OTODRIVER – Kondisi geopolitik salah satunya memanasnya konflik di Timur Tengah membuat harga minyak bumi meroket tinggi. Kelangkaan minyak inilah yang mendongkrak kenaikan harga BBM, termasuk di Indonesia.
Seperti kita ketahui saat ini, per tanggal 4 Mei 2026 silam, harga bahan bakar non subsidi kembali naik secara signifikan. Bahkan bahan bakar solar menyentuh rekor harga tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dengan harga di kisaran Rp 30 ribuan/liter.
Tingginya harga BBM ini yang menjadi salah satu faktor akselerasi penyerapan mobil listrik ke pasar dalam negeri.
Tren EV naik sebelum krisis
Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) justru menunjukkan geliat EV ini secara cukup signifikan pada tahun 2025.
Dalam catatannya Gaikindo mengatakan bahwa penjualan EV sepanjang 2025 mengalami kenaikan sangat signifikan.
Permintaan mobil listrik naik 141% pada awal tahun dengan pertumbuhan penjualan mencapai 97% pada periode Januari-September 2025.
Catatan lainnya menunjukkan bahwa pangsa pasar BEV ini meningkat menjadi 12,9 % pada 2025 dari tahun sebelumnya hanya 5 % saja.
Penjualan wholesale BEV pada Januari-Oktober 2025 mencatatkan angka 69.146 unit.
Masih dari Gaikindo, pangsa BEV ini tercatat sekitar 9,8% hingga 10% dari total penjualan mobil nasional sampai akhir tahun 2025.
Sementara itu, jika mencakup seluruh segmen elektrifikasi termasuk di dalamnya (HEV, PHEV dan BEV) market sharenya mencapai 22,7 hingga 23%.
Daya tarik mobil listrik
Mobil listrik masih punya banyak kekurangan. Dianggap kurang punya karakter, tidak punya suara yang menggugah selera dan sebagainya. Namun yang cukup membuat orang untuk berpaling ke mobil listrik ini adalah murahnya biaya operasional.
Juga tentang insetif yang kini diberikan pemerintah, tentu jadi pertimbangan lain dari daya tarik EV, meski hal itu bisa dicabut sewaktu-waktu.
“Mobil listrik mampu memangkas biaya operasional secara sangat signifikan bahkan hingga 80%. Selain itu biaya perawatannya pun lebih murah dan juga dianggap lebih ramah lingkungan,” terang terang President Director PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (05/05/2026).
“Harga mobil listrik semakin murah dan pilihannya pun kian beragam. Tapi yang cukup membuat pasar berpaling adalah rendahnya biaya operasional dan perawatan,” ungkap Bebin Djuana, pengamat otomotif dan juga mantan pelaku di industri otomotif selama puluhan tahun ini.
Walau demikian, Bebin mengharapkan bahwa antusias yang terjadi di pasar saat ini juga harus didukung oleh program yang lebih jelas dan terarah salah satunya pada peraturan perpajakan. (SS)
