Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Mobil Listrik Ditinggal Lama, Pemilik Wajib Tahu Kondisi Aman Penyimpanan Baterai

Kondisi aman penyimpanan baterai mobil listrik saat ditinggal lama: Hindari SOC 100% untuk cegah degradasi dan risiko panas, saran expert EVSafe Indonesia.
Mobil Listrik
Jumat, 8 Mei 2026 17:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Hyundai Kona N Line (Foto :Adit)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Mobil listrik masih menjadi sesuatu yang baru di Indonesia. Dan apabila Anda memilikinya, sangat disarankan untuk mengetahui beberapa hal, salah satunya mengenai yang terbaik saat meningalkan BEV di rumah dalam waktu yang relatif panjang. 

Kondisi ini erat hubungannya dengan kesehatan baterai dan juga memperkecil kemungkinan ada terjadi kebakaran yang disebabkan oleh baterai yang kepanasan.

“Apabila berencana meninggalkan mobil listrik Anda, mungkin saat liburan, sebaiknya jangan disimpan dalam kondisi baterai penuh (100%). Baterai bisa mengalami high voltage stress dan juga calendar aging apabila baterai dalam keadaan penuh namun tidak dipakai,” terang Sustainability Mobility Expert dan co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar saat dihubungi Otodriver, beberapa waktu lalu.

“Kalau hanya 1-2 hari tidak masalah, namun jika sampai berminggu-minggu akan terjadi efek tersebut,” lanjutnya.

BACA JUGA

Lebih jauh lagi Gofar mengatakan bahwa saat baterai penuh, tegangan internal berada pada titik tertinggi. Ini menyebabkan stres kimiawi yang merusak lapisan elektrolit di dalam sel.

Kondisi ini juga menyebabkan proses degradasi kalender pada baterai menjadi lebih cepat 2-3 kali lipat.

Penyimpanan dalam kondisi baterai penuh ini juga meningkatkan sensitivitas baterai terhadap suhu panas lingkungan, akibatnya temperatur baterai akan naik dan seiring itu juga diikuti dengan kerusakan sel baterai yang lebih cepat.

Jika ditinggal dalam waktu lama, jangan posisikan baterai dalam kondisi penuh(Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Kondisi baterai jika ditinggal dalam waktu lama

Tiap pabrikan mobil listrik mungkin saja punya aturan mengenai keamanan yang berbeda dalam hal kondisi volume baterai saat penyimpanan. Demikian juga dengan jenis baterai yang digunakan apakah itu Mangan Nickle Cobalt (MNC) ataupun Lithium Ferro Phosphat (LFP). 

Penyimpanan dalam waktu lama tidak disarankan dalam kondisi baterai penuh. 

“Beberapa pabrikan mobil salah satunya VW Group menyebutkan pada manual booknya bahwa BEV aman untuk disimpan dalam waktu lama dengan kondisi SOC (state of charge) 40-70%,” lanjutnya.

Gofar menambahkan bahwa pengiriman mobil listrik CBU juga menggunakan metode yang kurang lebih sama. 

“Peraturan untuk transportasi kapal (RORO) dari perusahaan logistik umumnya mengkondisikan agar penyimpanan mobil saat dikirim di 30% saja,” pungkasnya. (SS)


Tags Terkait :
Baterai BEV DOD SOC Baterai
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Mobil Listrik
Mobil Listrik Ditinggal Lama, Pemilik Wajib Tahu Kondisi Aman Penyimpanan Baterai

Kondisi aman penyimpanan baterai mobil listrik saat ditinggal lama: Hindari SOC 100% untuk cegah degradasi dan risiko panas, saran expert EVSafe Indonesia.

3 minggu yang lalu


Berita
iCAR V27 Siap Meluncur di GIIAS 2026, Lebih Powerful Ketimbang V23

Setelah kehadiran iCar V23 beberapa waktu lalu. Kini iCar segera merilis SUV anyar lainnya di GIIAS 2026. Berikut detail spesifikasinya.

1 hari yang lalu


Berita
Strategi Changan Tebar Jala Melalui Deepal S05 BEV dan REEV

Changan Deepal S05 REEV pertama di Indonesia hadir dengan pilihan BEV dan REEV untuk mengatasi range anxiety serta mendukung transisi mobilitas berkelanjutan.

1 hari yang lalu


Berita
BEV Lebih Ekonomis Dari REEV, Ini Alasannya

Alasan BEV lebih ekonomis dibanding REEV terletak pada komponen yang lebih sedikit, sehingga biaya perawatan jangka panjang lebih rendah tanpa kebutuhan servis mesin bakar.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Toyota Supra MK5 Sudah Divonis Mati, Tapi Penjualannya Malah Melonjak

Toyota telah mengetok palu untuk menghentikan produksi GR Supra. Namun kemudian reaksi pasar cukup mengejutkan. Generasi V Supra ini mengalami lonjakan permintaan.

31 menit yang lalu


Berita
Masih Bingung Perbedaan REEV Dengan PHEV? Ini Penjelasannya

Changan Deepal S05 resmi melantai di Indonesia. Sebagai mobil REEV, apa saja keunggulannya?

1 jam yang lalu


Berita
BMW Seri 7 Terbaru Mulai Diproduksi

Akan hadir sebagai mobil ramah lingkungan dengan melibatkan banyak proses produksi dengan energi alami.

2 jam yang lalu


Berita
Seperti Presiden Prabowo, Kini PM Jepang Pilih SUV Sebagai Mobil Dinas

Jika di negara kita, Presiden Prabowo lebih memilih menggunakan SUV sebagai mobil dinas dibandingkan dengan sedan limousine, maka hal ini juga terjadi di Jepang.

15 jam yang lalu


Berita
Jaecoo Kemungkinan Hadirkan Fitur Parkir Canggih Ini di Indonesia

Jaecoo SIVP Super Intelligent Valet Parking Indonesia berpotensi hadir melalui teknologi parkir otonom berbasis AI, radar, dan kamera yang mampu beroperasi di area sempit dan ramai.

16 jam yang lalu