Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaCrash Test

Mobil 7 Seater Tak Pernah Dites Tabrak Dengan Kondisi 7 Penumpang. Ini Alasannya

Umumnya, Crash Test melibatkan empat orang penumpang yang ada di dalamnya.
Crash Test
Selasa, 20 November 2018 13:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Setiap model mobil yang dijual secara umum wajib menjalani uji tabrak alias crash test. Hal tersebut guna mengetahui seberapa aman mobil tersebut dan membuktikan kemampuan fitur-fitur keselamatan yang dimilikinya untuk melindungi penumpang.

Crash test yang dalam hal ini kerap dilakukan NCAP melibatkan empat orang penumpang yang diwakili boneka humanoid atau dummy yang ada di dalam kabin unit tes. Lantas untuk mobil penumpang dengan kapasitas 7 orang alias seven seater, mengapa tidak melipatkan 7 buah dummy di dalamnya?

Khairil Anwar Abu Kasim selaku Secretary General ASEAN NCAP mengungkap bahwa hingga kini, belum ada uji tabrak yang mengetes lebih dari 4 buah dummy.

“Sampai sekarang belum ada lembaga uji tabrak yang melibatkan lebih dari empat penumpang. Kurang dari empat penumpang ada. Misalkan mobil kei-car dan mobil dengan kapasitas dua penumpang,” ujar Khairil ketika diwawancarai di Karawang, Jawa Barat pada pekan lalu (14/11).

Masih menurutnya, mobil 7 seater memang populer di kawasan Asia Tenggara tapi tidak di bagian negara lainnya. “Sejatinya, mobil 7 Seater hanya populer di Asia khususnya Asia Tenggara. Banyak keluaga yang memiliki anggota keluarga lebih dari lima orang,” tambahnya.

Kesimpulannya, makin banyak dummy, makin banyak data yang harus dikumpulkan.

“Jadi, makin banyak boneka dummy, makin banyak data yang harus dikumpulkan. Maka dari itu, kami biasanya hanya menaruh 4 buah dummy dalam mobil uji tabrak kami,” tutup Khairil.

Dalam setiap uji tabrak, 4 boneka dummy diletakkan di dalam mobil untuk mengetahui keamanan mobil tersebut. 2 buah dummy orang dewasa diletakkan di bagian depan dan 2 buah dummy anak-anak yang dilengkapi dengan Car Seat diposisikan di baris kedua.


Tags Terkait :
Crash Test Tabrakan
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Crash Test
Kumpulan Crash Test LMPV yang Beredar di Indonesia

Kami menghimpun kumpulan tes tabrak LMPV yang dipasarkan di Indonesia berikut ini.

6 tahun yang lalu


Crash Test
Kumpulan Hasil Crash Test LMPV yang Dipasarkan di Indonesia

Untuk wilayah Asia Tenggara, ASEAN NCAP merupakan lembaga yang berwenang untuk melakukan uji tabrak pada masing-masing model mobil yang dipasarkan.

7 tahun yang lalu


Crash Test
Hasil Lengkap Crash Test LMPV

Crash Test merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah sebuah mobil yang dijual punya nilai keamanan yang baik atau tidak.

6 tahun yang lalu


VIDEO: Crash Test Daihatsu Xenia (ASEAN NCAP)

Daihatsu Xenia telah menjalani uji tabrak yang dilakukan oleh ASEAN NCAP.

Crash Test | 2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Bosch Yakin Mesin Bakar Masih Mendominasi Hingga 2035

Mesin bakar dan elektrik akan berdampingan dan berbagi segmen.

4 jam yang lalu


Tips
Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah

Tekanan ban masih sering terabaikan meskipun bisa menyebabkan kecelakaan fatal. Ada solusi yang mudah untuk mengeceknya.

5 jam yang lalu


Berita
Mazda Perkenalkan Warna Baru, All New CX-5 Yang Pertama Tampil

Warna Navy Blue Mica akan dilaburkan pertama kali pada CX-5.

18 jam yang lalu


Berita
Kia Indonesia Mungkin Jual Kia Tasman Di Indonesia, Lawan Hilux

Kia Tasman diesel dibidik menjadi kandidat untuk masuk Indonesia. Simak bocorannya.

19 jam yang lalu


Berita
Kia Carens Facelift Diperkenalkan, Menandai Babak Baru Brand Kia di Indonesia

Kia Carens Facelift membuka era baru Kia di Indonesia.

22 jam yang lalu