OTODRIVER - Sejak diluncurkan pada 2016 di India, Toyota Innova Crysta menjadi salah satu pilihan favorit konsumen.
Bahkan dalam beberapa periode, model ini sempat menyandang status sebagai mobil terlaris Toyota di India.
Namun, dengan hadirnya regulasi emisi baru CAFE 3 di Negeri Bombay, mempertahankan kendaraan diesel dengan konstruksi ladder-frame akan semakin sulit.
Laporan terbaru menyebutkan Toyota bakal menghentikan produksi Innova Crysta pada awal 2027.
Untuk mengisi celah pasar yang ditinggalkan, pabrikan asal Jepang tersebut dikabarkan tengah menyiapkan versi lebih terjangkau dari Toyota Innova Hycross Hybrid.
Model ini akan dibuat lebih sederhana dengan memangkas fitur-fitur premium, sehingga lebih sesuai untuk kebutuhan operator fleet.
Selama ini, penjualan Innova Crysta memang banyak ditopang oleh konsumen fleet.
MPV ini digemari berkat operasional yang minim masalah, durabilitas tinggi, serta biaya perawatan dan operasional yang relatif rendah.
Selain itu, kabin lega, konstruksi tangguh untuk kondisi jalan di India, serta nilai jual kembali yang tinggi juga menjadi daya tarik utama.
Dengan menghentikan Crysta berbasis ladder-frame dan beralih ke Hycross Hybrid berplatform monokok, Toyota juga dapat menyederhanakan lini produksi.
Hal ini berpotensi meningkatkan efisiensi manufaktur dan operasional secara keseluruhan.
Selain itu, penggunaan powertrain hybrid bensin akan memudahkan pabrikan memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat.
Sementara untuk Indonesia sendiri, Kijang Innova diesel dengan sasis ladder frame masih terus diproduksi dan belum ada tanda-tanda akan dihentikan produksinya oleh Toyota Indonesia.
Bahkan sampai saat ini, Kijang Innova diesel masih menyandang status sebagai salah satu mobil terlaris di tanah air.
Sedikit berbeda dengan pasar India, Kijang Innova ladder frame generasi kedua dipasarkan di Indonesia sejak akhir tahun 2015 lalu.
Artinya hingga kini, Kijang Innova ini telah berusia hampir 11 tahun tanpa perubahan generasi. (AW)
