5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Melewati Jalanan Banjir

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Melewati Jalanan Banjir

Awal tahun 2020 beberapa kasus banjir sudah melanda beberapa wilayah di Indonesia. Daerah sekitar Jakarta misalnya sudah beberapa kali terdampak banjir yang cukup parah dalam dua bulan pertama ini.

Dampak banjir, dalam beberapa kasus memaksa pengemudi kendaraan roda empat untuk menerobos jalanan yang tergenang air cukup tinggi. Lewat keterangan pers yang dikirimkan Auto2000 disebutkan kalau mencari jalan alternatif adalah pilihan terbaik, sementara menerjang banjir adalah opsi terakhir kalau memang mobil sudah terjebak.

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan fokus saat harus mengemudi di tengah jalan yang banjir, jangan paksakan untuk lewat bila dirasa tidak memungkinkan karena ada risiko kerusakan besar seperti water hammer atau mesin mobil kemasukan air yang butuh biaya besar untuk perbaikan,” terang Aftersales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya.

Nah, dalam kondisi terpaksa menerobos jalanan tergenang ini pun ada beberapa hal penting untuk diperhatikan. Berikut jabarannya.
(Baca juga:Mitos Atau Fakta: Mobil Diesel Lebih Tangguh Terabas Banjir Ketimbang Mesin Bensin)

 

1. Analisis Kondisi Jalan yang Akan Diterjang
Sebelum menerobos jalanan yang banjir, tentukan jalur yang akan dilewati. Jika memungkinkan pelajari kondisi jalan, pilih jalur dengan genangan paling rendah, dan paing minim hambatan seperti polisi tidur ataupun lubang. Ini bisa dilihat dari pergerakan mobil lain di lokasi banjir.

Untuk jalan yang terdiri dari beberapa jalur, paling aman adalah ambil jalur tengah atau paling kanan karena relatif lebih tinggi ketimbang jalur lainnya. Untuk mudahnya, perhatikan mobil lain di depan yang sudah melewati.

Selain itu perhatikan juga tinggi gengan air. Batas aman tinggi genangan air untuk diterobos adalah setengah dari tinggi ban mobil. Pada ketinggian tersebut, air dipastikan masih berada di bawah intake mesin, aki, dan sistem kelistrikan di ruang mesin.

Saat melaju, bersabar dan perhatikan ketinggian di jalur yang akan dilalui. Gunakan benda di sekitar sebagai patokan, seperti pembatas jalan atau trotar. Lebih ideal lagi kalau ada mobil serupa yang juga menerjang banjir, pastikan ketinggian air tidak melewati batas.

2. Jaga Putaran Mesin
Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi dengan alasan supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot.Melaju dengan RPM tinggi memperbesar daya isap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung pada water hammer.

Jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm dan jaga putaran mesin agar tetap konstan dan mobil tidak melaju terlalu cepat agar tidak sulit dikendalikan.

Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling dan biarkan mesin melajukan mobil secara konstan. Tahan posisi transmisi di gigi 1 dan jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum.

Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi rendah atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

(Baca juga:Cara Mudah Mengenali Tanda Mobil Bekas Banjir)

3. Jaga Jarak Aman
Penting untuk menjaga laju kendaraan secara konstan dan memberi jarak dengan kendaraan di depan. Kecepatan stabil mencegah air masuk ke dalam ruang mesin.

Pastikan juga jarak aman dengan mobil di depan. Jalankan mobil setelah cukup yakin mobil di depan tak akan menghalangi laju sebagai langkah antisipasi bila mobil di depan mogok dan masih bisa melakukan manuver menghindar.

4. Hindari Arus Air Banjir
Beberapa banjir disebabkan oleh sungai besar yang meluap. Biasanya banjir seperti ini disertai dengan arus air yang mengalir deras memotong jalur lintasan jalan.

Jangan pernah sepelekan arus air yang deras karena bisa menyeret mobil. Kalau sampai terjadi, nyawa taruhannya. Urungkan niat menerjang banjir kalau situasi seperti ini.

5. Keringkan Rem dan Kopling
Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya cengkaram berkurang drastis. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan.

Lakukan ini sekitar 10 detik, kemudian cek daya pengereman dengan mengerem secara normal. Bila masih terasa belum optimal, ulangi lagi cara di atas sampai pengereman kembali normal. Lakukan proses serupa pada pedal kopling jika mobil Anda bertransmisi manual.

Amati pula kondisi mobil, apakah ada suara aneh dan tidak biasa. Perhatikan pula panel instrumen jika ada indikator kerusakan menyala. Bila ragu, sempatkan sejenak untuk menepi dan memeriksa lebih cermat.

(Baca juga: Daftar Kontak Layanan Towing untuk Mobil yang Kebanjiran)

Foto: Auto2000

 

Kondisi Mobil Mogok Terkena Banjir
Ketika mesin mobil mati, jangan pernah mencoba untuk menyalakan kembali karena ada potensi sudah kemasukan air. Jika mesin dinyalakan, risiko terkena water hammer akan sangat besar dan ini butuh penanganan yang serius.

Segera keluar dari mobil dan hanya bawa barang-barang yang diperlukan. Bila memungkinkan, dorong mobil ke tempat lebih tinggi dan aman. Sebelum keluar mobil, posisikan tuas transmisi di netral untuk mobil manual atau tuas di N untuk mobil otomatis.

Kalau kondisi tidak memungkinkan untuk didorong, misal karena arus yang deras atau tidak cukup tenaga, segera tinggalkan mobil dan berlindunglah di tempat yang aman. Segera kontak tim Emergency Road Assistance.

Selanjutnya, sebagai langkah pengaman, bawa mobil Anda ke bengkel atau memanggil layanan home service untuk memastikan seluruh komponen tidak mengalami gangguan.

Simak Video : VIDEO: Menghindari Malapetaka Pecah Ban

 
 
Rekomendasi

CarReview.id

    Otorider.com