OTODRIVER – Wiper menjadi salah satu komponen yang kerap luput dari perhatian pemilik mobil. Padahal, perangkat ini berperan penting dalam menjaga visibilitas pengemudi, terutama ketika berkendara dalam kondisi hujan.
Bosch Mobility Aftermarket mengingatkan pemilik kendaraan untuk memeriksa kondisi wiper secara berkala. Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, menyebut wiper idealnya diganti setiap enam bulan, meski masa pakainya tetap bergantung pada kondisi penggunaan.
“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ujar Griselda dalam diskusi memperingati 100 tahun teknologi wiper Bosch di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurutnya, tanda wiper mulai mengalami penurunan performa dapat terlihat dari hasil sapuan yang meninggalkan garis air, munculnya suara berdecit, gerakan yang tidak mulus, hingga adanya bagian kaca depan yang tidak tersapu secara merata.
Griselda menambahkan, performa wiper tidak hanya ditentukan oleh kondisi karet. Kesesuaian produk dengan spesifikasi kendaraan, pemasangan yang tepat, serta keaslian produk juga turut menentukan kemampuan wiper dalam membersihkan kaca depan.
“Karena itu, konsumen perlu memperhatikan spesifikasi dan memilih produk dari kanal yang terpercaya agar wiper dapat bekerja sebagaimana mestinya saat dibutuhkan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan President Director PT Berkat Otopart Indonesia, Yoke Pribadi. Menurutnya, distributor juga memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada konsumen mengenai pemilihan wiper yang tepat.
Edukasi tersebut, lanjut Yoke, perlu mencakup kesesuaian produk dengan kendaraan, keaslian produk, hingga pemilihan kanal pembelian yang terpercaya. Dengan begitu, konsumen dapat memilih produk yang sesuai sekaligus mendukung aspek keselamatan berkendara.
Pentingnya kondisi wiper berkaitan erat dengan visibilitas pengemudi. Saat hujan, air yang menempel pada kaca depan dapat mengurangi kemampuan pengemudi dalam melihat kendaraan lain, marka jalan maupun kondisi di sekitar kendaraan.
Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan sebagian besar keputusan pengemudi bergantung pada informasi visual.
“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes.
Dalam momentum 100 tahun teknologi wiper Bosch, Bosch juga menjalankan inisiatif Care for Sight. Salah satu bentuk kontribusinya dilakukan bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) melalui dukungan wiper untuk kendaraan ambulans. (IP)
