BUS-TRUCK - Pemakaian kendaraan energi terbarukan atau sering disebut sebagai NEV (New Energy Vehicle) memang tak bisa dihindari, termasuk di segmen kendaraan komersial. Meskipun sejumlah halangan teknis pengoperasian kendaraan jenis tersebut masih ada di banyak negara. Termasuk di kawasan Eropa yang sebenarnya termasuk wilayah yang paling siap dalam menjalankan skema kendaraan tanpa emisi.
Sebagaimana terpotret dari riset yang dilakukan pihak Daimler Truck akhir-akhir ini. Seperti dikutip dari laman Daimler Truck, ada perolehan data dari responden yang merupakan sosok penting pemegang keputusan dari 200 perusahaan angkutan di Jerman, Prancis, dan Inggris.
Data awalan menunjukkan, 40 persen responden mengakui bahwa pemakaian truk bertenaga listrik bisa menghemat secara signifikan dari sudut pandang TCO alias Total Cost of Ownership. Lebih detail lagi dari data awalan itu menyebutkan bahwa teknologi kendaraan komersial tenaga listrik sudah semakin bisa diandalkan. walaupun ada juga yang menyebutkan bahwa teknologi mesin diesel masih punya banyak keunggulan.
Dari temuan yang sama, pemakaian truk listrik di wilayah Eropa saat ini sudah makin banyak memanfaatkan truk listrik berjenis heavy duty dan medium size. Masing-masing nyaris berbagi rata jumlah armadanya dari setiap perusahaan responden.
CEO Mercedes-Benz Trucks, Achim Puchert, dalam keterangan resminya menyebutkan, "Saat ini, para pelanggan kami telah mengoperasikan truk bertenaga baterai listrik secara ekonomis untuk berbagai kebutuhan, termasuk transportasi jarak jauh. Untuk semakin mempercepat transformasi ini, kita harus memperkuat struktur secara keseluruhan dari ekosistem elektrifikasi, terutama dengan memperluas infrastruktur pengisian daya. Dengan cara inilah kita menciptakan kondisi untuk mengubah kisah sukses individual menjadi standar transportasi yang baru."
Baca juga: DCVI Tampilkan Evolusi Mercedes-Benz Trucks di Mining Indonesia 2026
Baca juga: Iveco Kini Dimiliki Oleh Tata Motors
Biaya operasional lebih bisa diprediksi
Dari riset yang sama juga tertangkap data bahwa pemakaian kendaraan tenaga listrik lebih bisa diprediksi atas konsumsi energinya dibandingkan pemakaian truk bermesin diesel. Karena pembelian energi listrik lebih terjaga dibandingkan harga bahan bakar fosil. Walaupun 61 persen responden masih mengakui kalua masalah akses ke stasiun pengisian ulang energi listrik masih jadi tantangan untuk saat ini.
Responden menyebutkan bahwa tidak ada gunanya klaim soal efisiensi konsumsi energi didengunkan terus sementara masalah kekurangan stasiun pengisian ulang daya listrik belum diatasi untuk melayani pemakaian kendaraan komersial secara harian.
Karena salah satu factor yang berpengaruh [ada keputusan untuk memakai kendaraan tenaga listrik adalah ketersediaan fasilitas pengisian ulang daya listrik di jalur dimana armada angkutan akan bergerak sesuai kebutuhan.
Saat ini keberadaan truk listrik di seantero Eropa juga masih kecil,khsusunya yang berjenis heavy duty. Pihak Daimler Truck sendiri masih menyebutkan angka penjualan yang porsinya di besaran 2 persen selama tahun 2025. (EW)
