Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Terkena Dampak Kelangkaan Chip Semikonduktor, Toyota Turunkan Produksi

Setelah mampu bertahan tanpa mengurangi jumlah produksi, Toyota akhirnya terkena dampak tersebut. Meski untuk produksi pikap, tidak terlalu terpengaruh.
Berita
Minggu, 22 Agustus 2021 12:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Masalah yang menimpa hampir seluruh produsen kendaraan, yaitu kelangkaan chip semikonduktor, membuat jalur produksi tertunda. Beberapa pabrikan global sudah mengalami hal tersebut, namun Toyota masih bisa bertahan beberapa waktu lalu.

Namun pil pahit mesti ditelan oleh pabrikan asal Jepang tersebut. Karena kelangkaan komponen penting di otak mesin itu, kini menerpa pabrikan tiga oval itu. Hal ini menyebabkan penurunan produksi 40 persen secara global. Dilansir Motor1, pabrik di AS, Kanada, Meksiko dan yang lainnya di dunia, terpaksa menunda produksinya karena hal itu.

Toyota mengatakan bisa kehilangan hingga 360.000 kendaraan secara global hingga September, sedangkan Toyota Amerika Utara (Toyota North America, TNA) mengatakan mereka sendiri bisa kehilangan 60.000 hingga 90.000 produksi kendaraan. Perusahaan induk TNA memperkirakan 80.000 kerugian di wilayah tersebut.

Jumlah yang cukup besar, memang. Namun jeda produksi itu tidak memengaruhi semua model pikap masih tetap berproduksi di Amerika Serikat, dengan rencana mempertahankan produksi Tacoma di Texas. Toyota juga sedang mempersiapkan pabrik untuk mulai memproduksi Tundra generasi berikutnya.

BACA JUGA

Untuk Toyota, ini merupakan pengurangan produksi terbesar sejak masalah kekurangan semikonduktor di awal tahun ini. Jadwal jeda produksi beberapa pabrik sudah mulai dari beberapa hari ini, hingga akhir bulan depan. Sementara untuk produksi Century dihentikan hingga September, sementara Land Cruiser 300 yag baru sudah dijadwalkan distop sementara di tanggal 3 hingga 30 September.


Tags Terkait :
Toyota Semiconductor
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Terkena Dampak Kelangkaan Chip Semikonduktor, Toyota Turunkan Produksi

Setelah mampu bertahan tanpa mengurangi jumlah produksi, Toyota akhirnya terkena dampak tersebut. Meski untuk produksi pikap, tidak terlalu terpengaruh.

4 tahun yang lalu


Berita
Pasokan Chip Seret, GM Tutup Beberapa Pabriknya

Chip komputer, perangkat kecil yang melumpuhkan pabrikan mobil

5 tahun yang lalu


Berita
Suzuki Luncurkan Across, PHEV Kerjasama Dengan Toyota

Suzuki Across PHEV Gen II Meluncur, mampu tempuh 1000 kilometer

1 bulan yang lalu


Berita
Toyota Indonesia Mengisyaratkan Dampak Konfilk Timur Tengah Yang Semakin Memanas

Konflik yang tengah membara di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran di bidang industri otomotif.

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Denza D9 2026 Pakai Heyuan Platform, Bikin Kabin Lebih Lega

Denza

41 menit yang lalu


Berita
Xiaomi YU7 Ultra 990 Hp Mulai Terkuak Sebelum Debut Dunianya

Xiaomi YU7 GT 990 hp terlihat menumpuk di pabrik menjelang debut akhir Mei. SUV ini prioritaskan touring dengan range 705 km CLTC dan top speed 300 km/jam.

5 jam yang lalu


Berita
Supercar BYD Ini Mobil Termahal Di China, Tembus Rp 51 Miliar

BYD mengonfirmasi bahwa supercar listrik ekstrem mereka, Yangwang U9 Xtreme,

6 jam yang lalu


Berita
Menyerupai Prelude, Honda Civic Bakal Punya Fitur S+

Honda Civic e:HEV RS baru di Jepang hadir dengan S+ Shift, teknologi simulasi transmisi 8-percepatan pada hybrid mirip Prelude. Peluncuran Juni.

7 jam yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

23 jam yang lalu