BUS-TRUCK – PO Haryanto adalah salah satu operator yang termasuk pemain utama di jalur-jalur Pulau Jawa. Rutenya membentang dari arah barat hingga ke timur Pulau Jawa, termasuk ke Pulau Madura.
Dalam persaingan yang semakin ketat, ditambah ekspektasi penumpang yang semakin beragam, perusahaan yang bermarkas di Kota Kudus, Jawa Tengah, itu juga mereposisi sejumlah strategi untuk tetap kompetitif di bisnis transportasi.
Ditemui langsung saat perhelatan GIIAS 2026, Kamis (7/8/2026), Direktur Operasional PT Haryanto Motor Indonesia, Rian Mahendra, menjelaskan sejumlah strategi baru pihaknya.
Pertama, soal mulai diarahkannya pilihan dari satu perusahaan karoseri tertentu ke beberapa karoseri yang ada saat ini.
Hal itu, menurut Rian, berkaitan dengan konsep baru dari pihaknya. Diawali dengan pola pengadaan bodi baru yang dilakukan berbekal hasil penjualan paket bodi dan sasis yang sudah melewati usia pakai.
Pola itu membuat satu paket bodi dan sasis bisa dioperasikan setidaknya dalam kurun waktu 5–6 tahun. Namun, karena persaingan di bisnis transportasi penumpang yang semakin ketat, ditambah terus meningkatnya biaya pengadaan paket bodi dan sasis, pihaknya kini memutuskan untuk memakai paket sasis maupun bodi yang usia pakainya berpotensi lebih panjang.
Baca juga: Ini Alasan Perusahaan Otobus Naikan Harga Tiket Jelang Lebaran
Baca juga: Simak Plus Minus Perjalanan Bus Di Siang Hari
Memilih produk sasis dengan potensi usia pakai di atas 10 tahun adalah upaya pertama yang saat ini tengah dijalani perusahaan dengan jumlah armada ratusan unit tersebut. Hal itu dicontohkannya dengan pembelian sasis MAN beberapa waktu lalu, setelah sekian lama bertahan dengan produk buatan Hino dan Mercedes-Benz.
Begitu pula dengan pemilihan perusahaan pembuat bodi atau karoseri. Masih menurut Rian, peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai perusahaan karoseri juga dijadikan strategi baru, dengan tetap memperhatikan soal durabilitas.
Harapan Penumpang Sebenarnya Tidak Muluk-Muluk
Selanjutnya, diterangkan juga soal strategi untuk lebih memperhatikan pelayanan yang lebih baik bagi penumpang.
Menurutnya, harapan penumpang sebenarnya tidak terlalu rumit. Kondisi AC yang berfungsi dengan baik, kemudian proses perjalanan dari titik awal ke titik tujuan yang tidak diselingi terlalu banyak titik transit, menurut Rian, akan lebih diperhatikan pihaknya.
Kursi yang nyaman, kabin yang bersih, serta awak bus yang ramah adalah hal-hal yang juga menjadi perhatian dirinya saat ini.
Rian menegaskan, selain hal-hal di atas yang akan ditangani lebih intensif, soal frekuensi keberangkatan rutin juga termasuk prioritasnya.
Saat ini, frekuensi keberangkatan armadanya berada di kisaran 80–90 unit bus setiap hari. Ke depan, angka tersebut akan dikembalikan lagi, setidaknya ke angka 140 bus per hari. (EW)
Penumpang bus AKAP sebenarnya tidak fanatik dalam hal bodi bus maupun sasisnya (Foto : Karoseri Adiputro)

Erie W. Adji
reporter
Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...










