BUS-TRUCK - Ternyata makin banyak pabrikan bus yang memilih produk masa depan adalah satu model bus tanpa pengemudi. Salah satunya adalah MAN, pabrikan asal Jerman ini termasuk yang getol meriset model yang semakin ramah lingkungan dan berisi beragam teknologi yang semakin memudahkan operator dalam mengoperasikan armadanya.
Kali ini dipilih kota Munich yang jadi lokasi uji bus tanpa pengemudi atau sering disebut autonomous bus sebagai bus kota. Didukung penuh oleh Pemerintah Kota Munich, ada model MAN Lion City akan menjalani satu rute secara rutin tanpa pengemudi manusia.
Setelah pengujian intensif, diperoleh sejumlah data yang berkaitan dengan performa bus, antisipasi sistem kemudi otaomatik atas kondisi jalanan, sampai keamanan operasional.
Pihak MAN dalam keterangan resminya mengutip pernyataan dari anggotya Parlemen Jerman Urusan Transportasi, Christian Hirte, yang menyebutkan bahwa “Autonomous mobility akan menjadi bagian system transportasi masa depan. Diharapkan data-data yang diperoleh selama masa pengujian bisa bisa segera dipalikasikan dalam kegiatan operasional bus kota yang sebenarnya, menjadikan Muncih sebagai kota pertama di Jerman yang mengoperasikanbus kota tanpa pengemudi."
Dukungan insentif sebesar 13 juta Euro, setara Rp260 miliar, diberikan ke semua pohak yang terlobat dalam pengujian tersebut.


Baca juga: Hino Bus Rilis Tiga Bus Baru Dengan Fitur Safety Termutakhir
Baca juga:Kemenhub Dorong Organda Terus Perluas Elektrifikasi Armada
Rute berkode 178 dipilih dengan alasan spesifik, ada berbagai variasi kondisi lalu lintas serta kontur jalan yang sangat beragam. Sebut saja; banyak persimpangan, sejumlah titik ruas jalan merupakan sentra kesibukan kota, ada lokasi kecepatan sangat rendah, underpass, sampai banyak akses keluar masuk kantong parkir di sepanjang jalur 178.
Berdasarkan keterangan Head of Bus Strategy and Bus Product Strategy MAN, Dr. Michael Roth, bus yang dijadikan moda pengujian itu dilengkapi sejumlah peranti serta sensor yang secara umum akan merekam data peta rute secara akurat berikut karakter jalan, bangunan, maupun kondisi lalu lintasnya.
Ada lima sensor LiDAR, enam radar, delapan kamera, dan satu jalur koneksi satelit untuk pandu lokasi gerak bus. Semuanya akan menjadi bahan untuk menggerakan setir, pedal gas, sismtem pengereman, sampai fungsi lampu sein. Selama masa pengujian memang akan ada satu pengemudi sungguhan yang tugasnya hanya memantau semua perantui pengujian bekerja.
Semua hasil pengujian akan diverifikasi oleh lembaga-lembaga yang berwenang di Jerman sebelum kemudian bernar-benar dipastikan keamanan maupun kenyamanan bus tanpa pengemudi itu terjamin untuk kemudian bisa dioperasikan secara resmi. (EW)











