Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Indonesia Masuk Fase Transisi Ke Mobil Listrik II

Indonesia memasuki fase transisi ke EV di tengah krisis energi. Pasar mobil listrik kuasai 10% dalam 2-3 tahun, didorong biaya operasional rendah dan infrastruktur charging.
Mobil Listrik
Kamis, 7 Mei 2026 10:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Mobil listrik sebagai salah satu solusi di masa krisis energi (Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Krisis energi yang ada saat ini di lain sisi membawa kesuraman bagi industri mobil dengan bahan bakar mesin dari fosil. Belum ada yang bisa memastikan kapan krisis ini akan berakhir. Bisa saja dalam waktu dekat, atau sebaliknya bisa sangat panjang. 

Di sisi lain, muncul alternatif teknologi yang saat ini terasa lebih rasional dari sisi biaya operasional, yakni mobil listrik.

Krisis sebagai akselerasi

Pasar BEV sebelumnya sempat mengalami penurunan, akan tetapi setelah pecah perang dan krisis mengancam, maka pasar pun memberikan respons untuk kembali memilih mobil listrik. 

Seiring dengan itu, mobil berteknologi eletrifikasi pun dikabarkan mendapatkan kenaikan juga. 

BACA JUGA

“Kenaikan harga BBM tentu akan membuat konsumen semakin rasional dalam menghitung biaya kepemilikan kendaraan. Kami melihat hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat minat terhadap EV,” terang CEO Vinfast Indonesia, Kariyanto Harjosumarto saat dihubungi Otodriver, Selasa (05/05/2026).

Senada dengan Vinfast, Xpeng Indonesia pun angkat bicara mengenai hal ini, “Dilihat dari sisi konsumen, BEV menawarkan keunggulan biaya operasional yang lebih rendah, dengan mempertahankan keunggulan mobilitas dan kenyamanan yang biasanya diberikan ICE,” ungkap VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto melalui pesan singkat.

EV semakin murah dan merakyat (Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)

Masuk Transisi Era EV

Hanya dalam waktu 2-3 tahun mobil listrik mampu menguasai 10% pasar nasional. Ini merupakan sebuah rekor tersendiri bagi dunia otomotif di Indonesia.

Seiring itu ekosistem EV pun kian berkembang. Pembangunan infrastruktur seperti charging station yang semakin banyak tersedia hingga pelosok daerah menjadi akselerator lainnya.

Melihat dari geopolitik yang ada saat ini, kestabilan harga minyak tidak bisa diprediksi dan apabila perang semakin berkecamuk bukan tidak mungkin harga BBM akan semakin terbang tinggi.

Dengan segala situasi yang ada saat ini, di manakah posisi Indonesia?

“Masyarakat telah merasakan keunggulan mobil listrik yang disusul dengan kenaikan permintaan pasar dan sepertinya permintaan akan EV akan semakin besar,” ungkap President Director PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw.

Sedangkan Kariyanto mengatakan bahwa saat ini kita ada di masa transisi untuk EV.

“Saya rasa kita tengah menyaksikan transisi menuju penggunaan EV yang lebih luas,” tutur pria yang akrab disapa Kerry ini.

Semakin menarik, kehadiran mobil listrik ini juga dengan hadirnya support berbasis informasi teknologi yang banyak dibenamkan ke unit EV.

“Melihat dari sisi segmen BEV premium dan Information Teknologi, kenaikan harga BBM Fosil merupakan momen yang baik untuk akselarasi peralihan energi alternative terbarukan,” tutup Hari. (SS)


Tags Terkait :
EV BEV
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Strategi Changan Tebar Jala Melalui Deepal S05 BEV dan REEV

Changan Deepal S05 REEV pertama di Indonesia hadir dengan pilihan BEV dan REEV untuk mengatasi range anxiety serta mendukung transisi mobilitas berkelanjutan.

1 hari yang lalu


Berita
Changan S05 REEV Bakal Lebih Mahal Dari Versi BEVnya

Harga Changan S05 REEV vs BEV diperkirakan lebih mahal untuk varian REEV, dengan estimasi Rp 500 jutaan berdasarkan data pasar Thailand.

1 hari yang lalu


Berita
BEV Lebih Ekonomis Dari REEV, Ini Alasannya

Alasan BEV lebih ekonomis dibanding REEV terletak pada komponen yang lebih sedikit, sehingga biaya perawatan jangka panjang lebih rendah tanpa kebutuhan servis mesin bakar.

1 hari yang lalu


Berita
Selain Diesel, Hilux Hadir Dalam Versi EV Dengan Harga Rp 1,019 Miliar

Toyota Hilux resmi meluncur 29 Juni 2026 di Indonesia.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Penjualan Toyota Di Australia Tetap Nomor Satu, Tapi BYD Mulai Membuntuti

Toyota masih memimpin penjualan di Australia, namun saat ini ada pesaing dari Tiongkok yang mengusik.

4 jam yang lalu


Berita
Aturan EV Malaysia Diperketat, Tak Boleh Impor Utuh Model Entry Level

Pemerintah Malaysia resmi memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap impor mobil listrik utuh atau Completely Built-Up (CBU).

5 jam yang lalu


Berita
Siap Produksi Pesawat, Proyek Lama Toyota Dilanjutkan Lagi

Antisipasi pelebaran kebutuhan mobiltas masa depan membuat Toyota kembali menjalankan proyek lama yang sempat terhenti.

6 jam yang lalu


Berita
Jaecoo Bakal Bawa Sesuatu Yang Baru Di GIIAS 2026, TapI Wujudnya Masih Rahasia

Jaecoo Indonesia dipastikan akan membawa produk barunya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

7 jam yang lalu


Berita
Supecar Tiongkok Listrik Ini Bakal Debut Dunia Di Goodwood FOS

Denza memastikan kehadiran roadster listrik Denza Z di panggung global.

11 jam yang lalu