Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mengapa All New Kijang Innova Masih Pakai Ladder Frame? Ini Jawaban Perancangnya

Di 2015 ini Kijang masih saja memakai sasis ladder frame, belum monokok. Apa alasannya?
Berita
Senin, 23 November 2015 18:40 WIB
Penulis : Fitra Eri


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Toyota All New Kijang Innova baru saja meluncur hari ini (23/11). Di sela-sela peluncurannya di Fairmount Hotel, Senayan, Jakarta, kami dapat kesempatan berbincang langsung dengan Hiroki Nakajima, Chief Executive Engineer Toyota Motor Corporation. Singkat kata, beliaulah yang mengepalai perancangan All New Kijang Innova ini.

Hiroki Nakajima (tengah), perancang All New Kijang Innova

Di kesempatan itu kami langsung menanyakan hal yang mengganjal di benak kami, mengapa di era modern seperti sekarang, All New Kijang Innova masih saja memakai sasis tangga alias ladder frame yang bisa dibilang kuno. Padahal dengan harga varian tertinggi mencapai Rp 423,8 juta, MPV lain sekelasnya sudah monokok.

"Alasan utama jelas untuk ketangguhannya. Sasis ini cocok untuk dibawa ke berbagai permukaan jalan di Indonesia," ucap Nakajima dalam bahasa Inggris yang lancar. "Kami masih menilai konstruksi seperti inilah yang cocok di Indonesia, karena meningkatkan rigiditas secara keseluruhan."

Memang sasis tangga akan membuat mobil lebih tangguh, tapi juga membawa beberapa kelemahan. Di antaranya adalah kestabilan dan karakter kenyamanannya. Kami memang belum mengetes mobil ini secara jarak jauh, sehingga belum mengetahui bagaimana ketika ia dibawa berjalan.

BACA JUGA

Tapi satu yang pasti, kehadiran ladder frame membuat sangat sulit untuk mengutilisasi ruang di bawah lantai karena ada sasis. Makanya kemungkinan karena itulah Toyota masih mempertahankan pelipatan jok belakang ke samping, bukan dibenamkan rata lantai seperti sejumlah MPV modern lainnya.

Jok belakang Kijang baru masih dilipat ke samping

Menanggapi hal ini, Nakajima menjawab, "Bila kami benamkan ke lantai, maka konsekuensinya mobil akan semakin tinggi lagi. Lagipula menurut survei kami, sejumlah konsumen merasa sulit untuk menarik jok dari bawah. Kalau ke samping kan mudah. Toh, tidak banyak juga konsumen yang membutuhkan hal itu."

Berdasarkan hasil wawancara kami dengan beberapa engineer di Toyota lainnya, keberadaan ladder frame juga disebabkan oleh konsep berbagi basis dengan Fortuner dan Hilux. Artinya jika Kijang memakai monokok sendirian, biaya untuk riset dan produksi pun bisa meningkat.

Tapi menjawab keraguan orang terhadap sasis ini, Nakajima kembali menambahkan, "Benar sekali seperti Anda bilang, wheelbase mobil ini sama persis dengan sebelumnya. Tapi sasis yang dipakai sangat berbeda, karena mobil ini sekarang dibuat lebih ke arah kenyamanan dan kemewahan. Silakan rasakan sendiri."

Nantinya setelah OtoDriver.com mencoba langsung Kijang baru ini dalam jarak jauh, barulah kami bisa memberi info kepada Anda apakah sasis ini benar bisa memberikan kestabilan, kenyamanan dan kepraktisan memadai.


Tags Terkait :
Kijang Innova Toyota Sasis
F

Fitra Eri

Editor In Chief

Jurnalis sekaligus pebalap mobil ini sudah berpengalaman di dunia jurnalistik otomotif sejak 1999. Lulusan Teknik Mesin...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ananda Mikola Sudah Pesan Kijang Innova Baru

Pembalap kawakan Ananda Mikola ternyata sangat suka dengan Kijang. Ia bahkan sudah memesan 1 unit All New Kijang Innova.

10 tahun yang lalu


Berita
Harga Mobil Diesel Seken Lunglai, Ambrol Hingga Puluhan Juta

Harga solar non subsidi menginjak harga Rp 30 ribuan/liter. Bencana bagi pasar mobil diesel bekas

1 minggu yang lalu


Berita
Toyota Kijang Innova Diesel Bakal Stop Produksi Tahun Depan

Sejak diluncurkan pada 2016 di India, Toyota Innova Crysta menjadi salah satu pilihan favorit konsumen.

1 bulan yang lalu


Berita
Nasib Toyota Sienta Di Ujung Tanduk

Saat ini Toyota Sienta memang masih dijual pihak Toyota. Namun nasib mobil tersebut ternyata belum jelas. Pasalnya menurut laporan Gaikindo mulai Januari 2023 tidak ada data penjualan untuk mobil ini.

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Aki Varta Perkenalkan Kemasan Baru Untuk Identifikasi Produk

Varta memperkenalkan kemasan baru aki Varta untuk identifikasi produk melalui warna berbeda dan kode otentifikasi digital di Indonesia.

2 jam yang lalu


Berita
Perkuat Kepemimpinan Era Elektrifikasi, BYD-Denza Rilis Teknologi Baru

Teknologi DM BYD Dual Mode elektrifikasi diperkenalkan sebagai jembatan transisi menuju kendaraan listrik di tengah dominasi ICE di Indonesia.

3 jam yang lalu


Mobil Listrik
Porsche Pionir Teknologi Hybrid Yang Berevolusi Jadi REEV

Porsche pionir teknologi hybrid series REEV melalui Lohner-Porsche Mixte 1901, yang menjadi dasar evolusi sistem range extender modern seperti Chevrolet Volt dan Nissan e-Power.

3 jam yang lalu


Berita
CWORKS, Legenda Spare Part Jepang Akhirnya Hadir di Indonesia

Menyediakan suku cadang berstandar mutu global dengan harga terjangkau.

4 jam yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat REEV Yang Bakal Jadi Andalan Changan

Deepal S05 REEV Changan Indonesia akan menjadi REEV pertama di pasar Indonesia dengan teknologi range extender untuk mobilitas listrik yang fleksibel.

7 jam yang lalu