Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ini Sebab Lampu Sein Berkelir Jingga

Warna jingga lebih terang dan lebih mudah 'mengusik' mata.
Berita
Minggu, 24 Maret 2019 16:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Pada 1925, Edgar A. Walz, Jr menciptakan lampu sein modern seperti yang kita lihat saat ini. Temuannya berupa sistem sederhana yang membuat lampu dapat berkedip.

Pada awalnya lampu sein berwarna putih untuk bagian depan dan pada bagian belakang dibuat menyatu dengan lampu belakang (taillight) dengan warna merah. Hingga tahun 50-an, muncul inovasi dengan hadirnya warna jingga (Amber, menurut orang Amerika) untuk lampu sein pada mobil-mobil Eropa seperti mobil-mobil dari Volvo atau merek Jerman.

Pada 1963, regulasi di Jerman dan beberapa negara di Eropa Barat lainnya mulai menetapkan bahwa warna lampu yang dipergunakan sebagai lampu sein berwarna orange baik untuk depan maupun bagian belakang .

Hal ini sedikit berbeda dengan otoritas di Amerika Serikat yang tetap mempertahankan lampu sein belakang berkelir merah, bahkan sampai saat ini dan digunakan oleh merek lokal dari General Motors, Ford ataupun Chrysler Group.

Seperti dilansir oleh anythingmotor.com, regulasi di Amerika pada 1968 memberikan kelonggaran untuk warna lampu sein belakang apakah berwarna orange (amber) atau tetap merah.

Secara teori, pedar warna jingga akan lebih terang dibandingkan dengan warna merah dan perbedaan warna yang ada dapat dengan mudah dibedakan sehingga dari jarak jauh kedip lampu sein dapat dengan mudah ditengarai. Selain itu warna jingga memiliki kecepatan rambat cahaya lebih cepat dan pedar cahayanya tegas serta mampu mengusik mata.

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di AS pada tahun 2008 kembali menguatkan bahwa lampu sein berwarna jingga memberikan efek positif dalam keselamatan berkendara. Warna ini 28% lebih mudah didentifikasi dibandingkan lampu merah.

Sedangkan Indonesia menjadi negara yang menganut sistem lampu sein berwarna jingga. Walau sempat beberapa produk seperti Opel Blazer edisi awal masih menggadopsi sistem sein ala mobil Amerika dengan warna cahaya merah.


Tags Terkait :
Lampu Lalulintas Sejarah
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Awas, Ada Dua Juta Kendaraan Keluar Masuk Yogyakarta Di Libur Nataru 2025

Kepadatan mulai mungil siang hingga malam hari.

1 hari yang lalu


Berita
Ini Lokasi Kamera ETLE Di Lima Wilayah Jakarta

Sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terus diperluas di wilayah DKI Jakarta.

6 bulan yang lalu


Berita
Masih Pakai Rotator? Awas Ada Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2025

Tilang dengan ELTE lebih digiatkan

9 bulan yang lalu


Tips
Apa Beda Rambu P dan S?

Kelihatan ‘mirip’ namun beda makna di antara keduanya

10 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Rekrut Ribuan Karyawan Baru Untuk Proyek Century Dan GR GT3

Sebagai simbol pesan dari Toyota soal arah pengembang produk di masa depan.

2 jam yang lalu


Tips
Pentingnya Ritual Cuci Mobil Teratur

Cuci mobil sebagai bagian dari perawatan kendaraan.

4 jam yang lalu


Mobil Listrik
Dua Model Hyundai Dengan Nama Planet Bakal Diperkenalkan Di Beijing Auto Show 2026

Ioniq Universe Hyundai untuk pasar China debut di Beijing Auto Show 2026 dengan Venus dan Earth Concept berbasis platform E-GMP.

5 jam yang lalu


Berita
Begini Cara Daihatsu Lebih Akrab Dengan Anggota Komunitas

Daihatsu gelar turnamen olahraga Sahabat Klub Daihatsu 2026 di Sunter, Jakarta Utara. Lebih dari 400 peserta dari 21 klub ikuti bulutangkis, padel, tenis meja, hingga e-sport.

8 jam yang lalu


Mobil Listrik
GWM Tegaskan Tidak Tertarik Kembangkan EREV

GWM tolak kembangkan EREV karena efisiensi rendah 13% dibanding direct-drive pada kecepatan menengah-tinggi, ungkap Presiden Mu Feng saat peluncuran platform GWM One.

8 jam yang lalu