OTODRIVER – BYD resmi memperkenalkan M6 DM. Model ini menjadi mobil pertama BYD yang menggunakan penggerak Plug-in Hybrid.
Lantas langkah ini diambil BYD Indonesia guna menjangkau konsumen di Indonesia yang lebih luas. Di mana tidak semua bagian Indonesia tidak dilengkapi infrastruktur penunjang mobil listrik secara merata.
Luther T. Panjaitan selaku Head of Marketing, PR, and Government BYD Indonesia menjelaskan bahwa kendaraan PHEV menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi namun tetap fleksibel dengan menggunakan BBM.
"Adopsi teknologi baru, khususnya di wilayah rural, juga belum secepat kawasan urban. Karena itu, kehadiran PHEV menjadi solusi pelengkap untuk menjawab kondisi tersebut," jelasnya saat perkenalan teknologi Dual Mode BYD di kawasan PIK 2 Banten, Senin (18/5).
Namun memang pihaknya masih terus mempelajari segmen PHEV. Menurutnya, konsumen di Indonesia saat ini masih condong ke kendaraan ICE atau BEV sekalipun.
“Untuk menilai situasi, kami belum terlalu bisa berpendapat, karena kami baru mulai dan masih dalam tahap perkenalan. Namun secara kalkulasi dan analisis, kami melihat ini adalah solusi yang cukup prospektif,” tambahnya.
Belum ada spesifikasi teknis yang dibeberkan pada BYD M6 DM ini. Namun, ada beberapa klaim yang disebutkan pada model ini.
Seperti konsumsi BBM yang mencapai 65 km/per liter, jarak tembuh kombinasi 1.800 km, dan juga efisiensi thermal mencapai 46 persen.
Kendati demikian, M6 DM ini sudah ada di tempat kelahiran asalnya, yakni Tiongkok yang dikenal dengan nama Song Max.
Model ini mengandalkan mesin 1.500 cc dipadukan motor listrik yang menghasilkan tenaga gabungan hingga 197 hp dengan mode EV murni sejauh 105 km yang dihasilkan oleh baterai berkapasitas 18,3 kWh. (AW)
