Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

3 Faktor Penyebab Kerugian Nissan

Nissan Motor Co mengumunkan penurunan laba operasional sebesar 70 persen untuk periode kuartal kedua tahun fiskal 2020.
Berita
Selasa, 19 November 2019 13:00 WIB
Penulis : Alfons


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Nissan Motor Co mengumunkan penurunan laba operasional sebesar 70 persen untuk periode kuartal kedua tahun fiskal 2020 atau periode Juli-September 2019. Dampaknya dari hal ini, mereka pun menurunkan forecast tahunan mereka ke angka terendah dalam 11 tahun terakhir.

Dilansir dari berbagai sumber, disebutkan setidaknya ada tiga faktor yang menjadi penyebab kerugian pabrikan pusat dari merek asal Yokohama, Jepang ini. Nilai tukar Yen yang berdampak negatif, angka penjualan yang menurun, serta 'kekacuan' pascapenggulingan Carlos Ghosn disebut jadi biang kerok permasalahan Nissan.


Al Jazeera melaporkan laba operasional produsen mobil kedua terbesar di Jepang ini dari penjualan 'hanya' 30 milyar yen (setara dengan 275 juta dolar AS) selama periode Juli ke Sepetember tahun ini. Angkanya melorot drastis dari periode yang sama setahun sebelumnya yang mencapai 101,2 milyar Yen (927 juta dolar AS).

"Laba operasional untuk setengah tahun pertama tidak sesuai dengan target kami," ujar Corporate Vice President Nissan, Stephen Ma memberi tanggapan.

"Kami perlu melakukan penyesuaian ulang untuk prospek penjualan untuk di China dan pasar lainnya," tambah pria yang akan mengisi pos Chief Financial Officer per 1 Desember mendatang.

Di sisi lain penurunan laba ini juga berdampak pada brand image pabrikan. Strategi diskon besar-besar dan penguatan penjualan fleet, utamanya di wilayah Amerika Serikat merusak brand image Nissan. Meski jumlah penjualan mereka meningkat, produk Nissan kini diasosiasikan sebagai brand murah dengan nilai jual kembali mobil yang rendah.

Nissan pun sebenarnya mengambil langkah untuk mempertahankan bisnisnya ini. Mereka melakukan rencana pemulihan global dengan memangkas hampir sepersepuluh tenaga kerjanya dan memangkas produksi global sekitar 10 persen sampai tahun 2023, dalam rangka efisiensi.

Di Indonesia dampaknya juga mulai terasa. Nissan dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 12.500 karyawan yang 830 orang di antaranya ada di Indonesia. Tidak hanya itu, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) juga 'mengistirahatkan' satu dari dua pabrik mereka yang ada di Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik ini terakhir memproduksi Nissan Livina Februari 2019 lalu, yang generasi terbarunya sekarang dibuat oleh pabrik Mitsubishi mengingat Livina kini berbagi platform dengan Xpander.


Tags Terkait :
Nissan
A

Alfons

Reporter

Alfons Hartanto

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait

Berita
Wajah Mitsubishi Pajero Terbaru Semakin Terkuak

Diperkirakan pakai platform yang serupa dengan Triton.

1 hari yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

4 hari yang lalu


Berita
All New Nissan Elgrand Dirilis di Jepang, Harganya Setara Rp700 Jutaan

All New Nissan Elgrand generasi keempat resmi dirilis di Jepang dengan teknologi hybrid e-POWER dan e-4ORCE. Simak spesifikasi serta harga All New Nissan Elgrand Jepang yang dimulai dari Rp762 juta.

1 minggu yang lalu

Berita
Kei Car BYD Bakal Meluncur Akhir Juli di Jepang, Hanya Rp 133 Jutaan

BYD bersiap memperluas portofolionya di Jepang dengan meluncurkan mobil listrik mungil Racco versi setir kanan pada 28 Juli 2026.

2 minggu yang lalu


Berita
Petinggi Toyota Kurang Suka EV, Tapi Penjualannya Dahsyat di AS

Memasarkan 21 model NEV dengan empat kategori kendaraan.

2 minggu yang lalu


Berita
Tidak Ada Model Baru Maxus Untuk GIIAS 2026

Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026 bakal dihelat sebentar lagi. Namun pesta otomotif ini tidak membuat Maxus ingin memperkenalkan model terbarunya.

2 minggu yang lalu

Berita
Nissan Tekton, SUV Compact Dengan Karakter Patrol

Untuk pasar Australia akan hadir dengan nama Renault Duster.

2 minggu yang lalu


Berita
Kata Toyota, PHEV Belum Siap Untuk Pikap

Toyota Hilux PHEV belum siap untuk diterapkan karena tantangan massa, muatan, dan kemampuan menarik beban yang belum memenuhi standar pikap. Toyota lebih mempertimbangkan FCEV pada 2028.

3 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

24 menit yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

1 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

1 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

3 jam yang lalu


Bus
DCVI Anggap Operator dan Mitra Karoseri Seperti Keluarga

Ditambah upaya konsisten menjaga pelayanan purna jual agar operasional para operator tetap terjaga.

4 jam yang lalu