Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Jangan Lengah Saat Menyewa Bus Pariwisata Di Musim Liburan

Pastikan selalu armada sewaan dalam kondisi laik jalan dalam hal teknis maupun administrasi agar terhindar dari potensi kecelakaan.
Bus
Selasa, 23 Juni 2026 22:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Usia pakai semua jenis bus Pariwisata yang boleh beroperasi di Indonesia maksimal 15 tahun (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK - Selain menjelang Idul Fitri serta Idul Adha, kemudian masa libur Nataru, ada satu lagi periode dimana operator bus berjadwal dan nonreguler akan menghadapi masa sibuk persiapan maupun perjalanan, yaitu masa libur sekolah. 

Tradisi tengah tahun ini akan membuat operator disibukan dengan persiapan armada, kemudian instansi terkait juga akan berkonsenterasi ekstra untuk mengawasi peningkatan perjalanan dengan bus berbagai ukuran di berbagai wilayah Indonesia. 

Opsi memilih perjalanan liburan dengan armada berjadwal tentu akan lebih mudah dilakukan. Secara singkat tinggal pesan dan membayar tiket perjalanan sesuai tarif, untuk kemudian menyambangi terminal keberangkat dan kemudian tiba di daerah tujuan. 

BACA JUGA

Pilihan lain yang juga banyak diminati adalah menyewa kendaraan angkut penumpang, bisa berupa microbus sampai big bus. 

Alternatif kedua tadi butuh sejumlah persiapan tambahan agar seluruh perjalanan terlaksana dengan aman sekaligus nyaman. 

Untuk itu ada sejumlah tips pilih angkutan penumpang sewaan untuk perjalan berlibur dari Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, agar perjalanan bisa dilakukan dengan aman dan nyaman. 

Kondisi teknis dan legalitas armada jangan pernah ditawar 

Pertama, pastikan aspek legalitas dan keselamatan Perusahaan Otobus (PO). Jangan pernah tergiur hanya oleh penawaran harga yang murah. 

Pastikan armada yang disewa benar-benar terjamin keselamatannya dengan memilih PO bus yang resmi, terpercaya, serta memiliki izin trayek atau izin angkutan pariwisata yang masih berlaku.

Saat ini sudah ada SPIONAM (Sistem Informasi Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda) milik Ditjen Hubdat Kemenhub yang bisa diakses secara terbuka untuk memastikan keaslian izin operasional dan kelaikan jalan armada.

Jangan lupa untuk memastikan kendaraan yang diminati telah lulus uji berkala (KIR) terbaru. 

Setiap calon pemesan kendaraan berhak meminta bukti cetak kelulusan uji kepada pihak PO atau mengeceknya langsung melalui aplikasi e-KIR nasional. 

Sewa bus Pariwisata yang laik jalan boleh jadi murah namun nyawa penumpang bisa lebih terlindungi selama di perjalanan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)Regulasi angkutan penumpang Indonesia melarang beroperasinya bus dengan kondisi ban yang tidak laik pakai (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Kemenhub: Usia Pakai Bus Pariwisata Maksimal 15 Tahun 

Baca juga: Organda: Ramp Check Bus Pariwisata Di Lokasi Wisata Perlu Ditambah

Kedua, Djoko mengingatkan, selama di perjalanan wajib memperthatikan manajemen waktu dan kondisi pengemudi . Kelelahan pengemudi merupakan salah satu faktor risiko kecelakaan terbesar, terutama saat musim liburan. 

Sesuai regulasi keselamatan, durasi mengemudi maksimal adalah 8 jam sehari, atau maksimal 12 jam jika sudah mencakup waktu istirahat. Sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana ada kewajiban bagi perusahaan angkutan umum memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, serta pergantian pengemudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu, jika perjalanan dinas atau wisata rombongan menempuh waktu lebih dari 8 jam atau memerlukan waktu menginap, wajib meminta penyediaan 2 pengemudi. 

Selain itu, memastikan telah mengalokasikan anggaran untuk tempat istirahat atau penginapan yang layak bagi kru bus, agar mereka dapat tidur dengan berkualitas dan memulihkan stamina sebelum kembali mengemudi.

