Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Butuh Rp 2,5 Triliun Bagi Toyota untuk Hadirkan Yaris Cross

Yaris Cross sendiri mempunyai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 80 persen.
Tips
Rabu, 14 Juni 2023 14:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Merancang satu unit mobil memang diperlukan banyak faktor pendukung, salah satunya biaya. Diketahui, Toyota Motor Manufacturing menggelontorkan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk mengembangkan Yaris Cross varian bensin dan hybrid.

Hal itu diungkapkan Direktur Toyota Motor Manucturing Motor Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono dimana investasi tersebut untuk melakukan lokalisasi produksi model Yaris Cross.

"Hadirnya Yaris Cross merupakan bagian dari komitmen Toyota Indonesia untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi, dengan memberikan lebih banyak pilihan model elektrifikasi dan kendaraan hemat bahan bakar bagi beragam lapisan konsumen," kata Warih di Karawang, Selasa (12/6).

Yaris Cross sendiri mempunyai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 80 persen. Penggunaan teknologi hybrid pada tipe Yaris Cross dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan sebesar 45 persen dari semula menghasilkan 143 CO2 gr/km menjadi hanya 78 CO2 gr/km. 

BACA JUGA

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berharap dengan investasi Rp 2,5 triliun produk Yaris Cross ini bisa memperoleh kesuksesan seperti Toyota Kijang Innova Zenix sebagai produk elektrifikasi pertama TMMIN.

"Kehadiran model ini juga akan memberikan lebih banyak pilihan model elektrifikasi dan kendaraan hemat bahan bakar bagi beragam lapisan konsumen," ujar Agus.

Lebih lajut, Direktur Hubungan Eksternal PT TMMIN Bob Azam mengungkapkan dalam pengembangan Yaris Cross, Toyota melibatkan setidaknya 270 perusahaan komponen lokal.

"Hal ini bukanlah pencapaian yang mudah, namun kami yakin bahwa pengembangan dan penguatan industri otomotif nasional lah yang dapat menjawab berbagai tantangan serta menajamkan posisi dan potensi Indonesia dalam persaingan kendaraan elektrifikasi global." ujar Bob.


Tags Terkait :
Toyota Yaris Cross Suv
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ini Rincian Harga Kalau Beli Mobil Baru Di Jepang

Semacam simulasi cost of ownership secara komperhesif yang harus dipahami oleh pembeli kendaraan bermotor.

1 hari yang lalu

Berita
Toyota GR Yaris ‘Sebastien Ogier’, Varian Paling Sangar?

Spesifikasinya nyaris memindahkan apa adanya dari versi reli ke versi jalan raya

1 hari yang lalu


Berita
Toyota Masih Berharap Insentif Ke Industri Otomotif

Toyota mengakui bahwa pasar otomotif 2025 menantang

1 hari yang lalu


Berita
Toyota Veloz HEV Telah Dipesan 4.000 Unit, Lebih Laris Dibandingkan Yaris Cross HEV?

Veloz HEV potensial bakal lebih laris dari Yaris Cross HEV

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

4 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

6 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

10 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 12 jam yang lalu


Berita
BYD Bakal Buat SPKLU Berdaya 1.500 kW

BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.

13 jam yang lalu