkinan besar tidak akan dihentikan produksinya. Namun, model turunan yang lebih khusus seperti T-Roc Cabriolet maupun SUV coupe ID.5 saat ini dinilai belum mampu menghasilkan keuntungan memadai. Penjualan ID. Buzz juga belum sesuai harapan VW. (AB)