Pengemudi yang lelah dan kehilangan konsenterasi adalah dampak fatal akibat mengemudi terlalu lama (Foto : RRI.co,id)Kecelakaan fatal bus Pariwisata di Subang tahun 2024 akibat kondisi bus tidak lain jalan dan terabaikannya syarat administrasi akibat tergiur murahnya biaya sewa bus (Foto : Antara)

Wajib paham rute perjalanan dan karakter lintasan ke lokasi wisata

Hal ketiga, masih menurut Djoko, perhatikan manajemen rute dan karakteristik jalur menuju lokasi wisata. Pastikan pengemudi sudah mengenali dan menguasai rute perjalanan menuju lokasi wisata. 

Ia menganggap bahwa pengguna bus sewaan tidak perlu ragu untuk berdiskusi dengan kru bus mengenai rencana rute alternatif apabila jalur utama mengalami kemacetan parah. Karena kebijakan penutupan jalan dari kepolisian untuk pembatasan volume kendaraan kerap terjadi saat musim libur sekolah.  

Persiapan yang keempat yaitu soal administrasi dan anggaran perjalanan, sebab komponen biaya sewa bus sering kali tidak bersifat all-in. 

Pastikan sudah ada kesepakatan sebelum perjalanan bahwa biaya yang dibayarkan  sudah mencakup rincian biaya tambahan secara jelas. Diperkuat dengan kontrak sewa tertulis, serta jaminan asuransi perjalanan.

Perlu dipertimbangkan, proteksi asuransi PT Jasa Raharja untuk penumpang sudah termasuk dalam komponen biaya sewa. Seandainya hal ini sulit dipenuhi dalam satu paket biaya sewa, pertimbangkan untuk menambah asuransi perjalanan mandiri bagi seluruh peserta perjalanan. 

Terakhir, Djoko memungkaskan, sempatkan untuk memeriksa kondisi fisik kendaraan secara singkat bersama pengemudi sebelum perjalanan dimulai. Kondisi ban, palu pemecah kaca, pintu darurat, hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) perlu dipastikan sebagai langkah antisipasi situasi darurat. (EW)

Palu pemecah kaca bentuknya kecil tapi jika tidak ada akan berisiko fatal saat diperlukan (Foto : Antara)Sasis space frame untuk daya muat barang maksimal namun bukan berarti bisa dijejali barang bawaan secara berlebihan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Bus Pariwisata
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Pakar Utama Pakai Bodi Legacy SR3 Neo HD Prime Ultimate Edition

Bersasis Hino RK 280 Euro 4

1 tahun yang lalu


Bus
Kursi Penumpang Bus AKAP Dan Pariwisata Kini Lebih Lebar Dan Ergonomis

Sebuah pilihan yang sulit dari segi desain

1 hari yang lalu


Bus
Hino Terus Handover Sampai Pekan Terakhir GIIAS 2026

Bukti komitmen sinergi pabrikan, karoseri, dan operator

2 hari yang lalu


Bus
DCVI Anggap Operator dan Mitra Karoseri Seperti Keluarga

Ditambah upaya konsisten menjaga pelayanan purna jual agar operasional para operator tetap terjaga.

1 minggu yang lalu


Terkini

Bus
Transjakarta Akan Operasikan 10.000 Bus Listrik Sampai 2030

Penghematan anggaran untuk pembelian BBM juga bisa dikurangi secara signifikan.

21 jam yang lalu

Truk
IEE Series 2026: Hadir Lagi Barisan Kendaraan Berat Berteknologi Mutakhir

Sebuah pengalaman unik menyimak dari dekat kendaraan yang tak lazim ditemui di area Mining Indonesia.

1 hari yang lalu


Truk
Hino 500 FM 280 JD 6x4 Fire Truck, Sasis Tangguh untuk Kendaraan Pemadam Kebakaran

Bukti sasis truk Hino bisa fleksibel untuk dibangunkan bodi yang beragam sesuai kebutuhan

1 hari yang lalu


Van
Meski Tanpa Insentif, Farizon Bertekad Konsisten Rakit Produknya di Indonesia

Segmen kendaraan niaga tenaga listrik di Indonesia punya potensi pasar yang besar

1 hari yang lalu

Truk
Isuzu Raih 1.180 SPK Di GIIAS 2026, Elf Jadi Penopang Utama

Kendaraan komersial merupakan produk serbaguna yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya

1 hari yang lalu