Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Kenali Tekanan Ban, Ini Risiko Jika Kurang Ataupun Lebih

Tekanan ban harus dicek dan dipastikan dalam kondisi yang dianjurkan,
Tips
Jumat, 15 Februari 2019 15:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Tekanan angin pada ban berhubungan erat dengan banyak hal seperti keselamatan, kenyamanan, konsumsi bahan bakar dan juga umur pakai ban. Oleh karena itu mempertahanan ukuran tekanan ban yang baik menjadi suatu keharusan.

“Pada tekanan ini ban bekerja dengan optimal baik pada kualitas cengkeramannya maupun ketahanan usia pakainya,” jelas Aries Abdullah Bussines Support dari PT Gajah Tunggal, produsen ban GT Radial. Ukuran tekanan ban ideal biasanya dapat dilihat dari pilar B pada sebuah mobil.

Secara umum terdapat tiga kategori tingkat tekanan ban yakni Correct Inflation, Under Inflation dan Over Inflation. Apakah itu dan bagaimana efeknya pada sebuah mobil?

1. Correct atau proper Inflation

Tekanan angin ban yang sesuai dengan ukuran akan memberikan kontrbusi pada banyak hal, mulai dari handling terbaik, konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan ban berfungsi optimal sesuai dengan potensi performanya. Dengan kondisi ini, ban menapak sempurna dan keausannya akan berlangsung merata.  

2. Under Inflation

Tekanan ban kurang dari ketentuan akan mengakibatkan keausan ban di bagian bahu dan membuat mobil melaju lebih berat. Akibatnya konsumsi BBM menjadi lebih banyak dibandingkan tekanan ban normal.

Berdasarkan riset Departemen Energi di Amerika Serikat, setiap penurunan tekanan angin ban 1 psi (pound per square inch) akan menaikkan konsumsi BBM sebanyak 0,4%.

Kurangnya tekanan angin pada ban akan menyebabkan defleksi pada dinding samping ban yang diakibatkan permukaan jalan yang bergelombang ataupun akibat tekanan dari suspensi. Sehingga lama kelamaan dinding ban akan fatique. Akibatnya dapat merusak kontruksi ban, baik dinding maupun telapak ban akan rapuh.

3. Over inflation

Tekanan ban yang berlebihan akan membuat keausan ban di bagian tengah. Lebar telapak ban juga semakin sempit, sehingga daya cengkeram juga berkurang. 

Hal ini menyebabkan mobil jadi susah dikendalikan. Ban dengan tekanan berlebih ini akan cepat rusak dan mudah meledak jika melibas jalan berlubang.

Mungkin saja pemakaian bahan bakar jadi lebih irit namun perlu diingat bahwa risiko terjadinya kecelakaan lebih besar.


Tags Terkait :
Ban Tips
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Jangan Asal Ganti Ban Mobil, Perhatikan Load Index dan Speed Rating

2 minggu yang lalu


Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

2 minggu yang lalu


Bus
Jangan Lengah Saat Menyewa Bus Pariwisata Di Musim Liburan

Pastikan selalu armada sewaan dalam kondisi laik jalan dalam hal teknis maupun administrasi agar terhindar dari potensi kecelakaan.

1 bulan yang lalu


Tips
Jelang Libur Sekolah, Bridgestone Bagikan Tips Road Trip Aman dan Efisien

Bridgestone membagikan sejumlah tips yang dapat diterapkan pengendara sebelum dan selama melakukan road trip bersama keluarga.

1 bulan yang lalu


Berita
Hindari 5 Hal Ini, Agar Mobil Anda Tidak Boros BBM

BBM

2 bulan yang lalu

Tips
Perlu Perhatian, Pengecekan Ulang EV atau Mobil Hybrid Paska Perjalanan Jauh

Pengecekan ulang EV hybrid setelah perjalanan jauh penting: cek tekanan ban, rem, coolant, aki, kelistrikan, dan cuci mobil. Penjelasan pakar GAC AION Indonesia.

4 bulan yang lalu

Berita
Mudik In Style 2026, Menepis ‘Bad Luck’ Lepas L8

Review mudik Lepas L8 Lebaran: Uji jarak 1.200 km ke Yogya dalam 18 jam, interior lega, desain mewah, suspensi lembut, efisiensi 22-24 km/liter.

4 bulan yang lalu


Bus
Catat, Puncak Arus Mudik Bus Dari Jakarta Tanggal 15-16 Maret 2026

Puncak arus mudik bus Jakarta 15-16 Maret 2026: Penumpang AKAP melonjak di Terminal Lebak Bulus, posko mudik didirikan, ramp check ketat diterapkan.

4 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Daihatsu Sigra Ujung Tombak Perolehan SPK Di GIIAS 2026

Sacara umum penjualan di GIIAS hampir berbagi rata ditopang oleh kendaraan penumpang dan komersial

10 menit yang lalu


Komparasi
Selisih Rp19 Juta, Mazda 6e dan BYD Seal Performance Punya Karakter Berbeda

Mazda 6e resmi meramaikan persaingan mobil listrik di Indonesia.

2 jam yang lalu


Berita
PHEV Kurang Diminati DIbandingkan EV?

Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan bahwa mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) masih lebih diminati konsumen dibandingkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

2 jam yang lalu


Berita
Ada Alasan Mengapa Toyota Land Cruiser 70 Jepang Menutupi Lampu Belakangnya

Detail unik ala Jepang yang membuat Land Cruiser 70 Series alami 'kebutaan' di bagian belakang

5 jam yang lalu


Berita
Mitsubishi Dapat 3.212 SPK Di GIIAS 2026 New Xforce HEV dan Destinator Jadi Duet Penopangnya

Percapaian tersebut melampaui target yang sudah ditetapkan sebelumya

14 jam yang lalu