Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Baca Indikator Truk Arocs: Warna Hijau, Performa ‘Terbaik’

Efisiensi bahan bakar untuk konsistensi laju kendaraan yang terbaik
Truk
Jumat, 26 April 2024 18:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Bagi seorang driver truk, dan juga bus, ketika sedang menghela beban berat nyata tetap harus memperhatikan kondisi dari kendaraan yang dikemudikannya. Salah satunya adalah mencermati semburan daya dari mesin.

Informasi akan hal itu diberikan ke Bus-Truck.id yang berkesempatan untuk menyimak dari dekat sejumlah produk Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) dari dekat pekan ini (25/4). Sejumlah nama seperti Axor, Arocs, Actros, OF 917, sampai melihat dari dekat sasis OH 1626 selain bisa didekati juga ada sesi untuk melakukan first impression.  

Kembali ke soal memperhatikan performa mesin, perlu konsisten memperhatikan indikator performa mesin agar laju truk tetap bisa berjalan dengan baik sekaligus terhindar dari potensi ‘ketenggak’ akibat putaran mesin tidak sesuai dengan posisi gigi serta medan jalan yang sedang dilintasi.

BACA JUGA

“Kalau melihat di takometer pada indikator putaran mesin warna hijau itu merupakan rentang torsi yang terbaik, performa terbaik, tenaga dari mesin paling ‘ideal‘ dan juga konsumsi bahan bakar,” ungkap Bimo Nuswantoro - DCVI Sales Support & Trainer yang mendampingi sesi mengemudi.

“Jika melewati rentang warna hijau, sebenarnya kurva performa mesin sudah ‘menurun’ walaupun mungkin dari suara mesin memang terdengar lebih keras dibandingkan ketika putaran mesin berada di rentang putaran warna hijau,” jelas Bimo lagi.

Baca juga: Mercedes eActros 600 Sudah Uji Jalan Di Jerman

Baca juga: Memahami Kode Sasis Truk dan Bus Mercedes-Benz di Indonesia

Arocs ada tiga pilihan kapasitas mesin; 10.700 cc,  12.800 cc, dan 15.600 cc

Mengemudikan spesialis medan off-road punya performa 'raksasa' dengan kemudahan manuver serta kenyamanan kabin ala sedan Mercedes-Benz

     


Tags Terkait :
Truk Mercedesbenz. Arocs Dcvi April 2024
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Mercedes-Benz OF 917 4x2: ‘Kuda Hitam’ Di Rute AKDP

Bisa ‘bersaing’ dengan sasis big bus

2 tahun yang lalu


Bus
Ini Kategori Sasis Bus Mercy Di Pasar Indonesia

Terus diupayakan peningkatan kandungan lokal

2 tahun yang lalu


Bus
Dealer Asal Bandung Ini Paling Banyak Merilis Bus Mercedes-Benz Pada Tahun 2024

Model truk paling laris di wilayah Kalimantan Timur

1 tahun yang lalu

Bus
Penjualan Mercedes-Benz Bus Naik, DCVI Serah Terima Puluhan Bus di Busworld

Sekaligus perkuat kemitraan lebih erat dengan pihak karoseri nasional.

4 bulan yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

5 jam yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

6 jam yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

9 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu