OTODRIVER - Aito merupakan salah satu bentuk kesuksesan kerjasama yang dilakukan oleh Seres dan Huawei. Akan tetapi pabrikan otomotif asal Chongqing China tersebut baru saja meluncurkan brand EV baru yang bernama Aiva.
Mengutip dari Carnewchina, brand ini dihadirkan untuk mengurangi ketergantungan yang besar pada raksasa teknologi tersebut.
Langkah strategis ini dilakukan lantaran Seres tengah bergulat dengan yang analisis industri sebut sebagai ‘Sindrom ketergantungan Aito.” Berdasarkan data tahun 2025, merek Aito menyumbang lebih dari 90% volume penjualan Seres. Disebutkan 426 ribu unit dari 472 ribu unit jualan Seres adalah dari Aito.
Merek Aiva
Upaya menjauh dari bayang-bayang raksasa Huawei, bukan berarti Seres lantas menjauhkan brand barunya ini dari teknologi tinggi.
Jika dilihat dari namanya, Aiva sendiri merupakan singkatan dari ‘Artificial Intelligence Voyage Ahead.’ Merek ini memposisikan dirinya pada pengalaman yang didukung AI dengan apa yang digambarkan oleh para eksekutif sebagai "teknologi AI yang hangat" yang merespons kebutuhan nyata pengguna, sekaligus membawa asosiasi semantik alami dari "cintai aku" dalam bahasa Mandarin.
Dalam mewujudkan Aiva, Seres menggandeng ByteDance, di mana kemitraan ini berfokus pada pengembangan bersama pengalaman kokpit cerdas dengan interaksi dengan ekosistem Douyin dan Feishu milik BtyteDance.
Langkah menuju pintu produksi sudah dirancang dengan cermat dan bahkan produk pertama Aiva yakni ME7 telah diluncurkan sebelum akhir tahun 2026. (SS)
