OTODRIVER – Kemunculan mobil listrik perdana Ferrari menimbulkan banyak hujatan.
Tak hanya dari penggemar, namun gelombang kritik juga datang dari kalangan investor.
Bagaimana tidak, kehadiran Luce dianggap terlalu radikal. Mulai dari bentuknya yang dianggap bukan sebuah Ferrari, harganya terlalu tinggi, hingga hilangnya identitas khas Ferrari.

Salah satu pesaing dari Ferrari menanggapi hadirnya Luce di dunia. Bagi Lamborghini, batalnya proyek mobil listrik dianggap suatu Keputusan yang tepat.
"Keputusan kami beralih dari mesin pembakaran internal ke plug-in hybrid adalah keputusan yang sangat penting dan berhasil untuk kami," ujar Stephan Winkelmann selaku CEO Lamborghini dikutip dari CNBC, Senin (1/6).
Masih menurutnya, Ia menganggap tak adanya permintaan yang signifikan oleh konsumen akan mobil listrik.
Dibandingkan menciptakan sebuah mobil listrik, Lamborghini lebih memilih memproduksi sebuah Plug-in Hybrid Vehicle.
"Dengan mengamati pasar, kami melihat tingkat penerimaan kendaraan listrik di kalangan pelanggan kami tidak meningkat. Karena itu kami memutuskan menjauh dari mobil listrik penuh dan beralih ke plug-in hybrid," tambahnya.
Sebelumnya, diketahui Lamborghini tengah mengembangkan EV terbarunya yakni Lanzador. Namun proyek ini dinyatakan batal.
Ferrari akhirnya membuka selubung mobil listrik pertamanya yang diberi nama Ferrari Luce.
Model ini menjadi salah satu produk paling kontroversial dalam sejarah pabrikan asal Maranello tersebut karena tampil dengan desain yang sangat berbeda dibanding Ferrari konvensional.
Bukan hanya menjadi Ferrari pertama tanpa mesin pembakaran internal, Luce juga hadir sebagai model lima pintu dengan konfigurasi lima penumpang.
Bahkan, mobil ini menjadi Ferrari produksi pertama yang menawarkan bangku belakang tiga penumpang.
Dari sisi performa, Ferrari tetap memastikan DNA kencang khas merek Kuda Jingkrak tetap dipertahankan.
Luce mengusung empat motor listrik independen yang menghasilkan tenaga gabungan mencapai 1.050 hp serta torsi 990 Nm.
Sistem penggeraknya mengandalkan konfigurasi all-wheel drive dengan kemampuan torque vectoring pada masing-masing roda. (AW)











