OTODRIVER - PT Elangperdana Tyre Industry melalui merek Accelera resmi memperkenalkan Accelera Omikron Rugged Terrain (R/T), lini ban terbaru yang ditujukan bagi pengguna SUV dan double cabin yang membutuhkan keseimbangan antara kenyamanan di jalan raya dan kemampuan melintasi berbagai kondisi jalan.
Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dipilih jadi tempat peluncuran produk yang membidik celah antara ban All Terrain (A/T) dan Mud Terrain (M/T) ini .
Marketing Manager PT Elang Perdana Tyre Industry, Jasin Mursalie, kehadiran ban ini berangkat dari perubahan tren penggunaan SUV yang kini tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional atau penjelajah medan berat.
Saat ini, SUV juga menjadi kendaraan harian yang digunakan untuk bekerja, bepergian bersama keluarga, hingga mendukung aktivitas luar ruang seperti touring, camping, dan overlanding.
"Accelera Omikron Rugged Terrain bukan lahir karena kami ingin menambah satu produk lagi. Produk ini lahir karena kami melihat cara masyarakat menggunakan SUV telah berubah. Ketika gaya hidup berubah, kebutuhan pengendara juga ikut berkembang. Kami melihat semakin banyak pengguna yang menginginkan satu ban yang tetap nyaman digunakan setiap hari, namun siap menemani perjalanan ke berbagai medan saat dibutuhkan. Omikron RT adalah jawaban kami terhadap perubahan tersebut," jelas Jason saat ditemui di ICE Tangerang, Sabtu (01/08/2026).
Dari sisi desain, Accelera Omikron R/T mengusung blok tapak bergaya All-Terrain yang agresif, dipadukan pola tengah zig-zag dinamis serta alur tapak yang lebar dan dalam. Kombinasi tersebut diklaim mampu meningkatkan traksi sekaligus memberikan tampilan yang lebih gagah pada kendaraan SUV modern.
Dari sisi produk kehadiran Omikron R/T juga menjadi langkah pertama Accelera memasuki segmen, kategori ban ini tengah berkembang di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.
“Mungkin kami jadi brand lokal pertama dalam mengadakan ban tipe R/T dari brand dalam negeri. Dan ban ini dirancang dan diracik dengan mengacu pada kondisi kondisi alam hingga cuaca di Indonesia,” pungkasnya. (SS)
