Langsung ke konten

Banjir Thailand Ganggu Produksi Toyota, Tiga Pabrik Baru Pulih 14-19 Oktober

Pabriknya tidak terendam, tapi produksi tetap terhenti. Begini dampak banjir Thailand terhadap rantai pasok Toyota.

Berita Senin, 12 Oktober 2026 06:00 WIB
Berita - Banjir Thailand Ganggu Produksi Toyota, Tiga Pabrik Baru Pulih 14-19 Oktober
Toyota logo. (Foto : Otodriver/)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Thailand dikenal sebagai salah satu pusat produksi otomotif terpenting di Asia Tenggara. Karena itu, ketika banjir melanda negara tersebut, dampaknya tidak berhenti di Thailand saja, tetapi juga menjalar ke rantai pasok industri otomotif. Toyota menjadi salah satu produsen yang ikut terdampak.

Mengutip Reuters (08/10/2026), sekitar 10 produsen komponen otomotif di Thailand menghentikan operasional akibat banjir. Selain fasilitas yang terdampak langsung, sejumlah pemasok lain juga kesulitan mengirim barang karena gangguan transportasi dan akses pekerja menuju tempat kerja. Hujan ekstrem di Bangkok tercatat hampir 300 mm dalam tiga hari, dan dampaknya meluas ke Toyota, Isuzu, Ford, Nissan, dan Honda.

Pabrik Tidak Terendam, Pasokan yang Terganggu

Toyota Motor Thailand sebelumnya mengumumkan penghentian sementara produksi di pabrik Samrong, Ban Pho, dan Gateway pada 5–10 Oktober 2026. Fasilitas Toyota Auto Works juga termasuk dalam penghentian operasional yang dilaporkan pada akhir September.

Menariknya, pabrik perakitan Toyota tidak terendam banjir secara langsung. Gangguan utamanya berasal dari terhentinya pasokan komponen dan masalah logistik.

Jadwal pemulihan pun ternyata perlu disesuaikan. Berdasarkan laporan Reuters (09/10/2026), tiga pabrik Toyota di Thailand dijadwalkan kembali beroperasi secara bertahap pada 14–19 Oktober. Artinya, target pemulihan awal pada 11–12 Oktober belum menjadi tanda bahwa seluruh fasilitas sudah kembali berproduksi normal.

Foto - Banjir Thailand Ganggu Produksi Toyota, Tiga Pabrik Baru Pulih 14-19 Oktober
Toyota Hilux Rangga pabriknya terdampak banjir. Foto : adit)

Ancaman Biaya Produksi

Gangguan ini juga berpotensi mendongkrak biaya produksi. Mengutip The Nastional Thailand , lebih dari 10 pabrik komponen di kawasan industri Amata City Chonburi terdampak. Pemasok yang belum mampu memenuhi jadwal pengiriman berpotensi harus mendatangkan komponen dari luar negeri dengan biaya lebih tinggi.

Federasi Industri Thailand memperkirakan kerugian sektor industri akibat banjir mencapai 6 miliar baht atau sekitar US$178 juta. Angka ini merupakan estimasi kerugian industri secara keseluruhan, bukan kerugian Toyota semata.

Bagaimana dengan Indonesia?

Terkait dengan kondisi di Thailand saat ini, Toyota Astra Motors (TAM) selaku APM Toyota di Indonesia memberikan statementnya. Philardi Sobari Head of Public Relations di PT TAM menyampaikan bahwa secara garis besar 90 % produk Toyota di Indonesia merupakan produk lokal. Sehingga hanya 10% saja yang diimpor dari Thailand atau Jepang.

“Hingga saat ini, kami belum menerima informasi terbaru terkait dampak bencana tersebut terhadap supply kendaraan Toyota yang berasal dari Thailand,” terang pria yang akrab disapa Ogi saat dihubungi beberapa waktu lalu. “Kami akan terus berkoordinasi dengan regional office untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan ketersediaan stock beberapa kendaraan Toyota di Indonesia yang berpotensi terdampak,” tutupnya. 

Beberapa model yang pabriknya terdampak adakah Corolla Cross, Hilux, Rangga, hingga Hiace. (SS)

#toyota #thailand #banjir #tam

Suryo Sudjatmiko
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.