Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Awal Kecelakaan Di Tol Karena Bengong Dan Kelelahan

Selalu waspada dengan kondisi tubuh agar konsenterasi mengemudi tetap maksimal.
Tips
Kamis, 19 Maret 2026 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Tidak responsif bereaksi di tol bisa juga terjadi saat laju kendaraan yang pelan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Hari-hari ini sampai sepuluh hari ke depan akan banyak pengemudi kendaraan pribadi yang melahap ratusan atau bahkan ribuan kilometer ruas jalan tol. 

Sekilas memang banyak manfaat dengan adanya jalan tol, mengurangi waktu tempuh adalah hal yang paling mudah diketahui. 

Tapi perlu diingat selalu, jalan tol yang sekilas lebar dan tertata dengan rapi bukanlah area yang tidak pernah aman. Seperti yang pernah diutarakan oleh kampiun Defensive-Safety Driving dari Jakarta Driving Consuktant (JDDC), Jusri Pulubuhu, saat dihubungi beberapa waktu lalu. 

Diuraikannya soal kalimat tidak pernah aman itu, karena meskipun tidak disertai dengan kecepatan tinggi tapi jika terjadi tabrakan antar kendaraan di jalan tol akan selalu bersifat ‘big impact’.

BACA JUGA

Menurut Jusri, nyaris tidak mungkin sebuah mobil tidak mengalami kerusakan tingkatan sedang sampai yang remuk sekalipun jika mengalami benturan di wilayah jalan tol baik dengan sesame kendaraan ataupun peranti di badan jalan. 

Hal itu, masih menurut Jusri, dikarenakan kecepatan reaksi pengemudi dengan gerak inersia kendaraan yang tidak semestinya dalam kondisi yang tidak seimbang. Singkat ceritanya, gerak mobil tak bisa dikendalikan sama sekali saat mengalami benturan. 

Atau sebelumnya gerak mobil tidak terkendali, misalnya nyelonong ke alur laju kendaraan lain yang kemudian kerap dijadikan alasan klasik sebagai rem blong.   

Keadaan tersebut sangat tinggi potensinya di segala waktu karena pengemudi sudah menghabiskan waktu yang lama dalam perjalanannya. 

Kalau sudah begitu reaksi pengemudi untuk merespon kondisi jadi menurun drastis, makin diperparah jika kecepatan kendaraan tinggi. 

Apa itu Highway Hypnosis?

Jusri mengingatkan juga bahwa ada sindrom yang justru tak banyak disadari saat mengemudi di jalan tol tapi sangat berbahaya. 

Sindrom itu namanya Highway Hypnosis, istilah mudahnya kondisi bengong pada pengemudi akibat perasaan bosan karena kondisi serta situasi jalan yang monoton.

Kalau tidak cepat disadari, keterlambatan merespon kondisi di depan kendaraan yang sedang dikemudikan dalam satu detik saja secara teori akan membuat mobil nyelonong sejauh 30 meter. Ini bisa terjadi di kecepatan tinggi maupun sedang. 

Bahkan dalam jarak nyelonong yang lebih pendek masih bisa muncul ketika ada kemacetan sekalipun.  

Rentang reaksi empat detik, masih menurut Jusri, wajib jadi pengetahuan dasar bagi setiap pengemudi jika harus bereaksi secara cepat. Hitungan sudah mulai saat melihat pertama kali kejadian hingga kemudian injak pedal rem. 

Ia merinci prosesi tindakan tersebut dimana satu detik reaksi pertama itu baru untuk pengenalan atas apa yang sebenarnya terjadi di depan mata pengemudi. 

Menurutnya bisa dibayangkan kalau tahap ini kemudian yang terjadi si pengemudi gagal identifikasi, bisa dipastikan kendaraan yang dikemudikannya menabrak obyek yang ada di depannya. 

Jusri kemudian memungkaskan, bahwa tindakan preventif yang patut dilakukan setiap saat sekaligus paling mudah adalah menjaga kecepatan kendaraan. (EW)

Meskipun terlihat lengang bukan berarti kecepatan kendaraan bisa setinggi mungkin (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Tol Kecelakaan
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
5 Alasan Geely Coolray Menjadi SUV Yang Layak Dipertimbangkan

Kehadiran Geely Coolray menjadi sinyal keseriusan Geely dalam meramaikan kembali pasar otomotif Indonesia.

1 hari yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

1 minggu yang lalu


Bus
Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

Masih jadi bahaya laten pengemudi bus maupun truk.

3 minggu yang lalu


Truk
Truk Lagi-Lagi Rem Blong di Bekasi, Hilangkan Nyawa Sia-Sia

Perawatan kendaraan menjadi salah satu pangkal masalah.

4 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

8 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

9 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

9 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

10 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

12 jam yang lalu