Langsung ke konten

Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

Truk Sabtu, 31 Oktober 2026 21:00 WIB
Truk - Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu
Ban Dobel (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BUS-TRUCK – Pernah memperhatikan truk besar yang punya dua ban di setiap sisi roda belakangnya? Konfigurasi ini disebut dual rear wheel atau ban ganda.

Sekilas, empat ban pada satu gandar belakang terlihat berlebihan. Padahal ada alasan teknis di baliknya, dan sejarahnya ternyata sudah lebih dari satu abad.

Berawal dari Kebutuhan Angkut Lebih Berat

Pada awal 1900-an, truk bermotor masih terbatas kemampuannya, termasuk dalam menopang beban. Saat itu truk banyak memakai ban karet padat dengan kapasitas angkut yang kecil.

Michelin mencatat, pada 1908 mereka memperkenalkan konsep ban kembar di gandar penggerak truk. Salah satu pengguna awalnya adalah Berliet M, yang disebut Michelin sebagai truk modern generasi awal. Dengan ban kembar, kendaraan ini mampu membawa muatan hingga 3.000 kg, lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya.

Jadi sejak awal, ban ganda memang lahir untuk menambah kapasitas angkut.

Beban Jadi Terbagi

Alasan utamanya sederhana: membagi beban. Dengan ban tunggal, satu gandar hanya ditopang dua ban. Dengan ban ganda, ada empat ban yang berbagi tugas.

Sebagai gambaran, jika satu gandar menerima beban 8 ton secara merata, tiap ban pada konfigurasi ganda menanggung sekitar 2 ton. Pada ban tunggal, tiap ban menanggung sekitar 4 ton. Angka ini hanya ilustrasi, karena kondisi nyata dipengaruhi pusat gravitasi, suspensi, tekanan angin, dan spesifikasi ban.

Ada juga keuntungan lain. Jika salah satu ban bocor, tiga ban lainnya masih bisa menopang sebagian beban agar truk bisa menepi ke tempat aman. Tire Rack menyebut konfigurasi ini sudah dipakai sekitar 100 tahun pada kendaraan komersial berat. Meski begitu, bukan berarti truk boleh jalan normal dengan satu ban rusak. Kecepatan dan jarak tempuh tetap harus dibatasi.

Foto - Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu
Duallie (Foto : jalopnik)

Tidak Selalu Paling Efisien

Ban ganda punya konsekuensi. Bobot kendaraan bertambah karena ada ban dan pelek ekstra, dan hambatan gulir (rolling resistance) ikut naik sehingga konsumsi bahan bakar bisa lebih boros. Hal ini tercatat dalam publikasi US Environmental Protection Agency (EPA) pada 2002.

Karena itu muncul alternatif bernama wide-base single tyre, yaitu satu ban lebar yang menggantikan sepasang ban biasa. Michelin memperkenalkannya kembali lewat produk X-One pada era 2000-an. EPA mencatat, ban tunggal lebar berpotensi menghemat bahan bakar sekitar 2,7 sampai 4,9 persen dibanding ban ganda dalam pengujian yang dirujuk publikasi tersebut.

Meski begitu, ban ganda masih banyak dipilih pada truk berat. Kapasitas bebannya sesuai kebutuhan operasional, ban penggantinya mudah didapat, dan masih ada cadangan jika salah satu ban rusak.

Jadi, empat ban di gandar belakang truk bukan sekadar supaya tampak kekar. Itu hasil evolusi teknologi sejak awal abad ke-20, saat kendaraan angkut dituntut membawa lebih banyak muatan tanpa membebani satu ban secara berlebihan. (SS)

#truk #bantruk #banganda #dualrearwheel #michelin #sejarahotomotif #teknologiotomotif #otodriver

Suryo Sudjatmiko
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.