Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Apa Itu Rear Underrun Protection?

Waspada Selalu Bumper Belakang Truk
Truk
Minggu, 3 November 2024 12:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji


BACA JUGA

Sebenarnya, jika diperhatikan dengan cermat kecepatan laju sebuah truk tidak terlalu tinggi. Baik di jalan non-tol maupun di jalan bebas hambatan.

Tidak lain karena potensi beban yang berat serta spesifikasi teknis yang memang dirancang bukan untuk melaju kencang, menjadi sebabnya.

Oleh karena itu, berjalan seiring dengan truk yang ukuran sedang maupun besar tetap butuh kewaspadaan maksimal. Namun, di kondisi saat ini, khususnya di jalur tol, dimana masih banyak pengemudi yang melewati batas kecepatan maksimal ataupun lebih rendah dari semestinya yang sesuai regulasi.

Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan sebuah truk dihantam bagian buritannya dari belakang oleh kedaraan lain. Baik oleh kendaraan yang ukurannya lebih kecil maupu sesama kendaraan besar. Acap kali juga menimbulkan korban jiwa sia-sia.

Sebenarnya untuk antisipasi agar tidak terjadi benturan fatal tidak lain diawali dengan menjaga batas kecepatan yang diperbolehkan di regulasi jalan raya Indonesia. Kendati begitu, regulasi yang juga mengatur bagaimaa sebuah kedaraa angkut barang punya peranti perlindungan preventif pada dasarnya juga sudah ada.

Setidaknya bisa disebutka yatitu Rear Underrun Protection (RUP), peranti atau alat yang dipasang di buritan truk. Sebagai penahan jika ada benturan oleh kendaraan lain agar tidak malah masuk ke kolong truk.

Itu fungsinya serupa dengan bumper yang tingginya tak terlalu jauh dibandingkan ketinggian bagian depan mobil kecil pada umumnya.

Regulasi yang mengatur perlunya ‘bumper tambahan’ itu terpasang di truk adalah Permen 74 Tahun 2021. Isinya soal Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor Selain Sepeda Motor.

Baca juga: Microsleep : Bahaya Laten Pengemudi Di Jalan Tol

Ketentuan memasang Rear Underrun Protection (RUP) yag kerap disebut sebagai "perisai kolong belakang" itu ada pada Pasal 15 dan Pasal 16. Tegas disebutkan bahwa RUP wajib dipasang pada mobil barang dan atau truk dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) mulai 5.000 kg atau 5 ton ke atas.

Bunyi Permen 74 Tahun 2021 Pasal 15 Ayat 1; Perisai kolong belakang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) huruf a harus dipasang pada Kendaraan Bermotor jenis Mobil Barang dengan JBB mulai 5.000 (lima ribu) kilogram, Kereta Gandengan, atau Kereta Tempelan.

Kemudian pada ayat 2 Pemasangan perisai kolong belakang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pembuat, perakit, pengimpor, dan/atau perusahaan karoseri.

Pasal 16 dari regulasi itu juga menyebutkan; Perisai kolong belakang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dipasang dengan ketentuan:

Belum semua APM kendaraann komersial maupun karoseri di Indonesia yang punya standar tinggi perlidungan pasif sebagai peranti bawaan pabrik

 

Meski secara regulasi telah diatur namun masih terlalu banyak truk berbagai ukuran dan kelas yang tidak mengindahkanya.

Kalau sudah begini maka perlu inisiatif dari setiap pengemudi untuk memperhatikan dengan penuh kesadaran, setidaknya, batas kecepatan berkendara di jalan raya arteri maupun bebas hambatan.

Sony Susmana, Senior Instructor dari SDCI-Safety Defensive Consultant Indonesia, seperti yang juga ada di catatan Bus-Truck.id (29/6), pernah mengingatkan soal ini. “Di setiap ruas jalan tol ada aturan batas kecepatan kendaraan, masing-masing ruas rambunya berbeda-beda tergantung lokasi, lebar jalan, dan kepadatan kendaraan yang melintas,” ujarnya.

