Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Seberapa Lama Waktu Tidur Di Antara Perjalanan Jauh?

Bisa cuma 15 menit untuk kembali bugar
Tips
Kamis, 26 Desember 2024 06:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Jangan lagi pernah anggap remeh ketika kantuk dan rasa lelah mulai hadir, segera cari tempat beristirahat


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Waktu untuk beristirahat saat melakukan jauh sepatutnya tidak lagi dianggap sebagai hal yang menghambat perjalanan. 

“Kemampuan masyarakat untuk berkendara maksimal 6-7 jam, atau 8 jam. Setelah itu, kita harapkan apabila memang capek, segera laksanakan istirahat. Sudah kita siapkan tempat-tempatnya,” sebut Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, beberapa waktu lalu (16/12). 

Hal itu diungkapkan Kapolri saat rapat koordinasi pengamanan Nataru di PTIK, Jakarta Selatan. Seperti dikutip dari Antara. 

Nah, soal rentang waktu berkendara yang disebutkan Kapolri tadi jelas menyebutkan bahwa kebutuhan beristirahat tidak hanya bagi penumpang namun juga bagi pengemudi kendaraan pribadi. 

BACA JUGA

Untuk itulah pemahaman soal kelelahan menjadi semakin penting diperhatikan. “Fatigue itu secara prinsip muncul pada dua kondisi, yang pertama saat perjalanan yang monoton seperti di jalan tol, ini kemudian potensial memunculkan kondisi microsleep,” ungkap Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). 

Kondisi kedua adalah,”Automatic Behaviour Syndrome, ini muncul dengan awalan kondisi pertama tadi dan kemudian berlanjut pada rentang waktu yang panjang.”

Keduanya jelas sangat berbahaya karena lebih sering tidak bisa disadari sampai kemudian gejalanya muncul. “Perlu diketahui, kedua kondisi itu tidak muncul tiba-tiba, seperti yang dianggap banyak orang selama ini. Celakanya lagi keduanya sama-sama berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.” 

Gejala pertama, seperti yang diketahui adalah rasa kantuk yang secara tiba-tiba membuat mata sempat terpejam sesaat. Jika dipaksakan lagi, muncul gejala kedua, meskipun mata terbuka namun ‘pikiran kosong’. 

“Itu yang kemudian membuat ada kejadian dimana pengemudi tidak bisa lagi memperkirakan soal jarak kendaraannya dengan kendaraan lain. Bisa juga tidak memperhatikan kondisi jalan,” wanti Jusri yang masih kerap jadi Road Captain saat turing bermotor.  

Mengemudi di malam hari ataupun saat hujan paling menguras tenaga dan pikiran

Tidur jadi solusi paling valid 

Tidak memaksakan diri untuk segera sampai di lokasi tujuan sangat disarankan juga oleh Jusri untuk bisa disadari oleh setiap pemegang kendali setir. Terlebih jika hal tersebut dilakukan justru ketika rasa kantuk sudah menggoda mata atau rasa penat sudah terasa. 

Karena menurutnya masih banyak yang menganggap remeh kondisi yang dihadapi oleh pengemudi, maupun penumpang, saat perjalan baru dimulai smapai kemudian hingga, ambil contoh, saat memasuki jalan tol. 

Soal kelelahan dalam mengemudi yang kemudian bisa berujung pada rasa kantuk itu sudah dipupuk kondisinya sejak kendaraan memulai perjalananan. 

Jika rasa kantuk sudah menyergap hendaknya tidak perlu membuang banyak waktu untuk segera mencari kesempatan masuk area parkir guna beristirahat efektif. 

“Setidaknya bisa tidur selama satu jam sudah bisa membuat kondisi badan kembali bugar, bahkan ada juga yang bisa butuh waktu 15 sampai 30 menit. Tidur merupakan solusi paling ideal untuk memulihkan kondisi tubuh, bukan sekadar menghilangkan rasa kantuk,” jabar Jusri yang juga rutin memberikan pelatihan soal Defensive Driving itu.

Diingatkannya kembali, kondisi sebelum perjalanan dimulai juga punya peran sangat penting dalam menjaga konsenterasi pengemudi saat kendaraan sudah melaju. Baik di jalur tol maupun arteri.   

“Coba dicari waktu untuk bisa tidur setidaknya enam jam sebelum memulai perjalanan, ini akan membuat kondisi tubuh saat mengemudi jauh lebih terjaga. Walaupun, di luar, soal potensi distorsi sebelum dan saat diperjalanan akan berbeda-beda pengaruhnya bagi seorang pengemudi,” urainya lebih lanjut.  (EW)

 Setiap rest area di jalan tol bisa menampung 100-150 unit kendaraan ukuran kecil
Harap selalu diingat serta diwaspadai bahwa jalan tol bukanlah medan untuk berkendara yang aman sepenuhnya

Tags Terkait :
Mengemudi Safety Nataru Kelelahan Jalan Tol Arteri Tidur
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Seberapa Lama Waktu Tidur Di Antara Perjalanan Jauh?

Bisa cuma 15 menit untuk kembali bugar

11 bulan yang lalu

Bus
Organda: Perhatikan Kondisi Cuaca Dan Faktor Stamina Pramudi

Masyarakat perlu memiliki aplikasi MitraDarat sebagai langkah cegah dini

11 bulan yang lalu

Bus
Menekan Kecelakaan Bus Di Tol, Tanggung Jawab Operator Jalan Tol Harus Ditingkatkan

Pemilik bus juga tidak bisa lepas tangan atas kesiapan armada serta awak busnya.

1 hari yang lalu


Bus
Lagi-Lagi, Driver Bus Ceroboh Dalam Mengemudi Di Jalan Tol

Hilangkan enam nyawa penumpang

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Siapkan SUV 7 Seater Hybrid AWD Untuk Pasar India

Kabar menarik datang dari segmen SUV menengah di India.

1 jam yang lalu


Berita
Toyota Urban Cruiser VS Suzuki e Vitara, Apa Saja Perbedaannya?

Secara teknis mobil ini sama, namun ada perbedaan di bagian eksterior di mana tiap model membubuhkan DNA desain dari masing-masing brand.

14 jam yang lalu


Tips
Jaga Menu Tetap Bugar Selama Puasa

Hindari makan secara berlebihan

14 jam yang lalu


Bus
Mudik Gratis DKI Dibuka Tanggal 22 Februari 2026

Menuju ke 20 daerah tujuan di pulau Jawa serta Sumatra.

16 jam yang lalu


Berita
Mesin V8 Akan Terus Dipertahankan, GM Suntik Investasi Besar

Pabrikan AS ini menginvestasikan $888 juta di pabrik Tonawanda di Buffalo, New York untuk mengembangkan mesin V-8 generasi ke enam.

17 jam yang lalu