BUS-TRUCK - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, telah memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi potensi meningkatnya travel dadakan atau angkutan tidak resmi menjelang Lebaran 2026.
Hal itu disebabkan travel dadakan menjadi salah satu kerawanan selama musim mudik lantaran banyak kendaraan yang dioperasikan tidak memenuhi standar keamanan.
“Kendaraannya belum tentu laik jalan, tidak menjalani ramp check, bahkan sering mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Ini sangat berbahaya dan harus kita antisipasi bersama,” ungkapnya pekan ini (20/1), seperti dikutip dari Antara.
Menurut mantan Wakapolda Jawa Tengah itu risiko travel dadakan tidak hanya dari faktor kendaraan, tetapi juga faktor pengemudi.
Di sisi pengemudi, masih menurut Agus, sebelum mengemudi kerap tidak melalui pemeriksaan kesehatan, bebas narkoba, serta tidak dibatasi jam kerjanya.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kelelahan yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur mudik jarak jauh.
Sebagai catatan, kasus kecelakaan lalu lintas paling menghebohkan di musim mudik 2025 adalah kecelakaan maut di tol Cikampek KM 58 pada April 2024 melibatkan bus Primajasa dengan sebuah Daihatsu Gran Max yang diduga merupakan travel ilegal.
Kecelakaan yang diakibatkan minibus tersebut keluar jalur contraflow dan bertabrakan frontal dengan bus yang datang dari arah berlawanan. Kecelakaan yang juga melibatkan satu unit Daihatsu Terios itu menyebabkan 12 orang meninggal dunia.
Baca juga: Polda Metro Razia Travel Gelap Lewat Dunia Maya, Begini Cara Kerjanya
Baca juga: Pramudi Diduga Mengantuk, Dua Penumpang Meninggal
Maka dari itu, menghadapi masa mudik Lebaran 2026, Korlantas Polri menyiapkan langkah antisipatif dengan meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap travel ilegal, pemeriksaan kendaraan penumpang nonreguler, serta penguatan ramp check terpadu bersama instansi terkait.
“Kami instruksikan Dirlantas dan Kasatlantas jajaran untuk meningkatkan pengawasan di jalur mudik, terminal bayangan, rest area, serta titik-titik keberangkatan penumpang. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, dan pemerintah daerah juga terus kami perkuat,” wanti Agus lagi.
Jenderal polisi bintang dua juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan jasa travel murah tanpa legalitas.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan karena murah dan cepat, mengabaikan faktor keselamatan. Pilih angkutan resmi, kendaraan yang laik jalan, dan pengemudi yang profesional. Mudik selamat, keluarga pun tenang,dan bahagia,” pungkasnya. (EW)