Dari sudut pandang itu, sebenarnya sudah ada penegasan kalau ‘tidak ada aturannya’ saat mengemudi kendaraan di jalan tol boleh ngebut. “Sekalipun dilakukan pakai mobil dengan embel-embel ‘sport’,” sergah Sony sembari menyebut bahwa di sirkuit adalah lokasi paling pas untuk adu kecepatan.

Ia juga mengingatkan bahwa mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalur tol saat malam sejatinya juga lebih berbahaya dibandingkan saat matahri bersinar terang. “Nggak ada rumusnya ‘hafal’ kondisi jalan, karena pasti berubah-ubah situasinya sekalipun di waktu yang sama,” pungkasnya.

Baca juga: Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Baca juga: Perhatian, Jalur Kereta Api Harus “Steril”!

 

Kecelakaan di ruas Tol Trans Jawa akibat pengemudi tidak mematuhi batas kecepatan sehingga menabrak bagian bekakang truk yang berhenti darurat di bahu jalan

 

Bus yang sama-sama berbodi besar juga akan mengalami kerusakan berat jika menabrak bagian belakang truk



 


Tags Terkait :
Tabrak Belakang Truk Fatal Jalantol Korban Kecepatan Indonesia RUP Permenhub
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Truk
Apa Itu Rear Underrun Protection?

Waspada Selalu Bumper Belakang Truk

1 tahun yang lalu


Truk
‘Area Kematian’ Sebuah Truk Adalah Di Bagian Belakangnya (2)

Jangan pernah anggap remeh area tersebut

2 tahun yang lalu


Truk
‘Area Kematian’ Sebuah Truk Adalah Di Bagian Belakangnya (1)

Jangan pernah anggap remeh area tersebut

2 tahun yang lalu


Berita
Dua Laka Fatal Tabrak Bak Truk : Tidak Ada Aturan Di Tol Boleh Ngebut!

Patuhi rambu lalu lintas yang ada di jalan

2 tahun yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

3 bulan yang lalu


Bus
Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

Masih jadi bahaya laten pengemudi bus maupun truk.

3 bulan yang lalu

Berita
Tabrak Belakang di Tol Terjadi Lagi, 3 Kru TV Meninggal

Sudah saatnya darurat bahu jalan tol

1 tahun yang lalu

Berita
Di Jalan Tol Selalu Waspada Buritan Kendaraan Besar Seperti Truk Ataupun Bus

Menjaga kecepatan adalah ‘solusi’ aman yang banyak diabaikan pengemudi

2 tahun yang lalu


Terkini

Pikap
Bak Kuping, Desain Pikap Klasik yang Bertahan Puluhan Tahun Sebelum Akhirnya Punah

Tonjolan rumah roda di luar bak membuat pikap klasik Amerika tampil unik. Inilah bak kuping, desain yang dulu jadi standar sebelum akhirnya hilang dari pasaran.

1 jam yang lalu


Truk
Lagi-Lagi, Truk Rem Blong Makan Korban Jiwa

Manajemen perawatan kendaraan dan kemampuan mengemudi masih dianggap remeh.

1 jam yang lalu


Truk
Boomerang Suspension, Suspensi Unik Truk Inovasi Dari Brazil

Bentuknya mirip bumerang dan fungsinya menjaga roda tetap menapak di medan ekstrem. Inilah Boomerang Suspension, inovasi unik Engesa yang tak pernah jadi standar industri truk.

4 jam yang lalu

Truk
Mengapa Truk Pakai Ban Ganda di Belakang? Ternyata Sudah Ada Sejak Lebih dari Seabad Lalu

Truk besar hampir selalu punya dua ban di tiap sisi roda belakang. Ternyata konfigurasi ini sudah dipakai sejak 1908 dan lahir dari kebutuhan mengangkut beban lebih berat.

1 hari yang lalu


Bus
Ramp Check Bus Libur Nataru 2026 Sudah Mulai Dilakukan

Musim Nataru 2025 ada pengurangan kecelakaan angkutan darat secara signifikan.

1 hari yang lalu