BUS-TRUCK - Proses masuknya kampiun otomotif India, Tata Motors, ke Iveco sebenarnya sudah berjalan sejak bulan Juli tahun 2025. Puncak dari proses tersebut akan berlangsung pada periode minggu pertama bulan November 2026 dimana porsi saham kampiun truk Eropa yang mencapai 87,81 persen akan berpindah tangan ke pabrikan asal India itu.
Pengambil alihan saham secara masif itu, seperti dikutip dari laman Sustainable Bus, akan menyentuh nilai 3,8 miliaran Euro atau setara Rp76 triliunan. Salah satu pendorongnya adalah untuk menyelamatkan kondisi yang dialami oleh pabrikan Italia itu yang kerugian berturut-turut dalam beberapa tahun belakangan.
Dalam proses akuisisi tersebut pihak Tata Motors tidak akan melakukan perombakan manajemen secara massif. Setidaknya dalam jangka pendek.
Bagi pihak Tata, mengambil peran di Iveco diklaim bisa mendorong lebih banyak lagi terbukannya peluang pengembangan produk serta pasar kendaraan komersial. Tidak hanya berkaitan dengan potensi pasar di India sendiri tapi juga meningkatkan kemampuan Tata maupun Iveco untuk untuk masuk ke berbagai wilayah pasar global untuk kendaraan komersial yang belum maksimal digarap.

Iveco sendiri saat ini diperkuat oleh 33 ribu karyawan, punya 16 lokasi produksi, 22 titik pusat riset dan pengembangan. Semuanya tidak melulu membuat truk atau bus, karena Iveco juga punya kemampuan untuk membuat berbagai jenis mesin kendaraan komersial.
Bisnis pembiayaan untuk kendaraan bermotor juga dipunya oleh pabrikan yang bermarkas di kota Torino, Italia, tersebut.
Untuk jenis kendaraan komersial, setidaknya ada tiga segmen yang dimasuki; kendaraan angkut ringan sampai menengah berupa berbagai model serta varian pikap serta van.
Kemudian segmen kendaraan angkut berat dan yang terakhir adalah berbagai model bus ukuran besar maupun menengah, baik yang bermesin diesel maupun yang dapur pacunya berspesifikasi NEV yaitu listrik maupun hybrid.












