Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ban Tanpa Angin Karya Anak Bangsa, Bakal Dijual Massal 2023

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD juga ikut mengembangkan teknologi ban tanpa udara dan diharapkan bisa diproduksi massal pada 2023 mendatang.
Berita
Jumat, 15 Oktober 2021 14:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Sebelumnya Michelin telah memperkenalkan ban tanpa udara atau tanpa angin yang disebut Uptis (Unique Puncture-proof Tyre System).

Namun yang tidak kalah membanggakan, Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD juga ikut mengembangkan teknologi ban tanpa udara. Ban tanpa udara ini diharapkan bisa diproduksi massal pada 2023 mendatang untuk kendaraan-kendaraan militer tentara Indonesia. Hal ini bahkan sudah dilakukan sejak 2017, di mana mereka telah melakukan riset untuk dapat menghadirkan ban tanpa udara.

Ban tanpa udara ini menggunakan konstruksi khusus, dengan bentuk jari-jari yang kebal terhadap tusukan dan kerusakan, sehingga diharapkan mampu mendukung kemampuan tempur kendaraan militer.

Dijelaskan oleh Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Nugraha Gumilar, teknologi ban tanpa udara TNI AD terus diuji coba. Selain uji tembakan peluru, ban tanpa udara TNI AD juga melakukan pengujian di jalanan umum. Gumilar berharap ban tanpa udara ini bisa diproduksi pada 2023 nanti.

"InsyaAllah tahun 2023. Itu harapan saya. Tapi sesuai aturan, yang berhak menentukan produksi massal bukan Poltekad, tapi adalah pimpinan kami. Tugas Poltekad hanya sampai pada tahap penelitian saja," kata Gumilar, seperti dilansir detik.com.

"Kalau toh ban itu sudah selesai dalam tahap penelitian, harus ada uji lanjutan sampai dapat sertifikasi. Jadi tahapnya memang masih panjang," sambung Gumilar.

Sekadar informasi, ban tanpa udara TNI AD sudah dikembangkan sejak 2017. Ban ini telah mengalami rangkaian uji coba, dan dinyatakan kebal paku dan peluru.

Pengujian tembakan ban tanpa udara TNI AD menggunakan peluru kaliber 5,56 mm, seperti yang dipakai di senapan serbu Pindad seri SS1, dan senapan serbu buatan AS, M16. Uji tembak dari jarak maksimal 100 meter. Setelah ban terkena tembakan, klaimnya ban masih tetap nyaman digunakan. Secara mekanisme kerja, ban tanpa udara yang dikembangkan oleh Poltekad TNI AD identik dengan teknologi ban tanpa udara yang dibuat oleh pabrikan ban Michelin. Struktur ban tanpa udara terdiri dari rongga-rongga yang berperan seperti pelek pada ban konvensional.

Setelah melakukan serangkaian uji coba di area terbatas, pengujian tahap selanjutnya adalah di jalan umum. Poltekad Kodiklat TNI AD mengklaim sudah melakukan uji coba ini dan ditemui kendala.

"Ban tanpa udara masih dalam tahap penelitian. Kami sudah uji coba di jalanan umum, tapi sistem perekatnya belum bagus, tidak tahan lama. Jadi perlu diteliti ulang," terang Gumilar.


Tags Terkait :
Ban TNI
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Para Pemilik BAIC Yang Mobilnya Bermasalah, Silahkan Kontak Layanan Ini

BAIC Indonesia merilis program Bengkel Siaga 24 Jam untuk memberikan kenyamanan untuk para konsumennya yang sedang menikmati libur lebaran.

1 tahun yang lalu


Berita
Ini Dia Spek Khusus BAIC BJ40 Plus Yang Jadi Mobil Dinas TNI AD

TNI AD mendapatkan BJ40 22 unit dari BAIC Indonesia. Ada ubahan yang dilakukan. Simak di sini.

1 tahun yang lalu

Berita
Ribuan Truk Bermasalah Beroperasi Di Jalanan

Mulai dari perihal teknis sampai perijinan

1 tahun yang lalu


Berita
Hino Gandeng Pertamina dan TNI Sumbangsih Energi ke Pelosok Tanah Air

Amankan pasokan BBM

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Ferrari Luce Resmi Diluncurkan, EV Pertama Ferrari Ini Bertenaga 1.035 Hp

Ferrari Luce EV pertama Ferrari diluncurkan dengan tenaga 1.035 Hp dan jarak tempuh lebih dari 530 km.

42 menit yang lalu


Berita
Harga BBM Pertamina Di Jakarta Pekan Ini Masih Belum Berubah

Harga BBM Pertamina Jakarta belum berubah pekan ini. Pertalite Rp10.000, Solar Rp6.800, dan Pertamax Rp12.300 tetap stabil di seluruh SPBU.

1 jam yang lalu


Berita
GWM Belum Minat 'Hadirkan PHEV Di Indonesia

Merek Tiongkok terus merangsek pasar otomotif tanah air.

4 jam yang lalu


Berita
GWM Perkenalkan Tank 500 Diesel Yang Serba Hitam

GWM resmi memperkenalkan varian baru dari Tank 500 yakni Black Warrior.

8 jam yang lalu


Berita
Toyota Veloz Hybrid Dapat Respon Positif Dari Konsumen Indonesia, SPK Tembus 10.000 Unit

Sejak dirilis November 2025 lalu, Toyota Veloz Hybrid terus mendapatkan respon positif dari Masyarakat.

13 jam yang lalu