BUS-TRUCK – Dalam dunia truk inovasi tidaklah sepesat yang terjadi pada kendaraan penumpang. Namun ada suatu masa di mana inovasi pada desain truk mengalami lompatan besar.
Pada 1983, Steinwinter Supercargo 20.40 diperkenalkan pada pameran otomotif Frankfurt. Kelahiran truk konsep semi -trailer heavy duty dengan desain radikal berprofil rendah ditangani oleh Manfred Steinwinter, seorang insinyur asal Stuutgart, Jerman.
Ide kelahirannya dipicu oleh aturan ketat Eropa mengenai batasan panjang kendaraan. Konsepnya cukup liar, di mana kepala truk ini berada di bawah trailer yang ditariknya. Sebuah upaya untuk tetap punya panjang optimal dan mampu mengangkut muatan lebih banyak.
Selain itu profil rendah lengkap dengan kontainernya dinilai mampu menekan hambatan udara secara signifikan. Sedangkan untuk tinggi truk itu sendiri hanya terpaut ½ inci lebih tinggi dari Lamborghini Huracan.
Mengutip dari TheDrive, Supercargo ditenagai oleh mesin diesel Mercedes OM422 berkonfigurasi V8 yang mamou meretas daya 276 hp dan torsi 1.020,95 Nm. Kinerja mesin ini disalurkan ke poros tunggal di bagian belakang melalui transmisi ZF 16 percepatan.
Salah satu ide terbesar di balik truk semi ini adalah kemampuan modularnya. Truk ini dapat menarik trailer di belakangnya, kontainer kargo di atasnya dan dapat diubah menjadi bus wisata. Semuanya dapat dilakukan secara modular dengan mengganti model ruang yang diletakkan di atas truk. Langkah ini menciptakan solusi berbiaya rendah yang dapat diterapkan pada banyak situasi.
Kokpit modern
Walau berstatus sebuah truk, namun Supercargo punya kokpit yang modern. Setir kemudinya menyerupai setir empat palang yang ditemukan di Mercedes E Class dan C Class di era 80an, sementara di bagian tengahnya terdapat konsol yang lebar. Sedangkan desain dasbornya cukup mewah. Sepasang jok Recaro berlapis kulit ditempatkan sebagai penyangga badan pengemudi dan penumpang sampingnya.
Kokpit Steinwinter Supercargo. Mewah (Foto : drive)Hanya sampai tahap prototipe
Kendati punya ide yang melancong terlalu jauh dari umumnya truk, Supercargo 20.40 ini harus dihadapkan pada kenyataan pahit.
Posisinya yang rendah menyebabkan visibilitas yang buruk dan terbatas menjadi kelemahan terbesar dari ide ini. Karena posisinya cukup rendah iapun terkendala dengan fleksibelitas dalam beroperasi ke berbagai ragam daerah.
Beberapa laporan, truk ini punya kendala berkenaan dengan kehandalannya sehingga umur pakainya tidak bisa diperkirakan.
Hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan bagi Mercedes mundur dari proyek tersebut. (SS)
Steinwinter Truck (Foto : drive)

Suryo Sudjatmiko
Jurnalis
Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...








