Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Sejarah Ban Pneumatik yang Awalnya dari Sepeda

Ini sekelumit perjalanan si karet bundar yang kini mengiringi perjalanan kita sehari-hari.
Berita
Minggu, 12 Januari 2020 15:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Salah satu yang menyumbang kenyamanan adalah tekanan angin yang pas pada ban. Pengaturan tekanan angin hanya mungkin dilakukan jika ban dapat diatur tekanan anginnya, seperti ban yang ada pada saat ini. Ban dengan tekanan angin yang dapat diatur disebut sebagai ban pneumatik.

Sebelumnya kemunculan ban pnenumatik, wujud ban hanya berupa bantalan karet padat saja yang jauh dari nyaman jika digunakan.

Kemunculan ide ban pnenumatik hadir pada 1845 di mana RW Thompson menggunakan karet berongga dari karet alam. Sabuk karet ini kemudian dibungkus dengan cangkang luar yang kuat dan elastis dari bahan kulit.  Temuannya ini terbukti mampu memberikan kenyamanan dan mengurangi kebisingan di jalan. Temuannya dipasangkan pada kereta kuda yang ditunjukkan di London pada 1847.

Thompson mematenkan temuannya di Prancis pada 1846 dan lanjut 1847 dipatenkan di Amerika Serikat. Sayang penemuan brilian ini punya cacat yakni biaya produksi yang besar (dibanding karet padat), susah ditambal apabila terjadi kebocoran dan juga menimbulkan beban biaya tak terduga.

Ide Thompson ini kemudian disempurnakan oleh, John Boyd Dunlop pada 1888. Dokter hewan asal Skotlandia merancang ban dengan konsep ban dalam berisi angin mirip dengan ban masa kini. Awalnya ia merancang ban ini untuk sepeda sang anak, namun penemuannya semakin diminati setelah Dunlop memasangnya pada sepeda yang ikut balapan The Irish Cyclist dan berhasil menyabet juara. Selain kenyamanan, sepeda dengan ban racikan Dunlop berhasil mendapatkan traksi yang jauh lebih baik.

Satu hal yang membedakannya dengan Thompson, adalah Dunlop segera bergerak memproduksi ban secara masal dengan mendirikan pabrik ban pada 1889 di Brimingham dan  berlanjut pada 1891 dengan dibangunnya markas besar Dunlop. Dengan demikian temuannya ini tidak ekslusif dan mudah didapatkan.

Tidak bisa disangkal bahwa konsep dasar ban modern yang kita temui saat ini semuanya berpangkal pada temuan Dunlop.


Tags Terkait :
Ban Pnuematik Dunlop Sejarah
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Sejarah Ban Pneumatik yang Awalnya dari Sepeda

Ini sekelumit perjalanan si karet bundar yang kini mengiringi perjalanan kita sehari-hari.

6 tahun yang lalu


Truk
Truk Lagi-Lagi Rem Blong di Bekasi, Hilangkan Nyawa Sia-Sia

Perawatan kendaraan menjadi salah satu pangkal masalah.

1 bulan yang lalu


Truk
Toyota 52-3TD45, Si Kecil Bertenaga Gahar Penarik Beban

Performanya memang dibuat untuk perkasa meski tak bisa melaju cepat

10 bulan yang lalu


Truk
Kenapa Kecelakaan Truk Akibat Rem Blong Masih Saja Terjadi?

Bukti tidak ada penanganan serius soal kelaikan teknis truk di jalan.

11 bulan yang lalu


Truk
Penyebab Kecelakaan Bus dan Truk Tak Sesederhana Rem Blong, Ini Penjelasan KNKT

KNKT ungkap rem blong hanyalah gejala akhir dari kelalaian teknis. Hino dan KNKT dorong inspeksi harian demi keselamatan bus dan truk di jalan raya

1 tahun yang lalu


Truk
Pramudi Truk Tronton Nahas Di Semarang jadi Tersangka

Truk melintasi di jalan sebelum waktu yang ditentukan

1 tahun yang lalu


Bus
Torsus Praetorian, Bus Segala Medan Untuk Daerah Konflik

Bus segala medan ini berbasis sasis truk heavy duty lansiran MAN, dibuat untuk daerah dengan kontur permukaan yang ekstrem.

6 tahun yang lalu


VIDEO: Cara Kerja Ban Tanpa Angin Michelin

Ban tanpa angin yang tengah diriset oleh Michelin tampaknya akan menjadi babak baru dalam sejarah otomotif dunia.

Berita | 7 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

2 jam yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

3 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

4 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

6 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

7 jam yang lalu