OTODRIVER – Di tengah pasar otomotif yang serba tidak pasti, Toyota memilih tidak bergantung pada satu teknologi elektrifikasi saja. Kini Toyota dikabarkan menyiapkan bentuk elektrifikasi lain untuk bersaing di pasar mobil listrik terbesar dunia. Menurut laporan Nikkei Asia Toyota berencana memproduksi extended range electric vehicle atau EREV di negeri Tirai Bambu tersebut.
Alternatif dari Mobil Listrik Murni
Di China, EREV dipromosikan sebagai alternatif mobil listrik murni. Keberadaan mesin bakar yang bertugas sebagai generator, membuatnya tidak terlalu bergantung pada jaringan pengisian daya. Pemilik tidak perlu cemas kehabisan baterai di perjalanan jauh.
Selain itu segmen ini juga bisa membantu Toyota menghindari perang harga mobil listrik di China yang sudah banyak diberitakan. Sebab, EREV menawarkan teknologi yang lebih kompleks dibanding mobil listrik murni, sehingga tidak harus ikut bertarung di kelas harga yang sama.

Kemitraan dengan Pabrikan China
Toyota belum mengungkap mitra yang akan menggarap EREV tersebut. Namun, Toyota seperti diketahui, The Three Ovals ini sudah bermitra dengan pabrikan China FAW dan GAC, yang bersama-sama memproduksi bZ3 dan bZ7 untuk berkompetisi pasar BEV lokal, seperti dilaporkan Top Gear Philippines. Sebelumnya diketahui bahwa GAC dan Toyota juga sudah punya produk bZ3X yang menggunakan platform yang sama dengan Aion V.
Saat ini baik FAW ataupun GAC sudah memiliki produk EREV. Nah apakah kemudian keduanya atau salah satunya yang dipilih dalam pengembangan EREV Toyota, belum ada konfimasi yang cukup valid mengenai hal itu.
Target Produksi
Produksi EREV pertama Toyota dikabarkan dimulai April 2027, dengan volume awal hanya beberapa ratus unit per bulan sebelum ditingkatkan, menurut Yahoo Autos. Toyota menargetkan 200.000 unit sepanjang 2027, lalu naik menjadi sekitar 400.000 unit pada 2028.
Namun hingga kini, Toyota belum mengumumkan model EREV pertamanya di China. Belum ada pula kepastian apakah EREV buatan China itu akan ditawarkan ke pasar global. (SS)











