BUS-TRUCK – Commercial Vehicles Show 2026, akan berlangsung di kota Birmingham, Inggris pada tanggal 21 April yang lalu merupakan kali pertama Isuzu D-Max bertenaga listrik diperkenalkan untuk pasar Eropa.
Pikap rakitan Thailand itu memang dirancang sebagai produk global. Oleh karena itu di jalur produksinya juga akan dilakukan perakitan utuk hadirkan versi setir kiri maupun kanan.
Pikap ini punya potensi tenaga maksimal sebesar 149.3 kW atau setara 200 daya kuda. Klaim torsi puncaknya 347. Nm. Semua ditopang oleh baterai Lithium-ion berspesifikasi 66.9 kWh dengan motor listrik ganda, masing-masing terpasang di setiap as roda.
Untuk potensi jarak tempuhnya dalam satu kali isi daya adalah 263-335 kilometer (WLTP).
Sebagai perbandingan, klaim torsi puncak pada versi mesin diesel sebesar 450 daya kuda.
Untuk pengisian ulang daya listrik AC 11 kW akan butuh waktu enam jam (0-100 persen), untuk pengisian cepat atau DC 50 kW butuh waktu satu jam. Semuanya untuk mencapai batas 20-80 persen.
Komposisi dimensinya; panjang 5.280 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.810 mm, dan wheelbase 3.125 mm.
Bobot kosongnya 2.350 kilogram, bisa angkut beban sampai 1.010 kilogram. Mampu menarik gandengan dengan berat 3.500 kilogram.
Baca juga: KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat JAC Trekker T90 EV, Pionir Dobel Kabin EV Di Indonesia
Klaim sebagai pikap yang tangguh, D-Max punya fitur penggerak bernama Rough Terrain Mode yang bisa membuatnya menerjang genangan air dengan ketinggian 600 mm. Dapat pula melintasi medan yang menghadang bonnet dengan kemiringan sampai 30,5 derajat.
Tersedia varian dengan kode Extended Cab dan Double Cab.
D-Max sendiri dihadirkan secara perdana tahun 2002, sebegai pengganti Isuzu faster. Pernah juga berbagi platform dengan Chevrolet Colorado serta Mazda BT-50.
Soal peluang untuk memasukkan D-Max versi listrik ke pasar Indonesia, pernah diutarakan oleh Division Head of Business Strategy PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga di sela-sela ajang GIICOMVEC 2026 yang lalu.
Rian menjelaskan bahwa dari sisi kesiapan teknis untuk perawatan pihak IAMI sudah siap. Namun secara ekosistem, jaringan pengisian daya kendaraan listrik di segmen komersial untuk wilayah Indonesia dianggap pihaknya belum mumpuni.
Karena menurutnya, penggunaan kendaraan komersial secara nasional masih random dalam hal rute operasionalnya. (EW)
