OTODRIVER - Leapmotor resmi menampilkan interior MPV terbaru mereka, D99, dalam ajang Greater Bay Area International Auto Show ke-30.
Sebagai model flagship, D99 hadir membawa berbagai teknologi mutakhir, termasuk pengendali domain terintegrasi pertama di industri yang menggabungkan sistem kokpit dan pengendaraan dalam satu unit.
Serta sistem kokpit pintar berbasis Large Language Model (LLM) yang berjalan langsung di kendaraan. MPV ini dijadwalkan meluncur ke pasar pada pertengahan 2026.
Pada sektor keselamatan dan bantuan berkendara, D99 mengusung sistem intelligent driving berbasis model VLA (Vision-Language-Action) yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas.

Salah satu daya tarik utama D99 adalah kabinnya yang sangat fleksibel. Konfigurasi kursi dirancang agar dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pengguna.
Beberapa mode "tempat tidur" tersedia, mulai dari melipat rata kursi baris pertama dan kedua, melipat kursi baris ketiga hingga 180 derajat, hingga menggabungkan pelipatan kursi baris kedua dan ketiga untuk menciptakan ruang istirahat yang lebih luas.
Menariknya, kursi baris ketiga juga memiliki konfigurasi khusus yang disebut "fishing seat".
Fitur premium lainnya meliputi panoramic sunroof yang dapat dibuka serta ambient lighting "Star Ring" yang mengelilingi interior.
Dari sisi eksterior, Leapmotor D99 mengusung siluet membulat yang menyerupai bentuk peluru. Fasianya mengadopsi desain lampu utama terpisah (split headlamp).
Lampu DRL horizontal di bagian atas memiliki desain tegas dan tajam, sedangkan lampu utama di bagian bawah berbentuk hampir persegi.
MPV ini juga dibekali lampu proyektor DLP beresolusi jutaan piksel. Konsumen dapat memilih lima warna eksterior, yakni Photoelectric White, Liquid Silver, Chenjing Blue, Canopy Grey, dan Metallic Black.
Pilihan EREV dan EV
Leapmotor D99 akan tersedia dalam dua pilihan sistem penggerak, yakni EREV (Extended Range Electric Vehicle) dan EV murni.
Untuk varian EREV, kendaraan ini dibangun di atas platform kelistrikan 800 volt dan menggunakan baterai berkapasitas 80,3 kWh. Dalam pengujian WLTC, jarak tempuh mode listrik murninya mencapai 352 km.
Sistem penggeraknya mengombinasikan mesin range extender 1.500 cc liter turbo dengan dua motor listrik yang menghasilkan tenaga masing-masing 134 hp dan 268 hp.
Sementara itu, versi EV menggunakan platform yang lebih canggih dengan arsitektur 1.000 volt. Baterainya dipasok oleh CATL dengan kapasitas 115 kWh.
Dalam siklus pengujian CLTC, jarak tempuhnya diklaim mencapai 700 km.
Dua motor listrik yang digunakan menghasilkan tenaga maksimum 241 hp di depan dan 308 hp di belakang, memberikan performa yang jauh lebih bertenaga dibandingkan varian EREV. (AW)











