Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

PHEV Punya Masalah 80% Lebih Besar Dari Mobil Konvensional

Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) punya tantangan lebih komplek dibandingkan dengan mesin bakar konvensional.
Berita
Rabu, 7 Januari 2026 09:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Toyota (Foto : Otodriver)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sering disebut sebagai jembatan yang cukup ideal dalam masa transisi dari kendaraan bermesin konvensional (ICE) menuju era listrik murni.

Kepraktisan PHEV ini hadir dari perpaduan antara mesin pembakaran internal (ICE) dan motor listrik yang support oleh baterai berukuran lebih besar. Sehingga mobil ini bisa dijalankan dengan menggunakan tenaga listrik murni dengan jarak lebih jauh, ICE murni ataupun paduan keduanya.

Hitungan di atas kertas. PHEV ini menjanjikan efiseiensi bahan bakar yang baik dan juga memiliki emisi gas buang yang rendah serta kepraktisan jarak tempuh yang lebih jauh.

Namun menurut laporan Consumer Reports (CR), PHEV punya masalah pada keandalan yang jauh di bawah ekspetasi awal para konsumen.

BACA JUGA

Hasil survey mereka menunjukkan sebuah anomali besar di mana mobil PHEV secara umum memiliki tingkat masalah sekitar 80% lebih banyak jika kita bandingkan dengan model kendaraan konvensional berbasis bensin.

PHEV  (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

Consumer Reports mengumpulkan data dari respons sekitar 380.000 pemilik kendaraan di Amerika Serikat, yang diproduksi dari tahun 2000 hingga 2025. 

Dalam analisisnya, Consumer Reports membedah berbagai kategori gangguan yang dilaporkan oleh para pemilik kendaraan, mulai dari kegagalan sistem kelistrikan yang rumit, masalah pada sel baterai EV, kendala pada sistem pengisian daya, hingga gangguan pada komponen mekanis mendasar seperti sistem suspensi dan kemudi.

Tingginya angka keluhan ini menempatkan PHEV sebagai kategori kendaraan teknologi elektrifitas dengan risiko gangguan paling tinggi dibandingkan dengan mobil listrik murni (BEV) maupun mobil hibrida standar (HEV).

PHEV terletak pada kompleksitas sistem yang diusungnya di mana PHEV menggabungkan dua ekosistem teknologi yang sangat berbeda dalam satu ruang kendaraan.

Mesin bensin dan motor listrik harus bekerja secara sinergis melalui sistem manajemen energi yang sangat rumit, yang secara otomatis menambah titik kegagalan (point of failure) pada kendaraan. Ketika sebuah mobil memiliki lebih banyak komponen yang saling bergantung, maka potensi terjadinya kerusakan pada salah satu bagian yang berdampak pada keseluruhan sistem menjadi jauh lebih besar.

Laporan yang masuk mengatakan bahwa gangguan sering kali muncul pada titik temu antara sistem penggerak listrik dan mesin bensin. Masalah ini mencakup kegagalan perangkat lunak yang mengatur peralihan daya hingga kerusakan pada sistem pendinginan yang harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan mesin pembakaran sekaligus paket baterai bertegangan tinggi. 

Ini merupakan indikasi bahwa integrasi dua teknologi ini perlu kematangan desain yang lebih tinggi. Hanya saja tampaknya belum sepenuhnya tercapai oleh banyak produsen otomotif global saat ini.

Consumer Reports membeberkan bahwa model yang menyumbang keluhan terbesar salah satunya adalah Ford Escape PHEV sebagai model yang paling banyak dikeluhkan yang umumnya terkait dengan penggantian baterai yang lebih awal, kerusakan pada sistem pendinginan baterai, serta ketidakstabilan pada sistem pengisian daya elektrik. (SS)


Tags Terkait :
PHEV EV HEV
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Pemerintah: Penjualan Mobil Naik 33,3 Persen, Kendaraan Listrik dan Hybrid Tumbuh di Atas 40 Persen

Penambahan jumlah SPKLU masih menjadi tantangan terbesar elektrifikasi kendaraan di Indonesia

1 hari yang lalu


Berita
Tiongkok Jadi Biang Kerok, Harga Rata-Rata Mobil Listrik Global Sekarang Lebih Murah dari Hibrida

Data Mobility Global menunjukkan harga rata-rata mobil listrik global kini US$37.000, lebih rendah dari hibrida yang mencapai US$39.000. Penurunan ini didorong oleh ekspor EV murah dari Tiongkok.

1 hari yang lalu


Berita
Punya Beragam Teknologi Hybrid, Mitsubishi Justru Pilih HEV untuk Indonesia

Saat ini sistem HEV dinilai paling sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia.

1 minggu yang lalu


Berita
Changan Siapkan 15 Model Baru Untuk Pasar Indonesia

Changan rencana 15 model elektrifikasi baru Indonesia. Perusahaan akan memperluas lini BEV, HEV, PHEV, dan REEV secara bertahap di pasar lokal.

3 minggu yang lalu


Terkini

Van
Peugeot Partner Sudah Berusia Edar 30 Tahun, Sempat Mengaspal di Indonesia

Model yang kini dipasarkan adalah generasi ketiga.

6 jam yang lalu


Berita
Persaingan EV Mungil BYD Racco Melawan Wuling Aira EV, Mana Yang Lebih Menarik?

Wuling Aira ev sudah hadir di Indonesia. Sementara BYD Racco baru dijual di Jepang dan ada kemungkinan ke tanah air. Sebelum kehadiran Racco, berikut perbandingannya dengan Aira ev.

7 jam yang lalu


Berita
Servis Mobil Lebih Hemat, Garasi.id Kasih Diskon hingga Rp1 Juta

Garasi.id merayakan ulang tahun ke-9 dengan promo servis mobil hingga Rp1 juta dan Asisten Darurat Rp200 ribu. Promo berlaku 7–31 Agustus 2026.

8 jam yang lalu


Berita
BYD Akan Luncurkan Great Seagull di Cina, 'Atto 1 Versi Besar'

BYD akan meluncurkan hatchback listrik terbaru bernama Great Seagull (Da Hainiao) di China tahun ini.

14 jam yang lalu


Berita
Mitsubishi Pajero Generasi Ke-5 Debut Dunia 2 September Mendatang

Setelah beberapa pekan memberikan teaser, Mitsubishi akhirnya mengonfirmasi bahwa Pajero generasi kelima akan resmi diperkenalkan pada 2 September 2026

15 jam yang lalu