Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Jeep EV Akan Masuk Indonesia, Setelah Masalah Ini Teratasi

Jeep akan terjun ke persaingan EV di Indonesia
Berita
Senin, 14 November 2022 20:45 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Indonesia menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang cukup agresif untuk masuk ke dalam era elektrifikasi.

Bahkan kini segmen mobil full elektrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) ataupun hybrid terus alami perkembangan, dengan kian banyak brand dunia yang mulai melabuhkan produk elektrifikasinya di Tanah Air.

Hal ini pun menjadi salah satu agenda Jeep dalam kiprahnya di pasar nasional Indonesia. Brand yang bernaung di bawah Stellantis Group ini ke depannya akan memperkenalkan produk-produk dengan elektrifikasi di Indonesia. 

Hanya saja niatan ini terkendali dengan absennya produk Jeep baik itu hybrid ataupun EV murni dengan posisi stir di sebelah kanan atau Right Hand Drive (RHD).

Produk seperti Wrangler 4ex Hybrid hingga SUV full elektrik mereka yakni Avenger EV kelak akan menghiasi jalanan Indonesia.

Lalu mengapa produk Jeep elektrifikasi dengan stir kanan ini masih belum ada? 

"Pengadaan Jeep EV dan hybrid stir kanan terkendala Semi Conductor. Saat ini produksi lebih fokus ke mobil elektrifikasi setir Kiri," ungkap Dhani Yahya, COO DAS Indonesia Motor saat ditemui OtoDriver di Jakarta (14/11).

"Begitu ada produk setir kanan akan segera dimasukkan di Indonesia," imbuhnya.

Walau demikian Dhani masih menahan informasi lebih detail mengenai produk elektrifikasi brand asal Amerika ini. 

"Pastinya kami sedang melakukan study tentang produk EV atau hybrid yang cocok dengan Indonesia. Harap sabar, kami pasti akan kabarkan perkembangannya," tutupnya.

Jeep


Tags Terkait :
Jeep EV Hybrid
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Van
Tahun 2028 Kendaraan Komersial Ringan Di Tiongkok Harus Pakai Rem Canggih

Ini sistem pengereman otomatis yang biasanya terpasang di mobil penumpang

2 bulan yang lalu


Mobil Listrik
Jeep Siapkan Mobil Listrik Seharga Rp 400 Jutaan

Jeep bakal bersaing di kelas mobil listrik murah untuk pasar Amerika Serikat. Simak bocorannya

1 tahun yang lalu


Berita
2035 Kanada Hanya Perbolehkan Produsen Jual Mobil Ramah Lingkungan

Kanada mengumumkan pada tahun 2035 semua mobil baru diwajibkan memiliki nol emisi karbon.

2 tahun yang lalu


Berita
Peraturan Emisi Yang Ketat Membuat Jeep Mengurangi 2.000 Lebih Karyawan Mereka

Jeep masih memproduksi banyak mobil ICE (Internal Combustion Engine), saat ini mereka harus berganti haluan agar dapat memenuhi peraturan emisi yang ketat.

2 tahun yang lalu


Terkini

Tips
Konsumsi BBM Dengan RON Lebih Rendah Dipandu Buku Manual

Pabrikan Hyundai dan Toyota tekankan RON minimal buku manual mobil sebagai panduan konsumsi BBM aman, hindari risiko mesin di tengah harga naik.

1 jam yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

2 jam yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

17 jam yang lalu


Berita
GWM Buka Dealer Ke 18 Di Kawasan PIK

GWM membuka dealer ke-18 di kawasan PIK, Jakarta Utara, dioperasikan PT Wahana Wirawan. Dealer GWM PIK hadir dengan fasilitas 3S lengkap untuk sales, service, dan sparepart.

18 jam yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

19 jam yang lalu