Ekspor Carry Diharapkan Naik Sampai 2 Kali Lipat

Ekspor Carry Diharapkan Naik Sampai 2 Kali Lipat

Suzuki di Indonesia tidak hanya berfokus menjual dalam negeri. Ekspor juga menjadi salah satu PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Hal ini membuat mereka menjadi salah satu pabrikan yang menyumbang angka ekspor paling besar dari tanah air.

Salah satu produk yang mulai mereka lemparkan ke pasar ekspor adalah New Suzuki Carry, yang baru mendapat ubahan besar tahun 2019 lalu. Dijelaskan Direktur Pemasaran 4W SIS, Donny Saputra pikap andalan mereka ini sepanjang tahun 2019 lalu mencatatkan angka ekspor sekitar 7.300 unit. Hanya kalah dari Ertiga (27 ribu) dan Wagon R (22 ribu).

(Baca juga: GALERI: New Carry Pick-Up Luxury)

"Jadi dia itu nomor tiga, (padahal) baru mulai ekspor April, jadi (tahun 2019) hitungannya sudah terlambat 3 bulan," terangnya.

Dia pun yakin kalau tahun 2020 ini, dalam waktu 12 bulan New Suzuki Carry bisa meningkat angka ekspornya mencapai 12 ribu - 14 ribu unit. Optimisme ini bukannya tanpa dasar, di tanah air, New Suzuki Carry sendiri kian dominan dengan pangsa pasar mencapai 57 persen di segmen pikap. Ini menunjukkan unggulnya mobil yang mengusung gelar si 'Rajanya Pikap' ini.

(Baca juga: Bukan Ertiga Atau Jimny, Inilah Mobil Terlaris Suzuki)

Secara umum, tahun 2019 lalu SIS mencatatkan angka ekspor sampai 66.433 unit mobil dengan 52 negara tujuan. Ekspor tersebut terdiri atas 26.820 kendaraan terurai lengkap dan 39.613 unit kendaraan utuh.

Tahun ini rencananya SIS akan menambah katalog mobil yang akan diekspor, yakni produk teranyar mereka Suzuki XL7.

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com