OTODRIVER - Pasar mobil listrik di Amerika Serikat termasuk yang paling besar di dunia, berdasarkan rilisan data Cox Automotive bulan Juli 2026, sebanyak 247.226 unit mobil listrik terjual di seantero Negeri Paman Sam pada kuartal pertama 2026.
Angka tersebut naik 14,7 persen jika dibandingkan tren penurunan penjualan yang muncul pada kuartal kedua 2026.
Hal yang menarik, meski sejumlah petingginya di Jepang sering mengutarakan pernyataan tidak terlalu mendukung perkembangan mobil listrik, penjualan mobil listrik Toyota di kurun waktu yang sama justru mengalami peningkatan drastis.
Seperti dikutip juga dari laman Autodrive, Toyota telah melepas 21.855 mobil listrik ke semua konsumen di Amerika Serikat selama enam bulan pertama tahun 2026. Besaran itu naik 136 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Tahun lalu seluruh mobil listrik Toyota mencatatkan penjualan 9.249 unit untuk enam bulan pertamanya di tahun 2025. Pencapaian yang tidak jauh beda waktu itu juga diraih oleh sejumlah jenama EV lain seperti; VW, Rivian, Kia, Ford, BMW, maupun GMC.
Jika mencari tahu mengapa Toyota bisa membukukan penjualan yang tinggi di segmen EV, maka jawabannya sederhana karena menghadirkan model EV yang banyak.
Setidaknya ada empat golongan kendaraan yang termasuk NEV yang berlabel Toyota untuk pasar Amerika Serikat; BEV, PHEV, Hybrid EV, dan Fuel Cell EV. Semuanya diwakili 21 model mobil.
Di segmen BEV ada bZ, bZ Wodland, dan C-HR, dari ketiganya bZ merupakan produk paling diminati dengan catatan penjualan 17.553 unit. Disusul C-HR dan bZ Woodland.
Kondisi yang dicapai Toyota berbeda dengan yang dihadapi sejumlah kompetitornya yang justru menghadapi sejumlah masalah baik secara teknis maupun dari sisi proses penjualan.
Sebut saja Ford harus menarik F-150 Lightning, VW memangkas penjualan ID.4, Nissan memasukan Ariya ke dalam daftar produk pensiun. (EW)












