OTODRIVER – Kebutuhan industri cat di Indonesia terus berkembang, termasuk untuk sektor automotive refinish yang berkaitan dengan perbaikan bodi kendaraan. Melihat peluang tersebut, PT Bintang Chemical Indonesia mulai membangun fasilitas baru di Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Pembangunan fasilitas ini ditandai dengan seremoni ground breaking yang berlangsung pada Senin (28/9/2026).
Fasilitas baru tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi PT Bintang Chemical Indonesia sekaligus memenuhi permintaan pasar yang saat ini belum sepenuhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan kapasitas produksi. Lokasinya berada di atas lahan seluas 10.800 meter persegi dengan potensi penambahan lahan sekitar 4.000 meter persegi. Sementara total luas bangunan direncanakan mencapai sekitar 5.324 meter persegi.
Nantinya, kompleks ini tidak hanya menjadi fasilitas produksi, tetapi juga mencakup kantor pusat, Research and Innovation Center, serta berbagai infrastruktur pendukung dan peralatan produksi. Pembangunan ditargetkan selesai pada Juli 2027 dan mulai beroperasi secara komersial pada Agustus 2027.
“Pembangunan fasilitas baru ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang PT Bintang Chemical Indonesia untuk memperluas kapasitas produksi, menjawab peningkatan permintaan pasar terhadap produk kami yang saat ini belum dapat sepenuhnya dipenuhi karena keterbatasan kapasitas produksi, serta memperkuat posisi kami di industri cat nasional,” ujar Tio Kay Hok, Managing Director PT Bintang Chemical Indonesia.

Kapasitas Produksi Capai 20.000 Ton per Tahun
Salah satu target utama pembangunan fasilitas baru ini adalah meningkatkan kapasitas produksi PT Bintang Chemical Indonesia. Saat beroperasi penuh, fasilitas Cikande ditargetkan mampu menghasilkan hingga 20.000 metrik ton produk per tahun. Produk yang akan diproduksi meliputi cat automotive refinish, cat kayu, cat dekoratif berbasis solvent, hingga specialty coating.
Untuk sektor otomotif, automotive refinish menjadi salah satu fokus perusahaan. Produk ini digunakan dalam proses perbaikan dan pengecatan kembali bodi kendaraan, termasuk setelah mengalami kecelakaan.
Dengan jumlah kendaraan di Indonesia yang terus berkembang, kebutuhan terhadap layanan perbaikan dan aftermarket kendaraan juga menjadi salah satu peluang yang ingin dimanfaatkan perusahaan.

Kenapa Memilih Cikande?
Pemilihan Cikande sebagai lokasi fasilitas baru bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai memiliki sejumlah faktor pendukung untuk kegiatan produksi dan distribusi.
Beberapa di antaranya adalah infrastruktur kawasan industri, ketersediaan listrik dan air, akses menuju jalan tol, serta jalur distribusi yang mendukung kegiatan logistik.
Lokasi tersebut juga relatif dekat dengan rantai pasok bahan baku industri cat. Kondisi ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mendatangkan bahan baku sekaligus mendistribusikan produk jadi ke berbagai wilayah.
TKDN Ditargetkan Bisa Mencapai 80 Persen
Selain meningkatkan kapasitas produksi, PT Bintang Chemical Indonesia juga menargetkan peningkatan penggunaan bahan baku dan sumber daya dalam negeri. Pada tahap awal operasional, perusahaan menargetkan TKDN berada di angka 50-60 persen.
Angka tersebut kemudian diharapkan dapat meningkat secara bertahap hingga 80 persen, seiring berkembangnya rantai pasok lokal di Banten dan wilayah sekitarnya. Pembangunan fasilitas ini juga diperkirakan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Selama proses konstruksi, sekitar 200-300 tenaga kerja diproyeksikan terlibat. Ketika fasilitas sudah beroperasi penuh, jumlah tenaga kerja tetap diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
Perusahaan juga akan memprioritaskan masyarakat sekitar Cikande dan wilayah Banten dengan tetap menyesuaikan kualifikasi serta kebutuhan teknis.
Fasilitas Dilengkapi Sistem Pengelolaan Limbah
Berada di sektor industri kimia dan cat, aspek keselamatan dan lingkungan menjadi perhatian dalam pembangunan fasilitas Cikande.
Kegiatan operasional nantinya akan mengacu pada standar UKL-UPL sesuai regulasi pemerintah. Perusahaan juga menyiapkan sistem pengelolaan limbah yang mencakup IPAL, pengelolaan limbah B3 dan domestik, serta pemantauan kualitas air dan udara secara berkala. Sementara untuk keselamatan, fasilitas akan dilengkapi dengan sistem yang menyesuaikan karakteristik bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi.
Penerapannya meliputi pengelompokan dan pelabelan bahan, prosedur penanganan, penggunaan APD, serta penyediaan sprinkler, hidran, dan sistem pemadam kebakaran.
Pasar Indonesia Jadi Prioritas
Setelah fasilitas baru di Cikande beroperasi, pasar domestik masih menjadi fokus utama PT Bintang Chemical Indonesia. Perusahaan akan memperkuat bisnis di sektor industri cat, termasuk segmen automotive refinish. Namun, peluang pasar internasional juga mulai dijajaki, salah satunya kawasan Afrika.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan fasilitas baru di Cikande dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat maksimal, baik bagi perusahaan maupun masyarakat sekitar. Ke depan, pengembangan usaha akan terus disesuaikan dengan permintaan pasar serta perkembangan kondisi ekonomi nasional dan global,” kata Andrew Budi Kurniawan, Sales & Marketing Director PT Bintang Chemical Indonesia.
Fasilitas baru PT Bintang Chemical Indonesia tersebut berlokasi di Jl. Raya Serang KM 65, Desa Leuwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Jika sesuai target, fasilitas ini akan mulai beroperasi secara komersial pada Agustus 2027 dengan kapasitas produksi hingga 20.000 metrik ton per tahun. (RA)
#pt-bintang-chemical-indonesia #pabrik-cat-di-cikande #pabrik-cat-di-indonesia #harga-cat-di-indonesia #spesifikasi-cat-mobil











