Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pemerintah: Penjualan Mobil Naik 33,3 Persen, Kendaraan Listrik dan Hybrid Tumbuh di Atas 40 Persen

Penambahan jumlah SPKLU masih menjadi tantangan terbesar elektrifikasi kendaraan di Indonesia
Berita
Minggu, 16 Agustus 2026 21:19 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Hyundai Staria EV dihadirkan untuk merespon animo kendaraan keluarga listrik yang tinggi di Indonesia (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Penjualan mobil di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penjualan mobil naik 33,3 persen secara year on year (yoy). Sementara kendaraan listrik dan mobil hybrid tumbuh lebih tinggi, yakni di atas 40 persen.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Airlangga, pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak positif.

Hal itu juga terlihat dari konsumsi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Berdasarkan data PLN, konsumsi listrik SPKLU hingga Juni 2026 telah mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh).

BACA JUGA

Angka tersebut bahkan sudah melampaui konsumsi listrik SPKLU sepanjang 2025 yang tercatat 48,5 juta kWh.

Selain sektor otomotif, penjualan listrik secara keseluruhan juga tumbuh 10,8 persen. Jika dirinci berdasarkan kelompok konsumen, konsumsi listrik rumah tangga naik 12,3 persen, bisnis 10 persen, dan industri 6,5 persen.

“Kenaikan ekonomi juga bisa dilihat dari kegiatan yang mengonsumsi listrik. Itu juga naik 10,8 persen dan penjualan semen 13,5 persen year on year,” ujar Airlangga.

Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah melihat mobilitas masyarakat dan aktivitas industri masih menunjukkan tren positif.

Kehadiran mobil listrik berdimensi kecil banyak muncul di wilayah perkotaan yang volume kendaraannya padat  (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Mobil listrik maupun hibrida yang bisa memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga juga semakin terjangkau harganya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

SPKLU Terus Diperluas

Pertumbuhan kendaraan listrik juga diikuti dengan penambahan infrastruktur pengisian daya.

Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia akan terus diperluas melalui kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta.

CEO PT Niscala Energi Indonesia (iGreen+), Lawrence, mengatakan pihaknya bersama PT Pos Indonesia, PLN, dan sejumlah mitra ekosistem menargetkan perluasan jaringan hingga 200 titik SPKLU.

Hal tersebut disampaikan Lawrence saat meresmikan fasilitas pengisian daya ultra cepat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Jakarta, pada 8 Agustus 2026.

“Komitmen kami berfokus pada kebutuhan pelanggan, dengan menghadirkan pengisian daya yang andal dan mudah dijangkau,” ujar Lawrence seperti dikutip dari Antara.

Di lokasi tersebut tersedia enam unit Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kW dengan konektor CCS2. Penyediaan fasilitas ini melibatkan PT Pos Indonesia untuk penyediaan lahan, sementara pasokan listrik didukung PLN.

Saat ini iGreen+ mengoperasikan 19 stasiun dengan 132 perangkat charging gun yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. Lima stasiun baru juga disiapkan untuk beroperasi dalam waktu dekat.

Pemerintah sendiri telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU periode 2025-2030 sebagai acuan pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia.

Populasi SPKLU di Indonesia masih separuh dari yang dibutuhkan jika melihat rasio pertumbuhan kendaraan listrik (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Konsumen Sudah Menentukan Pilihannya

Menariknya, pertumbuhan kendaraan elektrifikasi juga menunjukkan bahwa konsumen mulai menentukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hal tersebut terungkap dalam Dialog Otomotif Nasional bertajuk The Right Fit for Indonesia: Teknologi Elektrifikasi Seperti Apa yang Dibutuhkan Indonesia yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di sela GIIAS 2026, 5 Agustus lalu.

Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, Joshua Pardede, mengatakan masyarakat sebenarnya sudah menemukan teknologi elektrifikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut Joshua, pertumbuhan kendaraan elektrifikasi bukan semata-mata karena konsumen menganggap salah satu teknologi, baik Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), lebih unggul.

Pilihan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan masing-masing konsumen.

Dengan kata lain, konsumen tidak hanya memilih berdasarkan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana kendaraan tersebut akan digunakan sehari-hari.

Tren tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia mulai semakin matang. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan dan cenderung memilih teknologi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.(EW)

Kendaraan bermesion fosil masih dominan di area penyangga kota besar serta di banyak wilayah luar pulau Jawa (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Pertumbuhan Kendaraanlistrik
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Pemerintah: Penjualan Mobil Naik 33,3 Persen, Kendaraan Listrik dan Hybrid Tumbuh di Atas 40 Persen

Penambahan jumlah SPKLU masih menjadi tantangan terbesar elektrifikasi kendaraan di Indonesia

2 minggu yang lalu

Berita
BMW Terus Kejar Pertumbuhan Produksi Mobil Listrik

Sejumlah fasilitas produksi di Eropa berubah fokus ke pengembangan sampai produksi kendaraan listrik.

1 minggu yang lalu


Berita
Alasan Toyota Belum Minat Terjunkan PHEV di Indonesia

PT Toyota Astra Motor (TAM) tampaknya masih melihat teknologi hybrid sebagai pilihan elektrifikasi yang paling sesuai untuk pasar Indonesia.

3 minggu yang lalu


Berita
VinFast Indonesia dan Danamon Jalin Kemitraan Pembiayaan Dealer

VinFast bekerja sama dengan Danamon untuk pembiayaan dealer demi memperluas jaringan yang telah ada.

4 minggu yang lalu


Terkini

Van
Chery Membuat Van Tenaga Listrik Yang Dinamakan Delivan

Dalam pemasarannya akan masuk kawasan Eropa terlebih dahulu.

3 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B05 (Euro NCAP)

Leapmotor B05 kembali membuktikan keselamatannya.

Berita | 3 jam yang lalu


Berita
Beberapa Unit Tesla Model Y Alami Ambles Suspensi Belakang

Tesla Model Y L, SUV enam penumpang yang diproduksi di Gigafactory Shanghai, China, tengah menjadi sorotan.

4 jam yang lalu


Berita
Zeekr 7X Bakal Gendong Baterai 85 kWh dan Tenaga Hampir 500 Hp

Zeekr 7X bakal mendapat pembaruan signifikan. Begini spesifikasinya.

5 jam yang lalu


Berita
Hasil Riset Audi, Konsumen Kaya Tetap Mau Mobil Yang Berisik

Pihak Audi akan membuat kompromi produk dengan mesin fosil dan sistem plug-in hybrid.

6 jam yang lalu