OTODRIVER – Nama 2CV kembali muncul. Setelah 36 tahun menghilang, Citroen bersiap menghidupkan lagi salah satu ikon terbesarnya. Bedanya, kali ini 2CV bukan lagi mobil mungil bermesin bensin dua silinder boxer berpendingin udara, melainkan battery electric vehicle (BEV) yang dirancang sebagai mobil listrik terjangkau.
Citroen mengonfirmasi 2CV baru akan debut pada Paris Motor Show 2026 pada Oktober, sementara penjualannya diperkirakan baru dimulai pada 2028. Menurut Fleet World, mobil ini akan tampil perdana sebagai prototipe.
Desain Lama dalam Kemasan Modern
Untuk model terdahulu, orang Inggris menyebutnya tin snail alias siput kaleng. Sebutan tersebut tak lain karena jika dilihat dari samping, bentuknya memang menyerupai seekor siput.
Nampaknya resep lama itu bakal dibawa kembali. Dari gambar teaser yang beredar, banyak ornamen nostalgia yang dihadirkan. Sebut saja bentuk fender yang melengkung, lampu depan bulat, serta garis atap melengkung ala tin snail. Termasuk model gagang pintunya yang unik.
Citroen menegaskan mobil ini bukan sekadar proyek nostalgia. Menurut Fleet News, merek Prancis itu menyebut fokus 2CV baru ada pada keterjangkauan, kesederhanaan, dan fleksibilitas, bukan sekadar desain retro.
CEO Citroen Xavier Chardon mengatakan 2CV asli tidak pernah dibuat untuk menjadi ikon. Mobil tersebut justru menjadi ikon karena memberikan kebebasan kepada masyarakat. Filosofi itu sebenarnya sudah menjadi DNA 2CV sejak awal.

Suspensi yang Jadi Ciri Khas
Saat pertama kali diperkenalkan pada 1948, 2CV dirancang sebagai mobil sederhana dan murah yang mampu membawa masyarakat pedesaan Prancis beserta barang bawaannya. Mobil ini juga terkenal mampu melintasi jalan buruk tanpa membuat penumpangnya terlalu tersiksa.
Salah satu rahasianya ada pada sistem suspensi yang unik. Citroen 2CV jadul menggunakan suspensi independen empat roda dengan pegas koil yang saling terhubung antara roda depan dan belakang pada masing-masing sisi mobil.
Sistem yang dikenal sebagai interconnected suspension ini menggunakan mekanisme pegas horizontal. Karakternya sangat lembut dengan langkah suspensi panjang, sehingga roda mampu mengikuti permukaan jalan bergelombang dengan baik.
Lalu, apakah sistem suspensi tersebut bakal kembali digunakan Citroen pada 'siput setrum' ini?
Sayangnya, sampai saat ini belum ada keterangan resmi mengenai hal tersebut.

Sasar Mobil Listrik Murah
Sejak zaman dulu, 2CV sudah diposisikan sebagai mobil murah. Semangat ini sepertinya kembali dibawa ke generasi modernnya.
Menurut The Connexion France, harga 2CV EV diperkirakan berada di kisaran €15.000 atau sekitar Rp300 jutaan, sebelum insentif. Jika terealisasi, 2CV baru akan menjadi salah satu mobil listrik termurah di Eropa sekaligus model paling terjangkau dalam jajaran Citroen.
Ada pula alasan strategis di balik kelahirannya. Motor1 menjelaskan bahwa 2CV merupakan bagian dari proyek E-Car Stellantis, yakni mobil listrik kecil yang masuk kategori M1E dan mendapatkan faktor penghitungan 1,3 kali dalam target emisi CO2 Uni Eropa.
Artinya, setiap unit kendaraan tersebut dapat dihitung 1,3 kali dalam pemenuhan target emisi CO2. Bagi Stellantis, skema ini memberikan keuntungan dalam memenuhi regulasi emisi Eropa.
Dengan 2CV baru, Citroen tampaknya ingin menghidupkan kembali resep lama: mobil yang sederhana, kecil, fungsional, dan terjangkau, tetapi kini dikemas dengan penggerak listrik.
(SS)












