Lebih Ringan Cicil Gran Max Jadi Penyebab Hi-Max Tak Laku?

Lebih Ringan Cicil Gran Max Jadi Penyebab Hi-Max Tak Laku?

Penjualan pick up kecil Daihatsu, yakni Hi-Max terus menurun. Bahkan sejak pertama kalinya diluncurkan, kendaraan Light Commercial Vehicle ini diduga tak pernah menyentuh target marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Tjandra mengatakan, saat ini pasar Hi-Max sendiri sangat kecil, yakni di bawah 20 unit per bulannya. Bahkan saat ini stok produksi pick-up 1.000 cc tersebut hanya berkisar 15 unit.

 

Amelia mengatakan, selain pasar Hi-Max yang hanya 20 unit perbulan, kendaraan pick-up kecil tersebut juga kalah saing dibandingkan Gran Max.

Hi-Max memang memiliki harga yang lebih murah Rp 20 juta sampai Rp 30 juta dibandingkan Gran Max. Namun menurut Amelia, selisih harga tersebut menjadi tidak terasa ketika konsumen memilih membeli dengan tipe pembayaran cicilan.

"Bedanya memang Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, tapi kalau dibagi cicilan 5 tahun angka segitu engga jauh beda," ungkap Amelia di Pabrik R&D ADM, Karawang, Rabu pekan lalu (6/3).

Jika dibandingkan, Gran Max memang memiliki kapasitas angkut yang lebih besar. Selain itu mesin yang digunakan oleh Gran Max memiliki kapasitas yang lebih besar juga. Sehingga membuat konsumen lebih memilih Gran Max jika cicilannya hanya berbanding tipis.

"Cicilannya per bulan bedanya Rp 100 ribu - Rp 200 ribu, orang kan mendingan ambil Gran Max," lanjutnya.

Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari ADM untuk menghentikan produksi lokal Hi-Max. ADM sendiri memanfaatkan jalur produksi Hi-Max untuk membuat All New Terios dan Toyota All New Rush. "Jalur produksinya dipakai buat yang lain. Dipakai Terios waktu itu, makannya bisa ekspor," tutupnya.

Simak Video : VIDEO: Ratusan Unit Sigra Siap Jadi Armada Taksi

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com