Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Setelah G3 dan G3+, Polytron Bersiap Hadirkan Mobil Listrik Terbaru

Polytron bersiap meluncurkan mobil listrik terbaru tahun ini. Isyarat kuat mengarah ke segmen SUV listrik dengan produksi lokal CKD di Indonesia.
Berita
Rabu, 21 Januari 2026 11:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar
Mobil listrik baru Polytron (Foto : Otodriver/Gemilang Isromi Nuar)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Polytron kembali menunjukkan keseriusannya di industri kendaraan listrik nasional. 

Setelah merilis mobil listrik G3 dan G3+ pada 2025, perusahaan elektronik asal Indonesia tersebut memastikan akan menghadirkan model mobil listrik terbaru pada tahun ini. 

Sinyal kehadiran produk anyar tersebut mulai terungkap melalui tampilan siluet kendaraan yang ditayangkan dalam layar presentasi pada acara Polytron di Jakarta, Senin (20/1).

SUV Jadi Segmen Strategis di Pasar Mobil Listrik Indonesia

Meski belum diungkap secara gamblang, bocoran visual yang ditampilkan langsung memunculkan berbagai spekulasi. 

Dari bentuk siluet yang terlihat, model baru tersebut mengarah ke segmen SUV listrik, sebuah kelas kendaraan yang saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat di pasar otomotif Indonesia.

Ketika dikonfirmasi mengenai kemungkinan Polytron kembali masuk ke segmen SUV listrik, Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, memilih untuk belum membuka detail lebih jauh. Ia hanya memberikan pernyataan singkat namun penuh isyarat. “Nanti ditunggu saja,” ujar Tekno.

Polytron G3+ di GIIAS 2025 (Foto : Otodriver/Ilham Pratama)

Dipastikan Dirakit Lokal dengan Skema CKD

Di tengah minimnya informasi soal spesifikasi dan waktu peluncuran, Polytron memastikan satu hal penting terkait skema produksi. Model mobil listrik terbaru ini akan langsung dirakit di Indonesia dengan status CKD (Completely Knocked Down).

BACA JUGA

Tekno menegaskan bahwa Polytron tidak akan kembali menggunakan skema impor utuh atau CBU (Completely Built Up), mengingat insentif pemerintah untuk CBU kendaraan listrik sudah tidak lagi tersedia. 

“Langsung CKD. Dirakit lokal. Enggak mungkin balik ke CBU karena insentifnya sudah enggak ada,” jelas Tekno.

Terbuka Kerja Sama Global, Tak Terpaku pada Satu Negara

Dalam membuat mobil listrik pertamanya Polytron menjalin kemitraan bersama pabrikan otomotif asal China seperti dengan Skyworth, perusahaan asal China, dengan model yang serupa, dimana melahirkan G3 dan G3+. 

Namun untuk produk-produk ke depan, Polytron menegaskan bahwa peluang kerja sama tidak dibatasi pada satu negara atau satu mitra saja.

Menurut Tekno, prinsip utama Polytron dalam memilih partner adalah kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar Indonesia serta kesamaan visi jangka panjang. 

“Kita enggak cuma kerja sama dengan satu partner. Prinsipnya kita terbuka. Kerja sama nomor satu, mereka punya produk yang sesuai dengan Indonesia. Kedua, tujuannya sama. Mereka mau apa, kita mau apa,” ujarnya.

Kini publik tinggal menunggu pengumuman resmi terkait spesifikasi, harga, serta waktu peluncuran mobil listrik terbaru Polytron yang diyakini akan menjadi salah satu sorotan penting di pasar otomotif nasional tahun ini. (GIN)


Tags Terkait :
Mobil Listrik Polytron Suv
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Seperempat Dari Populasi Volvo EX30 Di Indonesia Terkena Recall Karena Baterai

Recall Volvo EX30 Indonesia baterai: Seperempat dari 85 unit tahun 2024 terdampak cacat produksi modul sel yang berpotensi panas berlebih. Volvo hubungi konsumen.

1 hari yang lalu


Berita
BYD Atto 3 Selamat Dihantam Rudal, Simak Faktanya

Sebuah BYD Atto 3 mendadak jadi sorotan dunia pada 1 Maret 2026.

1 hari yang lalu


Berita
China Siapkan Bahan Baterai Dari Plastik, Siap Gantikan Kobalt dan Lithium

China kembangkan baterai EV polimer gantikan kobalt lithium. Tahan suhu -70°C hingga 80°C, aman saat ditusuk, fleksibel, dan berkelanjutan dengan 250Wh/kg.

1 hari yang lalu


Berita
Mengenal Thermal Runaway pada Mobil Listrik, Pentingnya Edukasi dan Perawatan Baterai

Thermal runaway biasanya terjadi akibat kebocoran baterai yang menyebabkan pelepasan energi besar dalam waktu singkat.

1 hari yang lalu


Berita
KOLEKSI Soroti Mitos Kebakaran Mobil Listrik, Dorong Edukasi dan Standar Keselamatan Nasional

Isu kebakaran baterai masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air.

1 hari yang lalu


Mobil Listrik
Pasang Home Charging EV, Ini Hal Yang Perlu Diketahui Dan Diperhatikan

Pemasangan home charging ada syarat-syarat yang perlu diketahui

1 hari yang lalu


Mobil Listrik
EV Terbakar Di Penjaringan, Instalasi Listrik Jadi Faktor Utama

Faktor pemicu kebakaran tidak melulu disebabkan oleh mobil, banyak yang dipicu masalah lainnya. Ketahui di sini.

1 hari yang lalu


Berita
Lebih dari 60% Pengemudi Belum Punya Akses Layanan Darurat Mobil 24 Jam

Layanan darurat mobil, membantu pengendara yang mengalami masalah di jalan, mulai dari ban bocor, aki soak, kehabisan BBM, hingga membutuhkan derek kendaraan.

1 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur Di Thailand. Harganya Lebih Murah Dari Fortuner

Hanya tersedia dengan mesin bensin saja

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Produksi Lagi Dasbor Supra MK4 Melalui GR Heritage Parts

Toyota kembali memproduksi sparepart mobil lawasnya melalui GR Heritage Parts

6 jam yang lalu


Tips
Perhatikan Tanda-Tanda Munculnya Microsleep Saat Mengemudi

Paksa untuk tidur sebentar untuk memulihkan kesadaran serta konsenterasi

11 jam yang lalu


Bus
Transjakarta Tambah Jam Operasional Dini Hari Saat Arus Balik

Bus layanan khusus itu hubungkan terminal Pulo Gebang dengan terrminal pendukung di sebagian besar wilayah Jakarta

13 jam yang lalu


Berita
Perhatikan Dua Waktu Puncak Arus Balik Ke Wilayah Jabodetabek Dari Arah Timur

Bisa jadi pertimbangan untuk melakukan perjalan kembali dengan lebih leluasa.

13 jam yang lalu