Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Begini Cara Menguji Kekuatan Jalan Tol Layang Sebelum Dioperasikan, Diuji Beban dengan 15 Dump Truck

Sebanyak 15 unit truk jenis dump truck ditempatkan di atas ruas tol layang tol ini untuk menguji kekuatannya. Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis.
Berita
Selasa, 6 Maret 2018 07:00 WIB
Penulis : ZCH1708


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Anda mungkin belum mengetahui seperti apa sih sebuah proyek jalan layang, baik jalan tol maupun non tol diuji kekuatan dan kemampuannya menahan beban puluhan ribu kendaraan yang setiap hari akan melintas di atasnya sebelum kemudian dinyatakan layak dipakai?

Ternyata ada proses atau fase pengujian yang menarik. Ketika proyek fisik sebuah jalan layang tol atau non tol selesai digarap, dilakukan uji beban dengan melibatkan belasan sampai puluhan kendaraan berat yang ditempatkan di atasnya, pada titik-titik tertentu. Lalu dengan menggunakan alat tertentu bisa diketahui seberapa besar kekuatan jalan layang tersebut.

Misalnya seperti tes beban yang dilakukan Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR terhadap proyek Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi II B Kedung Badak-Simpang Yasmin, Minggu (4/3) lallu.

Sebanyak 15 unit truk jenis dump truck ditempatkan di atas ruas tol layang tol ini untuk menguji kekuatannya. Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis (frekuensi resonansi akibat impact) dan uji beban statis loading unloading maksimum (400 ton dengan menggunakan 15 truk kapasitas masing-masing truk antara 25-30 ton).

BACA JUGA

Titik pengujian dilakukan pada bentang yang berupa tanjakan dan super elevasi, yaitu di Pier 31 – 32.

Hadir dalam pengujian ini pejabat dari KKJTJ yaitu Bambang Suhendro (Universitas Gajah Mada), Hidayat (Institut Teknologi Sepuluh November), Dradjat H. dan Yuda Handita (Kepala Balai Jembatan dan Terowongan Jalan PUPR).

Hendro Atmojo Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, perusahaan yang akan mengoperasikan jalan tol ini Senin (5/3) mengatakan, pengujian dilakukan sejak pukul 11.00-17.00 WIB mendapatkan hasil uji yang baik dan laik fungsi sebagai jembatan atau jalan layang sesuai perbandingan grafik pengukuran dibandingkan grafik pemodelan perencanaan.

Hasil pengujian ini, proyek Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi II B Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2,65 km dinyatakan lolos uji.

Ruas tol seksi II B ini dikelola oleh PT Marga Sarana Jabar (PT MSJ) sebagai salah satu kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dinyatakan aman dan laik fungsi untuk dipergunakan sebagai jalan layang atau jembatan tol," ungkap Hendro Atmojo.

Proyek Jalan Tol BORR Seksi II B ini merupakan yang pertama kali melakukan uji beban jembatan di lingkungan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, untuk jalan layang atau jembatan tol.

Setelah dikeluarkannya sertifikat laik fungsi dari Kementerian PUPR atas lulusnya uji beban ini, maka selanjutnya dilakukan uji kelaikan operasi yang direncanakan pada akhir Maret 2018. Pengoperasian jalan tol BORR Seksi II B (Kedung Badak – Simpang Yasmin) sepanjang 2,65 Km direncanakan pada minggu ke-2 bulan April 2018.


Tags Terkait :
Uji Beban Jalan Tol Layang BORR II
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Ruas Tol Simpang Yasmin-Kayu Manis Siap Perlancar Arus Logistik di Bogor

Ruas tol jenis layang ini juga telah melalui tahap uji statis dan uji dinamis yang melibatkan kendaraan berat jenis truk.

5 tahun yang lalu


Berita
Begini Cara Menguji Kekuatan Jalan Tol Layang Sebelum Dioperasikan, Diuji Beban dengan 15 Dump Truck

Sebanyak 15 unit truk jenis dump truck ditempatkan di atas ruas tol layang tol ini untuk menguji kekuatannya. Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis.

7 tahun yang lalu


Truk
Inilah Penyebab Yang Sebenarnya Dari Rem Blong

Tidak peduli perawatan sistem pengereman bak menunggu waktu ‘apes’

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Masih terlalu banyak yang tidak peduli perawatan sistem rem dan bobot muatan

1 tahun yang lalu


Truk
Apa Itu Truk ODOL?

Salah satu 'biang kerok' rusaknya banyak jalan di Indonesia

1 tahun yang lalu


Berita
Razia Beban Truk Di Tol Cipali Dengan Bantuan Teknologi

Akan sulit mengelak soal kelebihan muatan

1 tahun yang lalu


Truk
Minyak Rem: Sederhana Tapi Mematikan Kalau Terabaikan

Itupun bukan asal tuang, perlu ada masa perawatan berkala

2 tahun yang lalu


Berita
Mulai Atur Truk ODOL, Gerbang Tol Dipasangi Mesin Pemantau Beban

Melalui alat ini kendaraan yang kelebihan muatan akan terpantau. Truk akan terkena denda biaya tol tambahan jika kedapatan kelebihan muatan.

4 tahun yang lalu


Terkini

Tips
Waspada, Ini Wilayah Lelah Yang Rawan Kecelakaan Di Tol Trans Jawa

Ingat, microsleep tanda awal kelelahan ringan tapi bisa mematikan dampaknya

2 jam yang lalu


Berita
Asuransi Astra Ikut Mengamankan Pemudik Dengan Cara Ini

Disediakan beragam paket perlindungan kesehatan pemudik, proteksi kendaraan, sampai bantuan darurat di jalan.

5 jam yang lalu


Berita
Berjualan Di Indonesia, Leapmotor Bawa Bekal Brand China Dengan Pertumbuhan Paling Cepat

Leapmotor siap berjualan di Indonesia. Mereka datang dengan bekal sebagai produsen otomotif Tiongkok dengan pertumbuhan yang sangat besar dari 2019-2025.

21 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026: Suka Duka Berlibur Dengan Mercedes-Benz GLB 200 AMG Line

Review mudik Mercedes-Benz GLB 200 AMG Line di Mudik In Style 2026: handling presisi, kabin mewah 7-seater, tapi noise ban dan sunroof kurang optimal. Harga Rp1,29 miliar.

22 jam yang lalu


Berita
BYD Seal 08 Segera Meluncur, Simak Bocoran Spesifikasinya

BYD Seal 08 siap meluncur Q2 2026 dengan spesifikasi BYD Seal 08 unggul: baterai Blade 2.0 LFP >1.000 km CLTC, flash charging 400 km/5 menit, desain fastback, dan hybrid DM-i.

23 jam yang lalu