Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Kembar Calya-Sigra Hadapi Simalakama. Mesin Disarankan Minum Pertamax

Mobil ini punya kompresi yang mengharuskannya minum bensin oktan 92
Berita
Senin, 11 Juli 2022 09:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Wacana pemerintah untuk batasi penggunaan BBM subsidi hingga mobil 1.500 cc telah digulirkan. Artinya mobil-mobil dengan kapasitas mesin lebih kecil dari itu tetap boleh menenggak BBM seperti Pertalite. 

Mobil-mobil berkapasitas kecil di bawah itu seperti duo Toyota Calya-Daihatsu Sigra dengan kapasitas mesin 1.200 cc tetap boleh mengandalkan bensin dengan Research Octane Number (RON) 90 itu. 

Akan tetapi khusus Duo Astra itu, kelonggaran penggunaan BBM ini justri jadi semacam buah Simalakama. Pasalnya berdasarkan spesifikasi dan anjuran pabrik mobil ini harusnya minum BBM dengan RON 92, bukan 90 seperti halnya Pertalite.

"Mobil ini punya kompresi 11,5 : 1, yang artinya memang harus menggunakan bensin oktan 92, bukan 90 seperti Pertalite," terang Didi Ahadi, Dealer Technical Support Department Head, PT Toyota Astra Motor, saat dihubungi beberapa waktu silam.

BACA JUGA

Didi mengatakan bahwa akan ada berbagai konsekuensi jika duo mobil kembar ini nekad tenggak Pertalite. "Mobil mungkin tidak akan signifikan alami knocking, karena teknologi pada sistem timing pembakaran mobil ini relatif bisa mengatasi hal tersebut. Namun tetap saja tidak sesempurna jika menggunakan bensin yang sesuai," jelasnya.

"Kinerja optimum tidak tercapai dan ruang bakar akan cepat Kotor (berkerak)," imbuhnya.

Namun ternyata tak hanya itu saja kendala yang dihadapi oleh dua mobil ini. Penggunaan bensin dengan spek di bawah ketentuan mengakibatkan masalah pada catalytic converter. Perangkat ini umurnya akan lebih pendek dari yang semestinya. 

"Seringkali ditemui pada mobil-mobil dengan 'jam kerja' tinggi, seperti taksi online. Tak jarang mampet," tutur Sunardi, yang memegang brand catalytic converter cleaner Voltronic. 

"Walau pada dasarnya bisa dibersihkan, namun tentu lebih baik diantipasi dengan penggunaan bensin yang lebih baik. Supaya perangkat ini umurnya lebih panjang," tutupnya.


Tags Terkait :
Calya-Sigra Pertamax Ron92
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Kembar Calya-Sigra Hadapi Simalakama. Mesin Disarankan Minum Pertamax

Mobil ini punya kompresi yang mengharuskannya minum bensin oktan 92

3 tahun yang lalu


Berita
Ini Daftar Mobil yang Bisa Gunakan Pertamax Green 95

Apakah bisa mobil-mobil yang ada di Indonesia saat ini menggunakan BBM jenis baru tersebut?

2 tahun yang lalu


Berita
Raport LCGC Di 2025, Produksi Turun Drastis

Produksi LCGC dari Januari - November 2025 lebih kecil dibandingkan periode yang sama di 2024

1 hari yang lalu


Berita
Inilah 5 Mobil Terlaris Di Tempat Lelang, Avanza Mendominasi

Penjualan mobil seken meningkat mempengaruhi kenaikan jasa lelang mobil yang cukup signifikan.

7 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Insentif Mobil Listrik Justru Membebani Negara?

Belakangan ini, pemerintah menggalakkan peraturan Low Carbon Emission Vehicle alias LCEV.

6 jam yang lalu


Berita
Melihat Langsung Proses Perakitan Baterai Hybrid Toyota

Untuk pertama kalinya kami menyaksikan langsung proses perakitan baterai mobil di Indonesia. Ini pengalaman kami di pabrik Toyota.

6 jam yang lalu


Berita
Aura Nismo RS Concept, Bintang Nissan Di Tokyo Auto Salon 2026

Di tangan Nissan sebuah mobil hybrid bisa tampil dan berperforma sangat agresif.

16 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mengenal Lebih Dekat Mazda6e Yang Akan Hadir di Indonesia

Mazda6e mulai dijajakan di Singapore, Juli 2026. Sedangkan Indonesia akan segera menyusul setelahnya. Simak spesifikasinya.

17 jam yang lalu

Bus
Transjakarta Tunda Kenaikan Tarif, Karena Kondisi Ekonomi Belum Kondusif

Subsidi untuk angkutan umum lebih penting dibandingkan untuk kendaraan pribadi.

1 hari yang lalu