BUS- TRUCK -OTODRIVER – Tren kendaraan listrik kini mulai merambah bisnis shuttle antarkota. Day Trans menjadi salah satu pemain yang mulai mencoba teknologi tersebut dengan menambah Farizon SV ke dalam armadanya. Kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) ini akan digunakan untuk melayani rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon.
Farizon SV mengandalkan motor listrik berdaya 170 kW dengan torsi 336 Nm. Sumber energinya berasal dari baterai berkapasitas 82,8 kWh yang diklaim mampu membawa kendaraan hingga jarak 400 km dalam sekali pengisian daya.
Direktur Day Trans, Andrianto Tirtawisata, mengatakan Farizon SV dipilih setelah pihaknya mencoba sejumlah kendaraan lain. Menurutnya, Farizon SV dinilai paling siap untuk kebutuhan bisnis shuttle. Bukan hanya karena performa dan jarak tempuhnya sesuai, tetapi juga dari sisi harga yang masih masuk dalam hitungan bisnis.
"Dari semua yang kami coba, ini yang paling ready untuk bisnis shuttle. Dari sisi kecepatannya tidak lambat, jarak tempuhnya juga dapat, jadi semuanya sesuai. Harganya pun masih masuk untuk bisnis ini," ujar Andrianto.
Untuk urusan keselamatan, Farizon SV juga dibekali sejumlah fitur pendukung. Salah satunya kamera 360 derajat yang membantu pengemudi memantau kondisi di sekitar kendaraan. Ada pula sistem pemantauan pengemudi yang dapat mendeteksi kondisi mengantuk atau terdistraksi. Fitur lainnya membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya.
Diuji di Dua Karakter Rute
Untuk tahap awal, Day Trans menempatkan Farizon SV di dua rute, yakni Jakarta-Semarang dan Jakarta-Cilegon. Pemilihan kedua rute ini bukan tanpa alasan. Day Trans ingin melihat bagaimana kemampuan Farizon SV ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh sekaligus rute yang relatif lebih pendek.
Sementara itu, rute Jakarta-Bandung masih dalam tahap pertimbangan. Pasalnya, Farizon SV saat ini belum dapat melintasi Tol MBZ. Day Trans pun masih menghitung apakah penggunaan kendaraan tersebut tetap efisien jika harus menggunakan jalur alternatif.
"Kalau seandainya semuanya sudah oke dan masuk, mungkin Jakarta-Semarang akan kami ganti dengan yang medium roof. Farizon SV ini akan saya masukkan ke Bandung-Semarang," jelas Andrianto.
Menariknya, kehadiran Farizon SV juga dibarengi dengan strategi harga tiket yang lebih kompetitif.
Untuk rute Jakarta-Semarang, misalnya, tarif yang sebelumnya berada di kisaran Rp350.000 kini dipangkas menjadi sekitar Rp275.000–Rp300.000. Andrianto berharap tarif tersebut bisa dipertahankan sebagai salah satu keunggulan Day Trans dibandingkan kompetitor.
Namun, perusahaan masih harus melihat biaya operasional Farizon SV dalam penggunaan sehari-hari. Salah satu yang menjadi perhatian adalah biaya perawatan dan durabilitas kendaraan.
"Ini masih baru banget. Kami belum tahu durabilitasnya dan maintenance setiap bulan berapa. Nantinya itu akan berpengaruh terhadap harga tiket," ungkapnya.
Ruang Belakang Bisa Jadi Tambahan Bisnis
Bukan hanya soal jarak tempuh dan biaya operasional, Day Trans juga melihat potensi lain dari Farizon SV.
Ruang belakang kendaraan rencananya bisa dimanfaatkan untuk membawa barang milik penumpang. Saat ini perusahaan tengah berdiskusi dengan beberapa pihak terkait kemungkinan modifikasi kursi agar bagian belakang kabin lebih fleksibel.
Dengan kursi yang dapat dilipat, ruang tersebut nantinya bisa dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengorbankan fungsi utama kendaraan sebagai shuttle.
Dengan penambahan Farizon SV, Day Trans pada dasarnya sedang melakukan uji coba langsung terhadap kendaraan listrik untuk kebutuhan transportasi antarkota.
Bukan sekadar soal bisa menempuh 400 km dalam sekali pengisian, tetapi juga apakah kendaraan ini mampu memberikan efisiensi, kenyamanan, keselamatan, serta biaya operasional yang kompetitif.
Sebab, bagi perusahaan shuttle, kendaraan yang bagus di atas kertas belum tentu menjadi pilihan terbaik ketika sudah masuk ke hitungan bisnis. (RD)
