Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Lorena Raih Usia 54 Tahun, Tim ‘Jenderal Ijo’

Sudah merambah ke sejumlah layanan bus dan shuttle
Bus
Sabtu, 14 September 2024 08:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Pada tanggal 9 September lalu, PO Lorena merayakan hari jadi mereka yang ke-54 tahun. Sebuah pencapaian yang terhitung luar biasa atas operator yang dirintis oleh GT Soerbakti itu.

Semuanya berawal dari tahun 1973, andalkan sasis Mercedes-Benz OF1113 dan bodi racikan karoseri Rahayu Sentosa bermesin depan. Dengan kode bodi 001, rute yang dilaluinya adalah Bogor-Jakarta.   

Lorena juga menjadi salah satu, jika tidak satu-satunya, operator bus yang punya jalur AKAP yang telah melantai di bursa efek Jakarta. Secara resmi bernama lengkap PT Eka Sari Lorena Transport tbk. dengan kode LRNA.

BACA JUGA

Berdasarkan kutipan dari laman Medcom.id, pada paparan beberapa waktu lalu (21/6) membukukan laba komprehensif 2023 sebesar Rp135,87 miliar. Naik dari tahun sebelumnya yang rugi komprehensif Rp21,32 miliar.

Dari paparan yang sama, pendapatan terbesar Lorena masih dari pelayanan bus AKAP sebesar Rp73,03 miliar, disusul lini rental bus senilai Rp13,47 miliar, berkontribusi masing-masing sebesar 78,56 persen dan 14,49 persen terhadap total pendapatan di 2023.

Catatan pada kuartal  pertama tahun 2024, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp19,06 miliar, naik tiga persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,49 miliar.
 
"Sumbangan terbesar pendapatan kuartal I-2024 masih disumbang bisnis Bus AKAP senilai Rp14,29 miliar dan rental bus Rp2,53 miliar," ungkap Ryanta Soerbakti, Managing Director LRNA, saat paparan public tersebut.

Dia menambahkan, terjadi peningkatan dari lini bisnis Bus Angkutan Bandara atau Jabodetabek Airport Connexion (JAC) yang naik 65 persen menjadi Rp1,68 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,02 miliar.

Pada tahun lalu, bisnis JAC ini mampu menyumbang Rp3,56 miliar, atau naik lima persen dari 2022 sebesar Rp3,39 miliar. "Perseroan meyakini, pada waktunya segmen bus angkutan bandara dan segmen Rental Bus pertumbuhannya akan meningkat signifikan didukung potensi pasarnya," urai Ryanta lagi.

Ekspansi bisnis di 2024, masuk ke segmen bus listrik

Ryanta pun mengungkapkan sejumlah strategi ekspansi bisnis di 2024, seiring dengan pemulihan kinerja perseroan sepanjang 2023 dan kuartal I-2024.

Dia mengatakan, salah satu strategi ekspansi tahun ini adalah menambah jumlah bus listrik, bersamaan dengan rencana Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengakselerasi pengembangan ekosistem angkutan umum berbasis listrik di Jabodetabek.

"Selain itu, kami juga akan terus memperkuat divisi rental berjangka panjang yang dapat memberikan fixed income atau pendapatan tetap bagi Perseroan," jelas Ryanta.

Operasikan bus Double Decker sejak tahun 2017

Strategi lainnya dari perseroan ialah membangun kerja sama dengan moda transportasi darat lainnya seperti kereta api cepat yang tengah dikembangkan Pemerintah. Tak hanya itu, Lorena juga akan melakukan peremajaan armada secara berkala di divisi AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) sehubungan dengan pulihnya perekonomian Indonesia.

Operator yang juga termasuk pelopor pemakaian bus Double Decker ini juga terus mengembangkan layanan pembelian tiket secara daring.

Dari sisi ketersediaan jenis layanan, seperti termaktub dalam paparan yang sama, operator yang dikenal puya barisan pramudi senior ini, melanjutkan diversifikasi seperti mengembangkan angkutan bandara, Trans Jabodetabek Reguler (TJR) dan Jabodetabek Residence Connection (JRC) serta angkutan rental jangka panjang.

Hingga per akhir Desember 2023, Lorena mengoperasikan bus di jalur AKAP di lebih dari 20 rute di antaranya Pekanbaru, Jambi, Palembang, Prabumulih, Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Madura, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Denpasar.

Baca juga: Lorena Buka Rute Baru Armada Antarmoda ke Halim dan Soekarno-Hatta

Baca juga: Lorena Buka Rute Shuttle Dari Cibubur dan BSD, Ini Tarifnya

Lorena masih setia dengan sasis Mercedes-Benz untuk rute AKAP


Tags Terkait :
Lorena Akap Akdp Shuttle Tbk Agenbuslorena Tajur Bogor LRNA 1973 Jenderalijo Legendaris 54tahun Ekasarilorena September Indonesia
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Bus
Lorena Raih Usia 54 Tahun, Tim ‘Jenderal Ijo’

Sudah merambah ke sejumlah layanan bus dan shuttle

1 tahun yang lalu


Berita
Terminal Mengwi: Terbesar Di Pulau Bali

Rute paling barat menuju kota Medan

2 tahun yang lalu


Bus
Organda: Transportasi Umum Indonesia Darurat BBM

Terkendala soal barcode sampai tersendatnya pasokan solar menjadi masalah yang tak terpecahkan hingga sekarang.

1 hari yang lalu


Bus
Damri Diskon Rp 50 Ribu Saat Liburan Sekolah, Rencanakan Juga Trayek Sabang-Merauke

Pemesanan hanya bisa dilakukan lewat aplikasi Damri.

11 bulan yang lalu


Terkini

Bus
Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin

Kelangkaan solar akhir-akhir ini semakin meresahkan para operator.

12 jam yang lalu


Van
Tarif Mikrotrans Diusulkan Rp2.000 dan Transjakarta Rp5.000

Selain untuk menekan subsidi juga sebagai cara menutup celah manipulasi data penumpang.

1 hari yang lalu


Pikap
Gran Max Penopang Penjualan Daihatsu Semester Pertama

Konsisten di segmen pembeli pertama mobil masih menjadi andalan Daihatsu mendulang keuntungan di Indonesia.

1 hari yang lalu


Truk
Truk Trailer Tesla Tabrakan Tak Jauh Dari Gigafactory, Dua Meninggal Dunia

Kecelakaan fatal Tesla Semi terjadi di Nevada dekat Gigafactory dan menewaskan dua orang. Truk diduga ditabrakkan oleh pengemudi yang tertidur serta masih dalam penyelidikan polisi.

1 hari yang lalu

Bus
Kemenhub Dorong Organda Terus Perluas Elektrifikasi Armada

Tapi biaya pengadaan kendaraan komersial tenaga listrik di Indonesia masih sangat tinggi

1 hari yang lalu